Baca Juga: Cengkeh Punya Banyak Manfaat, Kenali Kandungan Eugenol dan Cara Menggunakannya dengan Aman
Pakan menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha pembesaran lele. Oleh karena itu, pemberiannya harus memperhatikan kebutuhan ikan, bukan sekadar banyaknya pakan yang dapat dihabiskan dalam sehari.
Gunakan pakan yang sesuai dengan ukuran benih dan tahap pertumbuhannya. Ikan berukuran kecil memerlukan pakan dengan ukuran yang mudah ditelan, sedangkan ikan yang lebih besar dapat diberikan pelet dengan ukuran yang disesuaikan.
Frekuensi pemberian pakan perlu diatur berdasarkan umur, ukuran ikan, suhu air, dan rekomendasi pakan. Berikan pakan secukupnya dan amati respons ikan. Apabila banyak pakan tersisa, jumlahnya perlu dievaluasi agar tidak menumpuk di dasar kolam.
Peternak juga sebaiknya mencatat jumlah pakan yang digunakan setiap hari. Catatan tersebut berguna untuk memperkirakan biaya produksi, menilai pertumbuhan, dan menghitung efisiensi usaha.
Pakan alternatif dapat dipertimbangkan apabila memenuhi kebutuhan nutrisi, aman, dan ekonomis. Namun, jangan mengganti pakan utama secara sembarangan karena kandungan nutrisi yang tidak seimbang dapat menghambat pertumbuhan ikan.
Pemeriksaan rutin membantu peternak mengetahui masalah sejak dini. Ikan yang kehilangan nafsu makan, berenang tidak normal, mengalami perubahan warna, atau menunjukkan luka perlu mendapat perhatian khusus.
Selain mengamati perilaku ikan, lakukan pemeriksaan terhadap kondisi kolam dan kualitas air. Banyak masalah kesehatan dapat memburuk ketika ikan mengalami stres akibat kepadatan berlebihan, perubahan air mendadak, atau penumpukan limbah.
Pisahkan ikan yang sakit apabila memungkinkan dan lakukan penanganan berdasarkan penyebab yang dicurigai. Hindari menggunakan antibiotik atau bahan kimia tanpa diagnosis dan petunjuk yang tepat.
Peralatan budidaya juga perlu dijaga kebersihannya. Jika terdapat beberapa kolam, usahakan tidak memindahkan peralatan dari kolam bermasalah ke kolam sehat tanpa dibersihkan terlebih dahulu.
Pencegahan umumnya lebih baik daripada menanggung kerugian akibat kematian ikan dalam jumlah besar.
Pertumbuhan lele tidak selalu berlangsung seragam. Dalam satu kolam, beberapa ikan dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan ikan lainnya. Perbedaan ukuran yang terlalu besar dapat meningkatkan persaingan pakan dan risiko kanibalisme.
Penyortiran dapat dilakukan secara berkala dengan memperhatikan perkembangan ikan dan kondisi kolam. Ikan yang memiliki ukuran relatif seragam dapat dikelompokkan kembali agar pengelolaan pakan lebih efektif.
Proses penyortiran harus dilakukan dengan hati-hati. Gunakan peralatan yang sesuai dan kurangi waktu ikan berada di luar air untuk mencegah cedera serta stres.
Waktu dan frekuensi penyortiran tidak harus sama pada setiap budidaya. Peternak perlu menyesuaikannya dengan jenis benih, kepadatan, kecepatan pertumbuhan, dan hasil pengamatan di lapangan.
Panen merupakan tahap yang dinantikan peternak, tetapi waktunya sebaiknya tidak hanya ditentukan berdasarkan jumlah hari pemeliharaan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir