Inspirasi
Rahman Abdullah

Cara Beternak Ayam Petelur untuk Pemula, dari Persiapan Kandang hingga Menghasilkan Telur

Cara Beternak Ayam Petelur untuk Pemula, dari Persiapan Kandang hingga Menghasilkan Telur

08 November 2026 | 11:56

Setelah mendekati masa bertelur, kebutuhan nutrisi berubah untuk mempersiapkan produksi telur.

Ayam yang sudah bertelur memerlukan pakan dengan kandungan energi, protein, asam amino, vitamin, mineral, dan kalsium yang seimbang. Kalsium sangat penting untuk pembentukan cangkang telur, tetapi pemberiannya tetap harus mengikuti formulasi pakan yang sesuai.

Peternak sebaiknya menggunakan pakan yang diformulasikan khusus untuk ayam petelur pada fase terkait. Pemberian pakan seadanya tanpa memperhatikan kandungan nutrisi dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas.

Selain itu, air minum bersih harus tersedia setiap saat. Kekurangan air dapat mengganggu konsumsi pakan dan produksi telur, terutama ketika cuaca panas.

Baca Juga: 7 Manfaat Buah Sirsak bagi Kesehatan, Kaya Serat dan Vitamin C yang Baik untuk Tubuh 

4. Atur Pencahayaan dan Kondisi Lingkungan

Produksi telur tidak hanya dipengaruhi oleh pakan, tetapi juga oleh pencahayaan dan kondisi lingkungan. Ayam petelur memiliki respons biologis terhadap lama penyinaran sehingga pengaturan cahaya menjadi bagian penting dari manajemen peternakan.

Program pencahayaan perlu disesuaikan dengan umur, jenis ayam, dan panduan pemeliharaan yang digunakan. Perubahan lama penyinaran sebaiknya dilakukan secara terencana, bukan sembarangan menambah lampu dengan harapan produksi telur langsung meningkat.

Suhu dan kelembapan kandang juga harus diperhatikan. Cuaca panas dapat membuat ayam mengalami stres panas, mengurangi konsumsi pakan, dan berpotensi menurunkan produksi telur.

Sirkulasi udara yang memadai, ketersediaan air minum, serta kepadatan kandang yang sesuai membantu mengurangi dampak lingkungan yang kurang mendukung. Pengamatan rutin sangat diperlukan agar peternak dapat segera melakukan penyesuaian apabila kondisi kandang berubah.

5. Jaga Kesehatan Ayam dengan Biosekuriti

Ayam yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan telur secara konsisten. Karena itu, pencegahan penyakit perlu menjadi bagian dari kegiatan harian, bukan hanya dilakukan ketika ayam mulai menunjukkan gejala sakit.

Peternak dapat menerapkan biosekuriti dengan membatasi akses orang yang tidak berkepentingan, membersihkan peralatan, menyediakan fasilitas sanitasi, serta mengendalikan hewan yang berpotensi membawa penyakit ke area kandang.

Program vaksinasi perlu disusun berdasarkan jenis ayam, kondisi wilayah, dan rekomendasi dokter hewan atau petugas kesehatan hewan. Vaksinasi yang tepat membantu mengurangi risiko penyakit tertentu, tetapi tidak menggantikan kebutuhan akan kebersihan dan pengelolaan kandang yang baik.

Ayam yang terlihat lesu, mengalami penurunan nafsu makan, menunjukkan gangguan pernapasan, atau mengalami penurunan produksi secara tiba-tiba perlu segera diperiksa. Jangan memberikan obat secara sembarangan tanpa mengetahui penyebab gangguan kesehatannya.

Catatan kesehatan, kematian, konsumsi pakan, dan hasil produksi juga membantu peternak mengenali perubahan yang tidak biasa sejak dini.

6. Pahami Kapan Ayam Mulai Bertelur

Salah satu hal yang perlu diketahui sebelum memulai usaha adalah waktu ayam mulai menghasilkan telur. Ayam petelur komersial umumnya mulai bertelur pada kisaran umur 18–22 minggu, meskipun waktu pastinya dapat berbeda berdasarkan strain, nutrisi, bobot tubuh, dan kondisi pemeliharaan.

Pada awal masa produksi, jumlah telur biasanya meningkat secara bertahap hingga mencapai puncak produksi. Untuk mempertahankan performa tersebut, peternak perlu menjaga kecukupan pakan, air minum, pencahayaan, serta kondisi kesehatan ayam.

Jangan hanya mengandalkan umur sebagai patokan kesiapan produksi. Bobot tubuh dan keseragaman kelompok ayam juga perlu diperhatikan karena pertumbuhan yang tidak sesuai dapat memengaruhi pencapaian produksi.

Setelah mulai bertelur, lakukan pengumpulan telur secara rutin. Telur yang dikumpulkan dengan benar dapat mengurangi risiko pecah, kotor, atau rusak sebelum dipasarkan.

7. Hitung Produksi Telur dan Biaya Usaha

Dalam peternakan ayam petelur, jumlah telur yang dihasilkan setiap hari perlu dicatat secara teratur. Data tersebut dapat digunakan untuk menilai produktivitas ayam, memperkirakan pendapatan, dan mengetahui apakah terdapat penurunan produksi.

Misalnya, peternak memelihara 100 ekor ayam dan memperoleh 85 butir telur dalam sehari.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Ayam petelur Ternak ayam Produksi telur

Komentar Pengguna