KebonCinta.com-- Waktu belajar yang terbatas bukan berarti kesempatan untuk memahami materi juga menjadi sedikit. Dengan strategi yang tepat, satu jam dapat dimanfaatkan untuk mempelajari konsep penting, melatih ingatan, sekaligus mengetahui bagian yang masih belum dikuasai.
Banyak pelajar menghabiskan waktu dengan membaca buku berulang kali atau menyalin materi ke dalam catatan. Cara tersebut bisa membantu dalam situasi tertentu, tetapi belum tentu cukup untuk memastikan bahwa informasi benar-benar dipahami dan dapat diingat kembali ketika dibutuhkan.
Kunci belajar efektif terletak pada cara menggunakan waktu. Daripada berusaha mempelajari semua hal sekaligus, lebih baik menentukan prioritas, memahami inti pembahasan, kemudian menguji kemampuan diri tanpa terus-menerus melihat buku.
Salah satu strategi yang bisa dicoba adalah membagi waktu belajar menjadi empat tahap selama 60 menit. Pola ini menggabungkan penetapan target, pemahaman konsep, latihan mengingat kembali, dan evaluasi singkat.
Baca Juga: 5 Cara Belajar Produktif Tanpa Stres, Ambisi Tetap Jalan dan Pikiran Lebih Tenang
Sebelum membuka buku atau menyalakan laptop, tentukan terlebih dahulu hasil yang ingin dicapai pada akhir sesi belajar.
Target yang jelas membantu mengarahkan perhatian sehingga waktu tidak habis untuk berpindah-pindah materi. Sebaliknya, tujuan yang terlalu luas seperti ingin menguasai seluruh isi buku dapat membuat proses belajar terasa berat.
Cobalah membuat sasaran yang spesifik dan realistis. Misalnya, memahami satu konsep dalam pelajaran IPA, menguasai beberapa rumus matematika, atau mempelajari satu subbab untuk persiapan ujian.
Tuliskan target tersebut dalam satu kalimat. Setelah itu, siapkan buku, alat tulis, dan perlengkapan yang dibutuhkan agar kamu tidak perlu sering berhenti untuk mencari sesuatu.
Jauhkan pula gangguan yang tidak diperlukan, seperti notifikasi media sosial. Dengan persiapan singkat ini, kamu bisa memulai kegiatan belajar dengan arah yang lebih jelas.
Setelah menentukan target, manfaatkan waktu untuk mempelajari inti materi. Pada tahap ini, usahakan tidak hanya menghafal kalimat dalam buku, tetapi juga memahami hubungan antara satu gagasan dan gagasan lainnya.
Mulailah dengan membaca bagian utama, memperhatikan contoh, dan mencari penjelasan mengenai konsep yang belum dimengerti. Jika menemukan istilah sulit, cobalah menjelaskannya menggunakan bahasa sendiri.
Kamu juga dapat membuat catatan ringkas berupa kata kunci, diagram sederhana, atau hubungan sebab-akibat. Catatan tersebut tidak perlu menyalin seluruh isi buku. Pilih informasi yang benar-benar membantu memahami materi.
Sebagai contoh, ketika mempelajari proses terjadinya hujan, jangan hanya menghafal urutan istilah. Pahami bagaimana air menguap, membentuk awan, kemudian jatuh kembali ke permukaan bumi sebagai hujan.
Jika ada bagian yang masih membingungkan, tandai untuk dipelajari lebih lanjut. Kamu tidak harus memahami semuanya secara sempurna dalam satu sesi. Fokuslah terlebih dahulu pada konsep yang paling penting untuk mencapai target.
Setelah memahami materi, langkah selanjutnya adalah menguji seberapa banyak informasi yang dapat kamu ingat tanpa melihat sumber bacaan. Teknik ini dikenal sebagai active recall atau latihan mengingat kembali secara aktif.
Metode tersebut berbeda dari sekadar membaca ulang.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir