Teknologi
Hilmi An Naufal

BYD Luncurkan Flash Charging di Indonesia, Baterai Mobil Listrik Bisa Terisi 10-70 Persen dalam 5 Menit

BYD Luncurkan Flash Charging di Indonesia, Baterai Mobil Listrik Bisa Terisi 10-70 Persen dalam 5 Menit

14 Oktober 2026 | 14:28

KebonCinta.com β€” Waktu pengisian baterai menjadi salah satu pertimbangan masyarakat sebelum beralih menggunakan kendaraan listrik.

BYD kini memperkenalkan teknologi Flash Charging di Indonesia yang menawarkan waktu pengisian jauh lebih singkat.

Teknologi tersebut dikembangkan bersama Blade Battery generasi kedua.

Dalam kondisi lingkungan normal, baterai diklaim dapat diisi dari 10 persen menjadi 70 persen hanya dalam waktu lima menit.

Pengisian dari 10 persen hingga 97 persen disebut membutuhkan sekitar sembilan menit.

β€œLima dan sembilan menit adalah waktu yang hampir sama dengan jika kita memesan secangkir kopi,” ujar Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division Richard Li.

Menurut BYD, teknologi tersebut dikembangkan untuk menjawab kekhawatiran pengguna mengenai lamanya proses pengisian kendaraan listrik.

Permasalahan lain yang masih sering dikeluhkan adalah ketersediaan tempat pengisian daya.

Flash Charger BYD mempunyai kemampuan pengisian hingga 1.500 kilowatt melalui satu konektor.

Perusahaan menyebut teknologi tersebut sebagai salah satu sistem pengisian dengan daya sangat tinggi yang dikembangkan untuk produksi massal.

Blade Battery generasi kedua juga mendapatkan sejumlah pengembangan.

BYD mengklaim kepadatan energi baterai meningkat lebih dari lima persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Dalam standar pengujian CLTC di China, teknologi tersebut disebut memungkinkan kendaraan tertentu mencapai jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer.

Baca Juga: Mesir Tawarkan Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia, Prioritaskan Kedokteran, Teknik dan Sains 

Namun jarak aktual tetap dapat berbeda berdasarkan jenis kendaraan, kondisi jalan, kecepatan, suhu dan pola penggunaan.

Teknologi Flash Charging juga menggunakan sistem penyimpanan energi terintegrasi.

Sistem tersebut dirancang agar kebutuhan daya pengisian yang sangat tinggi tidak sepenuhnya memberikan tekanan langsung kepada jaringan listrik.

BYD juga berencana memperluas fasilitas pendukung di Indonesia.

Perusahaan menargetkan tersedia 100 fasilitas Flash Charging hingga akhir 2026.

Di China, BYD mencatat telah membangun lebih dari 12 ribu stasiun Flash Charging hingga awal Oktober 2026.

Saat ini tidak semua mobil BYD otomatis mendukung teknologi pengisian tersebut.

Kemampuan Flash Charging membutuhkan kendaraan yang menggunakan teknologi baterai dan sistem pengisian yang kompatibel.

Model yang disebut telah mendukung teknologi tersebut antara lain Denza D9 terbaru dan Denza Z9 GT.

Hadirnya teknologi pengisian cepat dapat menjadi perkembangan penting bagi ekosistem kendaraan listrik.

Jika proses pengisian dapat semakin mendekati waktu pengisian bahan bakar kendaraan konvensional, salah satu hambatan penggunaan mobil listrik dapat berkurang.

Namun perluasan kendaraan listrik tetap membutuhkan pembangunan jaringan pengisian daya yang merata.

Harga kendaraan, ketersediaan fasilitas, kondisi jaringan listrik dan kemampuan baterai juga tetap menjadi pertimbangan bagi konsumen.

Persaingan teknologi baterai pada akhirnya bukan hanya mengenai seberapa jauh mobil dapat berjalan.

Kecepatan mengisi baterai kini menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan kenyamanan pengguna kendaraan listrik.

Tags:
BYD Mobil Listrik Flash Charging EV Blade Battery Teknologi Otomotif Kendaraan Listrik

Komentar Pengguna