Khazanah
Hilmi An Naufal

Bukan Dokumen Biasa, 139 Arsip Pendidikan Ini Akan Jadi Memori Bangsa

Bukan Dokumen Biasa, 139 Arsip Pendidikan Ini Akan Jadi Memori Bangsa

12 Agustus 2026 | 05:54

KebonCinta.com – Kebijakan pendidikan yang dibuat hari ini suatu saat akan menjadi bagian dari sejarah. Surat keputusan, regulasi, hingga dokumen kebahasaan yang sekarang terlihat administratif bisa menjadi sumber penting untuk memahami bagaimana pendidikan Indonesia berkembang dari masa ke masa.

Itulah yang melatarbelakangi penyerahan 139 arsip statis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Penyerahan berlangsung di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada 26 Mei 2026. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyerahkan arsip kepada Kepala ANRI Mego Pinandito sebagai bagian dari upaya menyelamatkan rekam jejak pendidikan nasional.

137 Arsip Berkaitan dengan Produk Hukum

Dari total 139 arsip yang diserahkan, sebanyak 137 merupakan arsip produk hukum bidang pendidikan, sedangkan dua lainnya berkaitan dengan fungsi kebahasaan.

Jumlah itu mungkin tampak seperti kumpulan berkas biasa. Namun setelah menjadi arsip statis, dokumen-dokumen tersebut tidak lagi dilihat hanya dari kegunaan administratif sehari-hari.

Arsip yang masuk kategori tersebut memiliki nilai informasi dan kesejarahan yang perlu dipertahankan untuk jangka panjang.

Kemendikdasmen menjelaskan arsip yang diserahkan mencerminkan perjalanan tugas organisasi, kebijakan strategis, program prioritas, hingga aktivitas penting yang mempunyai nilai sejarah.

Dengan begitu, ketika peneliti pada masa mendatang ingin mengetahui bagaimana suatu kebijakan pendidikan muncul, berubah atau diterapkan, jejak dokumennya masih dapat ditemukan.

Tidak Langsung Dipindahkan Begitu Saja

Sebelum sampai ke ANRI, 139 arsip tersebut telah melewati proses panjang.

Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikdasmen Herdiana menjelaskan dokumen terlebih dahulu melalui tahapan penilaian, penataan, pendeskripsian dan verifikasi.

Setelah itu barulah arsip ditetapkan sebagai arsip statis sesuai kaidah kearsipan yang berlaku.

Proses seperti ini penting karena tidak semua dokumen pemerintah otomatis disimpan selamanya.

Ada dokumen yang hanya diperlukan selama periode tertentu. Sementara dokumen yang mempunyai nilai pertanggungjawaban nasional, sejarah dan informasi jangka panjang perlu diselamatkan agar tidak hilang.

ANRI Akan Menjaga dan Melestarikannya

Setelah diserahkan, arsip tidak kemudian hanya disimpan di sebuah ruangan tertutup.

ANRI akan mengelola dan melestarikannya agar di kemudian hari dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, pendidikan maupun penguatan kebijakan publik.

Kepala ANRI Mego Pinandito menilai arsip pendidikan mempunyai posisi strategis karena mencatat perjalanan pembangunan pendidikan nasional, mulai dari kebijakan, program hingga implementasinya di masyarakat.

Hal tersebut membuat keberadaan arsip menjadi semacam jembatan antara keputusan yang dibuat pemerintah hari ini dengan kebutuhan masyarakat memahami sejarah pada masa depan.

Sebuah kebijakan yang saat ini mungkin terasa biasa dapat menjadi dokumen yang sangat berharga 20, 50 atau bahkan 100 tahun kemudian.

Kemendikdasmen Raih Nilai Kearsipan 98,14

Penyerahan arsip kali ini juga disertai capaian lain.

ANRI mencatat Kemendikdasmen memperoleh nilai pengawasan kearsipan 98,14 pada 2025 dengan kategori sangat memuaskan. Tingkat digitalisasi arsipnya juga mencapai 98,09.

Angka tersebut menunjukkan sebagian besar proses pengelolaan arsip sudah bergerak ke arah digital.

Namun transformasi digital bukan berarti persoalan arsip otomatis selesai.

Kemendikdasmen masih menghadapi tantangan dalam memastikan sumber daya manusia siap mengelola dokumen elektronik sekaligus membangun sistem informasi kearsipan yang saling terintegrasi.

Sebab dokumen digital pun tetap dapat hilang jika tidak ditata dengan benar.

File bisa rusak, sistem dapat berganti, format dokumen menjadi usang, sementara informasi sulit ditemukan apabila sejak awal tidak mempunyai sistem penyimpanan yang rapi.

ANRI Berikan Piagam Penghargaan

Dalam kegiatan yang sama, Kemendikdasmen juga menerima Piagam Penghargaan dari Kepala ANRI.

Penghargaan tersebut diberikan atas peran Kemendikdasmen dalam penyelamatan dan pelestarian arsip yang memiliki nilai guna pertanggungjawaban nasional bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Penghargaan itu menjadi penanda bahwa urusan kearsipan tidak hanya berkaitan dengan menyimpan dokumen lama.

Di baliknya terdapat tanggung jawab memastikan perjalanan sebuah institusi masih dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.

Arsip Pendidikan Bisa Menjadi Bahan Penelitian

Nilai sebuah arsip sering kali baru terasa ketika orang membutuhkan informasi yang sudah berusia puluhan tahun.

Peneliti pendidikan, misalnya, dapat membandingkan bagaimana aturan sekolah berubah dari satu periode pemerintahan ke periode berikutnya.

Sejarawan dapat melihat bagaimana negara merespons persoalan pendidikan pada suatu masa.

Pemerintah sendiri dapat menggunakan dokumen lama untuk mengevaluasi kebijakan sebelum menyusun aturan baru.

Karena itu, arsip yang tersimpan dengan baik tidak hanya bercerita mengenai masa lalu.

Ia dapat membantu orang membuat keputusan pada masa sekarang sekaligus menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.

Sudah Berkali-kali Menyerahkan Arsip

Penyerahan arsip pendidikan kepada ANRI juga bukan pertama kali dilakukan.

ANRI menyebut penyerahan 2026 merupakan penyerahan ke-23 sejak 2006. Dalam laporan yang sama, Kemendikdasmen juga disebut konsisten menyerahkan arsip statis secara rutin sejak 2008.

Rutinitas tersebut menunjukkan penyelamatan dokumen pendidikan dilakukan secara bertahap, bukan menunggu arsip menumpuk hingga puluhan tahun.

Kemendikdasmen juga telah mendorong Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip sejak 2025 untuk meningkatkan kesadaran unit kerja mengenai pentingnya pengelolaan dokumen.

Dokumen Hari Ini adalah Sejarah Besok

Bagi masyarakat umum, sebuah regulasi mungkin hanya terlihat sebagai lembaran berisi nomor, pasal dan tanda tangan pejabat.

Tetapi dokumen itulah yang suatu hari dapat menjelaskan mengapa suatu kebijakan diterapkan dan bagaimana pendidikan Indonesia berubah.

Tanpa arsip, sebuah keputusan mungkin masih diingat oleh orang-orang yang mengalaminya. Namun ketika generasi berganti, ingatan manusia ikut menghilang.

Arsip membuat cerita tersebut tetap mempunyai bukti.

Karena itu, penyerahan 139 arsip pendidikan kepada ANRI bukan sekadar memindahkan tumpukan dokumen dari satu instansi ke instansi lain.

Yang sedang disimpan sebenarnya adalah sebagian jejak perjalanan pendidikan Indonesia—agar puluhan tahun mendatang, generasi berikutnya masih dapat melihat keputusan apa yang pernah dibuat, bagaimana kebijakan berkembang, dan seperti apa upaya negara membangun pendidikan pada zaman kita.

Tags:
Khazanah Islam

Komentar Pengguna