Berita
Hilmi An Naufal

BKN Targetkan 600 Ribu ASN Ikuti Profiling hingga Desember 2026, Hasilnya Jadi Dasar Pengembangan Karier

BKN Targetkan 600 Ribu ASN Ikuti Profiling hingga Desember 2026, Hasilnya Jadi Dasar Pengembangan Karier

14 September 2026 | 06:21

KEBONCINTA.COM – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mempercepat pelaksanaan profiling Aparatur Sipil Negara melalui program Pro-ASN. Sebanyak 600 ribu ASN ditargetkan mengikuti pemetaan potensi dan kompetensi hingga Desember 2026.

Program tersebut dipersiapkan untuk dilaksanakan melalui Kantor Regional dan Unit Pelaksana Teknis BKN di berbagai wilayah Indonesia.

Profiling ASN menjadi salah satu langkah pemerintah membangun basis data aparatur yang lebih komprehensif. Data yang diperoleh nantinya dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kompetensi, perencanaan karier, manajemen talenta, serta penguatan penerapan sistem merit di instansi pemerintah.

Artinya, pengelolaan karier ASN diharapkan semakin mengandalkan data mengenai kemampuan dan potensi pegawai, bukan hanya berdasarkan masa kerja maupun pertimbangan administratif.

Wakil Kepala BKN Suharmen menekankan bahwa besarnya target peserta tidak boleh membuat kualitas profiling ASN dikorbankan.

Menurut BKN, standar pelaksanaan harus tetap jelas dan integritas petugas harus terjaga karena hasil pemetaan akan menjadi bagian penting dari basis data pengelolaan ASN nasional.

Hasil profiling diharapkan dapat menunjukkan kemampuan sekaligus bagian kompetensi ASN yang masih perlu dikembangkan.

Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan bagi instansi untuk menentukan pelatihan maupun program pengembangan pegawai yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Pendekatan berbasis data juga memungkinkan pemerintah melihat potensi pegawai yang dapat dikembangkan untuk menduduki jabatan tertentu di masa depan.

Program ini sekaligus berkaitan dengan penerapan manajemen talenta ASN. Melalui manajemen talenta, instansi pemerintah dapat memetakan pegawai berdasarkan potensi, kompetensi, kinerja dan kebutuhan organisasi.

BKN meminta seluruh kantor regional mempersiapkan pelaksanaan Pro-ASN dengan baik. Persiapan mencakup sarana dan prasarana, anggaran, jadwal pelaksanaan hingga ketersediaan fasilitas Computer Assisted Test atau CAT.

Pemutakhiran data jabatan juga menjadi perhatian. Data tersebut diperlukan agar hasil profiling dapat dihubungkan secara tepat dengan kebutuhan jabatan dan organisasi di masing-masing instansi.

BKN mengingatkan instansi pemerintah yang ingin menerapkan manajemen talenta harus terlebih dahulu memiliki data pegawai yang memadai. Tanpa data kompetensi dan potensi ASN yang akurat, pelaksanaan manajemen talenta berisiko tidak berjalan optimal.

Program profiling skala besar ini juga menunjukkan perubahan dalam pola pengelolaan aparatur pemerintah. ASN tidak hanya dilihat berdasarkan pangkat dan jabatan yang sedang ditempati, tetapi juga berdasarkan kemampuan, potensi pengembangan dan kecocokan kompetensinya.

Bagi ASN, hasil pemetaan dapat menjadi salah satu dasar untuk mengetahui bidang yang perlu ditingkatkan serta potensi yang dapat dikembangkan untuk menunjang perjalanan karier.

Sementara bagi instansi, data tersebut diharapkan membuat penempatan, pengembangan dan perencanaan karier pegawai menjadi lebih objektif.

Dengan target 600 ribu ASN hingga akhir 2026, pelaksanaan Pro-ASN akan menjadi salah satu agenda besar BKN dalam beberapa bulan mendatang dalam mendorong pengelolaan aparatur berbasis kompetensi dan sistem merit.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna