Berita
Hilmi An Naufal

BKN Mulai Profiling 815 Guru ASN DKI, Hasilnya Bakal Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Kompetensi

BKN Mulai Profiling 815 Guru ASN DKI, Hasilnya Bakal Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Kompetensi

10 September 2026 | 06:28

KEBONCINTA.COM – Kamis, 10 September 2026 – Badan Kepegawaian Negara atau BKN mulai memperkuat pemetaan kompetensi guru berstatus Aparatur Sipil Negara melalui program Profiling ASN atau Pro-ASN.

Terbaru, sebanyak 815 guru ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengikuti profiling potensi dan kompetensi.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan pengelolaan ASN berdasarkan sistem merit.

Artinya, pengembangan pegawai diharapkan semakin didasarkan pada kompetensi, potensi, kinerja dan kebutuhan organisasi, bukan sekadar masa kerja.

Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan bahwa guru ASN mempunyai posisi yang sangat strategis karena tidak hanya menjadi aparatur pemerintah, tetapi juga berperan langsung dalam membentuk masa depan generasi muda.

Guru mempunyai tanggung jawab yang berbeda dibandingkan banyak jabatan ASN lainnya.

Selain memberikan layanan publik, guru setiap hari berhadapan langsung dengan peserta didik.

Tugasnya tidak berhenti pada menyampaikan pengetahuan.

Guru juga mempunyai peran dalam membentuk karakter, kedisiplinan serta nilai-nilai yang dibawa murid dalam kehidupan bermasyarakat.

Profiling dilakukan untuk mengetahui gambaran potensi serta kompetensi masing-masing ASN.

Data tersebut nantinya dapat digunakan pemerintah untuk menentukan program pengembangan yang lebih tepat.

Misalnya seorang guru mempunyai kompetensi sangat kuat dalam kepemimpinan.

Data tersebut dapat menjadi bahan untuk pengembangan karier atau pemberian pelatihan yang sesuai.

Sebaliknya, jika terdapat kompetensi yang masih perlu diperkuat, pemerintah dapat merancang program peningkatan kemampuan berdasarkan kebutuhan nyata.

Pendekatan tersebut berbeda dengan pelatihan yang diberikan secara seragam kepada seluruh pegawai.

Setiap ASN sebenarnya mempunyai pengalaman, kemampuan dan kebutuhan pengembangan yang berbeda.

Dengan profiling, program peningkatan kompetensi diharapkan menjadi lebih terarah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan hasil profiling 815 guru tersebut akan menjadi pijakan dalam penguatan profesionalisme guru.

Pemerintah daerah juga berharap data yang diperoleh dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan hasil belajar peserta didik.

Program tersebut dibahas dalam Town Hall Guru ASN DKI Jakarta 2026 yang diikuti sekitar 400 guru ASN dari berbagai jenjang pendidikan.

BKN juga mengingatkan guru ASN bahwa mereka mempunyai dua identitas profesional sekaligus.

Mereka adalah guru sebagai pendidik dan ASN sebagai pelayan publik.

Karena itu standar perilaku dan kinerja yang diharapkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengajar.

ASN juga harus menunjukkan integritas, pelayanan yang baik serta menjaga kepercayaan masyarakat.

BKN meminta guru ASN membangun citra positif melalui kinerja.

Menurut Prof. Zudan, persepsi masyarakat terhadap ASN sangat dipengaruhi oleh bagaimana pegawai menjalankan tugas sehari-hari.

Bagi guru, kualitas pelayanan tersebut terlihat langsung oleh murid maupun orang tua.

Ketepatan waktu, profesionalisme, kemampuan berkomunikasi dan kualitas pembelajaran dapat membentuk kepercayaan masyarakat terhadap sekolah sekaligus pemerintah.

Guru ASN DKI juga diminta turut mengambil peran dalam persoalan anak tidak sekolah.

BKN menilai memastikan anak memperoleh akses pendidikan bukan hanya tanggung jawab satu lembaga.

Guru yang mengetahui kondisi lingkungan sekitar dapat ikut membantu mengidentifikasi murid atau anak usia sekolah yang berisiko tidak mendapatkan layanan pendidikan.

Program profiling 815 guru di Jakarta sendiri merupakan bagian dari agenda yang jauh lebih besar.

BKN menargetkan sekitar 600.000 ASN di Indonesia mengikuti Pro-ASN hingga Desember 2026.

Pesertanya tidak terbatas pada PNS.

PPPK juga menjadi bagian penting dari penguatan kualitas ASN.

BKN menilai peningkatan jumlah PPPK perlu diikuti pemetaan potensi dan kompetensi.

Pemerintah tidak hanya membutuhkan jumlah pegawai yang cukup.

Instansi juga harus mengetahui kemampuan masing-masing pegawai agar dapat menempatkan orang pada tugas yang sesuai.

Hasil profiling diharapkan menjadi salah satu basis dalam manajemen talenta ASN.

Manajemen talenta merupakan mekanisme untuk menemukan, mengembangkan dan menempatkan pegawai potensial berdasarkan kebutuhan organisasi.

Sistem tersebut dapat digunakan dalam pengembangan kompetensi, perencanaan karier hingga pengisian jabatan.

BKN menginginkan proses tersebut semakin berbasis data.

Selama ini persoalan pengelolaan pegawai dapat muncul ketika instansi mempunyai banyak ASN tetapi tidak mempunyai peta kompetensi yang cukup lengkap.

Akibatnya, sulit mengetahui pegawai mana yang membutuhkan pelatihan atau mempunyai potensi untuk dikembangkan.

Pro-ASN mencoba menjawab persoalan itu dengan menyediakan data yang lebih terstruktur.

BKN juga menekankan kualitas pelaksanaan profiling tidak boleh dikorbankan hanya demi mengejar target jumlah peserta.

Standar asesmen dan integritas proses tetap harus dijaga.

Setiap kantor regional dan UPT BKN diminta mempersiapkan fasilitas, jadwal, anggaran serta sarana CAT yang diperlukan.

Pemutakhiran data jabatan juga dibutuhkan agar hasil profiling dapat digunakan dengan tepat.

Bagi ASN guru, pengembangan semacam ini berpotensi memberikan manfaat jangka panjang.

Karier guru tidak seharusnya berhenti hanya pada kenaikan pangkat berdasarkan masa kerja.

Kompetensi, prestasi dan kapasitas kepemimpinan juga perlu mendapatkan ruang dalam sistem pengembangan karier.

Pemerintah saat ini memang terus mendorong penerapan sistem merit pada manajemen ASN.

Melalui sistem tersebut, keputusan kepegawaian diharapkan lebih objektif.

Pegawai dengan kompetensi dan kinerja yang baik mempunyai peluang pengembangan sesuai kemampuan mereka.

Sebanyak 815 guru ASN DKI yang telah diprofiling menjadi salah satu contoh penerapan pendekatan tersebut dalam dunia pendidikan.

Jika digunakan secara konsisten, hasil profiling tidak hanya bermanfaat bagi ASN.

Murid juga dapat mendapatkan dampak ketika guru memperoleh pengembangan kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna