Kesehatan
Hilmi An Naufal

Bio Farma Tembus Lebih dari 150 Negara, Nilai Ekspor Produk Kesehatan Lampaui Rp10 Triliun

Bio Farma Tembus Lebih dari 150 Negara, Nilai Ekspor Produk Kesehatan Lampaui Rp10 Triliun

18 Oktober 2026 | 10:04

KebonCinta.com — Produk kesehatan buatan Indonesia terus memperluas jangkauan di pasar internasional.

Bio Farma mencatat nilai ekspor kumulatif produknya mencapai lebih dari Rp10 triliun selama periode 2021 hingga 2025.

Produk vaksin perusahaan farmasi asal Bandung tersebut juga telah digunakan di lebih dari 150 negara.

Pasarnya tersebar di Asia, Afrika, Timur Tengah, Eropa hingga Amerika.

Bio Farma sendiri telah memasuki pasar internasional sejak 1997.

Sejak saat itu, perusahaan mencatat telah mengekspor lebih dari 90 miliar dosis vaksin.

Kapasitas produksi Bio Farma saat ini mencapai sekitar 3,1 miliar dosis per tahun.

Sebanyak 20 produknya juga telah mendapatkan prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Portofolio ekspornya mencakup vaksin untuk berbagai penyakit, termasuk polio dan campak.

Perusahaan juga mengembangkan bahan aktif vaksin yang digunakan dalam produksi produk kesehatan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bio Farma untuk terus memperkuat daya saing produk di pasar internasional,” ujar Direktur Komersial Bio Farma Fitri Puspadewi.

Baca Juga: Rukun Qauli dan Rukun Fi'li dalam Shalat: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya 

Ia menjelaskan perluasan pasar akan terus didorong melalui pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas, inovasi dan kerja sama lintas negara.

Bio Farma juga sedang memperkuat penguasaan teknologi vaksin di dalam negeri.

Salah satu produk yang dikembangkan adalah vaksin tifoid konjugat Bio-TCV.

Selain itu terdapat Bio-RV, vaksin rotavirus neonatal hasil kolaborasi dengan Murdoch Children's Research Institute.

Bio-RV telah memperoleh izin edar BPOM pada 2 September 2026.

Pengembangan vaksin dalam negeri dinilai penting bukan hanya untuk ekspor.

Kemampuan produksi nasional juga berhubungan dengan ketahanan kesehatan dan ketersediaan vaksin bagi masyarakat.

Capaian ekspor tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa industri kesehatan Indonesia memiliki peluang bersaing dalam rantai pasok kesehatan dunia.

Tantangan berikutnya adalah mempertahankan mutu, memperluas inovasi serta memastikan kemampuan riset dan produksi di dalam negeri terus berkembang.

Tags:
Bio Farma Vaksin Kesehatan Farmasi Ekspor WHO Sains Bandung

Komentar Pengguna