CIREBON – Drama kurir paket yang nyasar di labirin gang Bojongkulon kini resmi berakhir. Menutup masa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 2026, para mahasiswa Universitas Islam Bunga Bangsa (UIBB) Cirebon menyulap Desa Bojongkulon, Kecamatan Susukan, menjadi wilayah yang makin ramah navigasi lewat 12 "Patok Gang Informatif".
Selama ini, kerumitan nama gang di Bojongkulon kerap bikin kurir logistik dan driver ojol geleng-geleng kepala. Alamat yang simpang siur dan ketiadaan penanda jelas membuat pengantaran barang atau makanan sering diwarnai aksi mutar-mutar jalan.
Peka dengan penderitaan para pejuang cod dan ojol tersebut, tim KPM UIBB Cirebon menjadikan patok navigasi ini sebagai proyek puncak pengabdian mereka. Tak asal tancap, 12 patok tersebut didesain dengan tingkat keterbacaan tinggi dan dipasang presisi di titik-titik persimpangan yang selama ini dikenal sebagai "titik buta" navigasi desa.
Proses penentuannya pun melibatkan koordinasi sengit dengan perangkat desa hingga ketua RT/RW setempat. Hal ini dilakukan demi memastikan tiang penanda tidak mengganggu estetika desa, namun tetap mencolok bagi siapa saja yang lewat.
Aam Solikha, Koordinator Acara KPM UIBB Bojongkulon, mengungkapkan bahwa program ini adalah kenang-kenangan paling konkret yang bisa mereka tinggalkan.
"Tujuan dipasangnya patok gang ini untuk memudahkan mobilisasi masyarakat setempat dan pendatang dalam menemukan alamat dengan lebih mudah. Kami berharap para ibu-ibu yang memesan barang online sampai para driver ojek online tak perlu bingung lagi saat masuk ke gang-gang di Bojongkulon," ujar Aam di sela pemasangan patok terakhir.
Anggota tim KPM lainnya, Muhammad Farhan, turut mengamini. "Program ini menjadi penanda wilayah yang jelas mengenai nama-nama gang atau blok yang selama ini sering bikin terkecoh," tambahnya.
Langkah taktis para mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dari Kuwu Desa Bojongkulon. Ia mengapresiasi kepekaan mahasiswa UIBB terhadap masalah riil di lapangan. Penataan navigasi ini dinilai menjadi langkah awal yang penting bagi Desa Bojongkulon dalam menyambut era efisiensi ekonomi digital.
Pemasangan 12 patok ini sekaligus menandai berakhirnya masa bakti KPM UIBB Cirebon di desa tersebut. Meski para mahasiswa kini sudah pamit pulang ke kampus, keberadaan patok-patok ini akan terus berdiri kokoh—menjadi penunjuk jalan sekaligus bukti nyata bakti akademisi bagi warga desa. (swd)