Sains
Rahman Abdullah

Benarkah Karbon Dioksida Membuat Makanan Kurang Bergizi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Benarkah Karbon Dioksida Membuat Makanan Kurang Bergizi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

21 Juli 2026 | 16:03

Keboncinta.com-- Mengonsumsi makanan bergizi merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit. Banyak orang beranggapan bahwa selama mengonsumsi sayuran, buah-buahan, atau bahan pangan berkualitas, kebutuhan nutrisi akan selalu terpenuhi.

Namun, tahukah Anda bahwa kualitas gizi makanan juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan? Salah satu faktor yang kini menjadi perhatian para ilmuwan adalah meningkatnya kadar karbon dioksida (CO₂) di atmosfer. Selain berkontribusi terhadap perubahan iklim, kadar karbon dioksida yang berlebihan ternyata dapat memengaruhi kandungan nutrisi tanaman yang menjadi sumber pangan manusia.

Baca Juga: Misteri Orang yang Mudah Tidur Akhirnya Terjawab, Ternyata Dipengaruhi Faktor Ini

Karbon Dioksida Penting, tetapi Tidak Boleh Berlebihan

Karbon dioksida merupakan gas alami yang memiliki peran penting dalam kehidupan di Bumi. Tumbuhan memanfaatkan gas ini dalam proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan dan melepaskan oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup.

Meski demikian, peningkatan kadar karbon dioksida secara berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan, termasuk terhadap kualitas hasil pertanian.

Penelitian Menunjukkan Kandungan Gizi Tanaman Bisa Menurun

Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh pada lingkungan dengan konsentrasi karbon dioksida tinggi berpotensi mengalami penurunan kandungan nutrisi.

Salah satu penelitian yang dipublikasikan oleh Zhu dan rekan-rekannya pada 2018 membandingkan tanaman padi yang dibudidayakan pada kondisi kadar karbon dioksida normal dengan tanaman yang tumbuh pada lingkungan berkadar karbon dioksida lebih tinggi.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa padi yang terpapar karbon dioksida lebih tinggi memiliki kadar protein, zat besi, seng, serta vitamin B kompleks yang lebih rendah dibandingkan tanaman yang tumbuh pada kondisi normal.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena beras merupakan makanan pokok bagi jutaan penduduk dunia.

Baca Juga: Globalisasi Tak Selalu Menguntungkan, Ini Dampak Buruk yang Sering Tidak Disadari

Apa Dampaknya bagi Kesehatan Manusia?

Menurunnya kandungan nutrisi pada tanaman tentu dapat memengaruhi kualitas asupan gizi masyarakat.

Apabila bahan pangan mengandung protein, vitamin, dan mineral dalam jumlah lebih sedikit, maka kebutuhan nutrisi harian manusia juga berpotensi tidak terpenuhi secara optimal, meskipun jumlah makanan yang dikonsumsi tetap sama.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekurangan zat gizi tertentu, terutama di wilayah yang sangat bergantung pada hasil pertanian sebagai sumber utama pangan.

Mengapa Karbon Dioksida Terus Meningkat?

Peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia.

Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap kenaikan emisi karbon dioksida antara lain:

  • Pembakaran bahan bakar fosil untuk transportasi dan industri.

  • Emisi dari aktivitas pabrik dan pembangkit listrik.

  • Penebangan hutan yang mengurangi kemampuan alam menyerap karbon dioksida.

  • Penggunaan energi yang masih bergantung pada sumber tidak ramah lingkungan.

Akumulasi emisi tersebut tidak hanya memengaruhi kualitas udara, tetapi juga menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim global.

Baca Juga: PPPK Berhak atas Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kecelakaan Kerja dari Taspen Berikut Ketentuan Iuran dan Manfaat Lengkapnya

Dampak Karbon Dioksida terhadap Perubahan Iklim

Pada kadar normal, karbon dioksida membantu menjaga suhu Bumi agar tetap hangat dan layak dihuni.

Namun, ketika konsentrasinya meningkat secara berlebihan, gas ini memperkuat efek rumah kaca sehingga suhu rata-rata Bumi terus mengalami kenaikan.

Akibatnya, berbagai fenomena cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan, banjir, hingga perubahan pola musim semakin sering terjadi di berbagai wilayah dunia.

Langkah yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Emisi Karbon Dioksida

Mengurangi peningkatan karbon dioksida memerlukan kerja sama seluruh masyarakat.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain menggunakan transportasi umum, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan, menghemat konsumsi listrik, serta memperbanyak penanaman pohon sebagai penyerap karbon alami.

Langkah-langkah tersebut tidak hanya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga berkontribusi menjaga kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.

Baca Juga: TKA 2026 Segera Dimulai Ini Alur Pendaftaran yang Wajib Dipahami Seluruh Peserta dan Sekolah

Karbon dioksida memang memiliki peran penting dalam kehidupan karena dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Namun, peningkatan kadarnya secara berlebihan ternyata dapat menurunkan kandungan nutrisi berbagai tanaman pangan, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas gizi masyarakat.

Selain berdampak pada kesehatan, tingginya emisi karbon dioksida juga menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim global. Oleh karena itu, upaya mengurangi emisi dan menjaga kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama agar kualitas pangan dan keberlangsungan kehidupan di Bumi tetap terjaga.***

Tags:
Sains Makanan Bergizi ilmu pengetahuan

Komentar Pengguna