Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Benarkah Dajjal Takut pada Dukhan yang Muncul Jelang Kiamat? Ini Penjelasan Haditsnya

Benarkah Dajjal Takut pada Dukhan yang Muncul Jelang Kiamat? Ini Penjelasan Haditsnya

04 November 2026 | 09:43

Keboncinta.com — Kemunculan dukhan (kabut atau asap tebal) serta kedatangan Dajjal merupakan dua dari sepuluh tanda besar kiamat (al-علامات الكبرى) yang telah dinubuatkan oleh Rasulullah SAW. Di tengah berbagai literatur eskatologi akhir zaman, kerap beredar narasi yang menyebutkan bahwa Dajjal memiliki rasa takut yang besar terhadap dukhan, sebab kabut tersebut diyakini membawa dampak buruk bagi dirinya beserta para pengikutnya.

Lantas, sejauh mana kebenaran klaim tersebut berdasarkan dalil hadits dan riwayat para ulama?

Hakikat Dukhan dan Dampaknya bagi Manusia

Dukhan secara bahasa bermakna asap atau kabut tebal yang menyelimuti atmosfer bumi. Kehadirannya ditegaskan langsung oleh Nabi SAW dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Hudzaifah bin Usaid al-Ghifari RA mengenai sepuluh tanda utama hari kiamat.

Dalam riwayat lain dari Imam Thabrani, dijelaskan pula dampak spesifik yang ditimbulkan oleh dukhan ketika menimpa manusia:

"Sesungguhnya Rabb kalian memperingatkan kalian dari tiga hal: asap yang jika mengenai orang muslim maka mereka merasakan seperti pilek, sedangkan jika mengenai orang kafir maka mereka akan sesak nafas dan keluar cairan dari kuping mereka..." (HR. Thabrani).

Sementara itu, dari sudut pandang sains dan tafsir kontemporer, seperti yang diulas dalam buku Al-Qur'an dan Tafsirnya terbitan Kementerian Agama RI, fenomena dukhan dihubungkan dengan potensi benturan dahsyat antara bumi dan benda langit (seperti meteor asteroid) yang menghamburkan partikel debu masif ke angkasa. Partikel debu pekat ini nantinya akan menutupi sinar matahari dalam jangka panjang, memicu penurunan suhu drastis secara global, dan menyebabkan krisis ekologis yang parah.

Baca Juga: Mengapa Manusia Bangkit Tanpa Alas Kaki dan Khitan? Ini Fakta Hari Kiamat Menurut Hadits 

Analisis Riwayat Hubungan Dukhan dengan Dajjal

Asumsi mengenai ketakutan Dajjal terhadap dukhan kerap disandarkan pada sebuah peristiwa masyhur dalam Shahih Bukhari ketika Rasulullah SAW mendatangi seorang pemuda bernama Ibnu Sayyad, yang pada masa itu dicurigai oleh sebagian sahabat sebagai sosok Dajjal (atau salah satu dari indikasi Dajjal).

Kisah tersebut terekam dalam dialog ketika Rasulullah SAW sengaja menyembunyikan sesuatu dalam hati beliau untuk menguji Ibnu Sayyad, lalu bertanya, "Apa yang kamu lihat?" Ibnu Sayyad menjawab, "Ada orang jujur dan pendusta datang padaku." Nabi SAW kemudian bersabda, "Aku telah menyembunyikan sesuatu untukmu." Ibnu Sayyad langsung menebak, "Itu adalah ad-dukh (asap/dukhan)." Mendengar tebakan tersebut, Nabi SAW langsung menghardiknya, "Diamlah, engkau tidak akan melampaui takdirmu!"

Sebagian penulis buku akhir zaman (seperti Wisnu Sasongko dalam Armageddon, Peperangan Akhir Zaman dan Muhammad Alexander dalam Armagedon 2012) mengaitkan teks hadits di atas dengan asumsi bahwa Ibnu Sayyad (Dajjal) mengetahui atau takut terhadap dukhan. Terlebih, ada pula riwayat Tirmidzi dan Ahmad yang menyebutkan bahwa pengikut Dajjal memiliki ciri fisik berwajah bengkak seperti "perisai yang dipukuli"—yang oleh sebagian kalangan diinterpretasikan sebagai dampak paparan dukhan.

Pandangan Kritis Ulama

Kendati narasi ketakutan Dajjal terhadap dukhan populer dalam wacana literatur populer akhir zaman, para ulama ahli hadits menegaskan bahwa teks-teks sahih tidak secara eksplisit menyatakan Dajjal merasa takut kepada dukhan.

Peristiwa tebakan Ibnu Sayyad mengenai kata "ad-dukh" (yang dipotong dari kata dukhan dalam Surat Ad-Dukhan ayat 10) murni menunjukkan kemampuan bisikan setan atau qarin yang dimiliki Ibnu Sayyad saat itu, sehingga ia mencoba menebak isi hati Nabi SAW, yang kemudian langsung dihentikan oleh Rasulullah SAW karena melampaui batas.

Pada akhirnya, urutan kemunculan tanda-tanda kiamat besar—termasuk mana yang lebih dulu antara dukhan, keluarnya Dajjal, turunnya Nabi Isa AS, hingga kemunculan Dabbah—tetap berada dalam lingkup ghaib yang kepastian kronologinya merupakan rahasia mutlak Allah SWT. Tugas utama seorang mukmin bukanlah sibuk memperdebatkan detail skenario yang belum terjadi, melainkan meyakini seluruh tanda tersebut sebagai bagian dari rukun iman serta mempersiapkan amal saleh menyambut hari akhir. Wallahu a'lam.

Tags:
Tanda Kiamat Dajjal Dukhan

Komentar Pengguna