Pertahanan turut menjadi bidang prioritas dalam program ini. Calon pendaftar perlu mencari program studi yang relevan dengan bidang tersebut dan memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan beasiswa.
9. Kebijakan publik dan hukum
Tidak semua bidang prioritas berfokus pada teknologi atau industri. Kebijakan publik dan hukum juga termasuk dalam daftar, sehingga calon mahasiswa yang berminat pada tata kelola, regulasi, dan persoalan hukum dapat mempertimbangkan bidang ini.
10. Bisnis dan ekonomi
Bidang bisnis dan ekonomi melengkapi daftar prioritas Beasiswa Garuda. Pilihan ini dapat menjadi pertimbangan bagi siswa yang tertarik pada aktivitas ekonomi, pengelolaan usaha, dan kajian bisnis.
Daftar tersebut menunjukkan bahwa bidang prioritas program mencakup beragam disiplin ilmu. Meski demikian, calon peserta tetap perlu memastikan jurusan yang dipilih benar-benar sesuai dengan ketentuan program beasiswa yang berlaku.
Sebelum mendaftar, siswa juga perlu memperhatikan ketentuan akademik dan dokumen pendukung. Salah satu persyaratan yang disebutkan adalah hasil tes IQ dengan skor minimal 120.
Tes IQ dapat dilakukan melalui biro konsultasi psikologi di perguruan tinggi yang berada di bawah Kemdiktisaintek dan memiliki akreditasi Baik atau Baik Sekali/Unggul. Kompetensi yang dinilai sekurang-kurangnya mencakup kemampuan verbal, numerik, spasial, memori, logika, serta pemrosesan informasi.
Calon peserta juga harus memenuhi ketentuan kemampuan bahasa Inggris. Hasil IELTS yang diterima memiliki skor keseluruhan minimal 6,5, dengan nilai setiap komponen listening, reading, writing, dan speaking tidak kurang dari 6,0. Alternatif lainnya adalah TOEFL ITP dengan skor minimum 550.
Persyaratan SAT juga perlu diperhatikan. Calon pendaftar ditetapkan harus memiliki skor SAT minimal 1.200. Jika belum mempunyai hasil SAT atau memperoleh skor di bawah ketentuan, peserta wajib mengikuti tes bakat skolastik yang diselenggarakan Beasiswa Garuda.
Tidak adanya kewajiban melampirkan LoA saat mendaftar dapat membantu siswa mengatur tahapan persiapan. Calon peserta bisa terlebih dahulu menelusuri perguruan tinggi, membandingkan program studi, dan memeriksa kesesuaiannya dengan bidang prioritas Beasiswa Garuda.
Berdasarkan ketentuan yang disampaikan dalam referensi, penerima beasiswa memiliki waktu hingga satu tahun setelah penetapan untuk memperoleh LoA pada program studi sesuai prioritas nasional. Karena itu, siswa tetap perlu menyiapkan rencana studi secara terarah.
Namun, ketentuan tersebut bukan berarti seluruh persyaratan dapat diabaikan saat pendaftaran. Dokumen hasil tes dan bukti kemampuan bahasa Inggris tetap perlu diperhatikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sambil menunggu pembukaan pendaftaran, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan calon peserta:
Beasiswa Garuda dapat menjadi salah satu peluang yang dipertimbangkan siswa dalam merencanakan pendidikan tinggi. Dengan memahami bidang prioritas dan menyiapkan persyaratan sejak awal, calon pendaftar dapat menyusun rencana studi secara lebih matang sambil menunggu pengumuman resmi mengenai pembukaan seleksi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir