Keboncinta.com — Menemukan pasangan hidup yang seiman menjadi harapan banyak Muslim. Dalam Islam, pernikahan bukan hanya ikatan antara dua orang, melainkan juga ibadah yang membutuhkan komitmen, kesamaan nilai, dan tujuan membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Selain melakukan ikhtiar nyata, seorang Muslim dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar diberikan pasangan yang baik. Doa menjadi bentuk penghambaan sekaligus pengakuan bahwa jodoh dan segala urusan kehidupan berada dalam ketentuan-Nya.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa perempuan dinikahi karena empat hal, yakni harta, keturunan, kecantikan, dan agama. Beliau kemudian menganjurkan agar seseorang mengutamakan agama. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim ini menjadi pengingat bahwa kualitas keimanan dan akhlak perlu menjadi pertimbangan utama dalam memilih pasangan.
Dalam buku Dengan Izin-Nya, Kamulah Jodohku, Dr. Ahdar Djamaluddin menjelaskan pentingnya kesabaran, ikhtiar, dan salat istikharah dalam proses mencari pasangan hidup. Doa bukan sekadar permintaan, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah ketika menghadapi persoalan jodoh.
Al-Qur’an juga memuat sejumlah doa para nabi yang dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam. Salah satunya adalah doa Nabi Musa AS dalam Surah Al-Qasas ayat 24. Meski ayat tersebut tidak secara khusus menyebut permintaan jodoh, kandungannya mengajarkan ketergantungan seorang hamba kepada Allah dalam memohon kebaikan.
Berikut kumpulan doa agar segera menemukan pasangan hidup yang seiman, lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, dan penjelasannya.
Baca Juga: Jangan Biarkan Hati Busuk Saat Orang Lain Berhasil! Ini Bacaan Doa Penangkal Hasad yang Mujarab
Arab:
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Latin:
Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr.
Artinya:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”
Doa ini dibaca Nabi Musa AS setelah membantu dua perempuan mengambil air untuk ternak mereka di Madyan. Saat itu, Nabi Musa berada dalam keadaan membutuhkan pertolongan dan belum memiliki tempat tinggal yang mapan.
Kisah tersebut dilanjutkan dengan datangnya salah seorang perempuan yang mengundangnya untuk menemui ayahnya. Dalam penjelasan kisah ini, Nabi Musa kemudian mendapat tawaran untuk bekerja dan menikah dengan salah seorang putri orang saleh tersebut.
Meski demikian, Surah Al-Qasas ayat 24 tidak secara eksplisit menyebut bahwa Nabi Musa sedang berdoa meminta jodoh. Doa ini lebih umum berisi pengakuan atas kebutuhan seorang hamba terhadap kebaikan yang Allah turunkan.
Karena maknanya luas, doa tersebut dapat diamalkan ketika seseorang memohon berbagai kebaikan, termasuk rezeki, kemudahan hidup, dan pasangan yang saleh atau salehah. Pengamalannya hendaknya disertai ikhtiar serta tidak diyakini sebagai formula yang menjamin jodoh datang dalam waktu tertentu.
Arab:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Latin:
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yun waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
Doa ini terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Kandungannya mencakup permohonan agar Allah memberikan pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati.
Istilah qurrata a‘yun dapat dimaknai sebagai sesuatu yang menenangkan dan membahagiakan hati. Dalam konteks keluarga, ketenangan tersebut tidak hanya berasal dari hubungan yang harmonis, tetapi juga dari ketaatan kepada Allah.
Doa ini dapat diamalkan oleh mereka yang belum menikah maupun pasangan yang telah berumah tangga. Bagi seseorang yang sedang mencari jodoh, ayat tersebut menjadi permohonan agar dipertemukan dengan pasangan yang baik dan bersama-sama membangun kehidupan yang diridai Allah.
Arab:
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Latin:
Rabbi lā tażarnī fardan wa anta khairul-wāriṡīn.
Artinya:
“Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.”
Doa ini dipanjatkan Nabi Zakaria AS ketika memohon keturunan kepada Allah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir