KebonCinta.com — NU Online Institute bekerja sama dengan Majelis Ulama Malaysia membuka seleksi beasiswa pendidikan tinggi bagi santri. Pendaftaran gelombang pertama berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 melalui laman https://institute.nu.or.id/.
Program ini menawarkan pilihan jenjang sarjana, magister, dan doktor. Dukungan yang diumumkan mencakup biaya kuliah, tempat tinggal, uang saku sebesar 300 ringgit, serta tiket pesawat pulang-pergi bagi penerima gelombang pertama.
Direktur Utama NU Online Institute Ahmad Mundzir menyampaikan bahwa kuota awal masih terbatas. Calon peserta diminta memperhatikan kesesuaian jurusan dan menyiapkan administrasi karena masa pendaftaran hanya berlangsung tiga hari.
PERSYARATAN PESERTA
Baca Juga: Generasi Sandwich Terjepit Beban Finansial dan Mental, Ini Tantangan yang Sering Dihadapi
Pendaftar harus merupakan warga negara Indonesia beragama Islam, berstatus santri aktif atau alumni pesantren. Pengalaman mukim dan belajar di pesantren minimal tiga tahun perlu dibuktikan dengan surat keterangan.
Program menyasar peserta dari kategori asnaf fakir atau miskin. Bukti yang diminta mencakup surat keterangan tidak mampu atau keterangan asnaf dari desa maupun kelurahan, pernyataan penghasilan, foto rumah, serta tagihan listrik atau air.
Persyaratan akademik meliputi prestasi yang sangat baik dan ijazah sesuai jenjang tujuan. Peserta juga diminta memiliki hasil tes bahasa Inggris, seperti IELTS, TOEFL, atau sertifikat setara, serta pernyataan bermeterai mengenai catatan kedisiplinan.
PILIHAN BIDANG STUDI
Pada jenjang sarjana, pilihan yang diumumkan antara lain administrasi bisnis, manajemen rantai pasok internasional, keuangan Islam, keperawatan, farmasi, dan ilmu biomedis. Pilihan magister mencakup administrasi bisnis, keperawatan, dan ilmu kesehatan.
Sementara itu, pilihan doktor mencakup pendidikan, bisnis, sains, dan keperawatan. Calon peserta perlu mencocokkan pilihan tersebut dengan ijazah, kemampuan bahasa, dan ketentuan penerimaan perguruan tinggi.
TAHAPAN SELEKSI
Pendaftaran, pengunggahan berkas, dan psikotes daring berlangsung pada 27–29 Oktober. Seleksi administrasi dijadwalkan pada 31 Oktober–2 November, dilanjutkan tes intelektual pada 5 November dan wawancara daring pada 7 November 2026.
Pengumuman penerima dijadwalkan pada 9 November. Jadwal program juga mencantumkan tahapan pengurusan dokumen perjalanan, pembekalan, serta rencana keberangkatan pada awal Desember.
PERHATIKAN DOKUMEN PERJALANAN
Dalam jadwal yang diumumkan, paspor penerima harus tersedia paling lambat 15 November untuk mendukung pengajuan izin belajar. Karena itu, kesiapan dokumen perjalanan perlu diperhatikan bersamaan dengan persiapan seleksi.
Calon peserta sebaiknya membuat daftar periksa berkas, memastikan hasil pindai terbaca, dan menggunakan identitas yang konsisten. Periksa pula rincian kampus, pembiayaan, dan kewajiban penerima melalui informasi penyelenggara sebelum menyelesaikan pendaftaran.
Seluruh tanggal keberangkatan dan awal perkuliahan masih merupakan jadwal program. Peserta yang lolos perlu mengikuti pemberitahuan lanjutan mengenai penerimaan kampus, izin belajar, visa, dan persiapan keberangkatan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir