KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai Tahun Ajaran 2027/2028.
Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah menggandeng 101 perguruan tinggi negeri dan swasta untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam mengajarkan Bahasa Inggris.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI). Penandatanganan perjanjian kerja sama berlangsung di Jakarta pada Kamis, 5 November 2026.
BAHASA INGGRIS WAJIB MULAI KELAS 3 SD
Berdasarkan penjelasan Kemendikdasmen, penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai Tahun Ajaran 2027/2028 akan dilaksanakan secara bertahap dari kelas 3 sekolah dasar.
Kebijakan ini berkaitan dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Pemerintah menilai peningkatan kompetensi guru perlu dipersiapkan sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menekankan pentingnya kemampuan pedagogis dan kepercayaan diri guru dalam menyampaikan pembelajaran Bahasa Inggris.
Pembelajaran yang disiapkan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan kosakata, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang aktif, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan anak.
101 PERGURUAN TINGGI DILIBATKAN
Dalam program PKGSD-MBI, pemerintah melibatkan 101 perguruan tinggi untuk membantu penyelenggaraan pelatihan guru melalui skema Bantuan Pemerintah.
Program tersebut dirancang menjangkau guru dari 58.482 sekolah sasaran yang tersebar di 19 provinsi, 227 kabupaten/kota, dan 2.717 kecamatan.
Untuk mendukung pelaksanaannya, direncanakan sebanyak 3.002 kelas pelatihan.
Angka tersebut merupakan cakupan sasaran program, sehingga tidak boleh langsung diartikan bahwa seluruh guru dari sekolah-sekolah tersebut telah menyelesaikan pelatihan.
PELATIHAN BERLANGSUNG 80 JAM PELAJARAN
Pelatihan dirancang berlangsung selama 10 hari efektif dengan total 80 jam pelajaran.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 jam pelajaran dilaksanakan melalui pertemuan tatap muka dan 40 jam pelajaran melalui kegiatan belajar mandiri menggunakan Ruang GTK.
Peserta akan memperoleh penguatan materi Bahasa Inggris, penyusunan perangkat pembelajaran, praktik mengajar, simulasi, serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa SD.
RIBUAN GURU SUDAH MENGIKUTI PENGEMBANGAN KOMPETENSI
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan 1.057 fasilitator daerah pada 2025.
Selanjutnya, selama 2026, sekitar 5.777 guru SD telah dijangkau melalui pelatihan terstruktur dengan pola In-On-In yang menggabungkan pembelajaran, praktik di sekolah, dan penguatan kompetensi.
Selain itu, sekitar 15.000 guru telah mengakses pelatihan mandiri melalui Ruang GTK.
CARA MENGAKSES INFORMASI PROGRAM
Guru sekolah dasar yang ingin mengetahui informasi mengenai pengembangan kompetensi Bahasa Inggris dapat memantau situs Direktorat Guru Pendidikan Dasar melalui https://gurudikdas.kemendikdasmen.go.id.
Informasi terkait pembelajaran mandiri juga dapat diperiksa melalui layanan Ruang GTK dan koordinasi dengan dinas pendidikan setempat.
Pengumuman kerja sama dengan perguruan tinggi ini bukan berarti pendaftaran umum telah dibuka untuk seluruh guru. Keikutsertaan dan pelaksanaan program tetap mengikuti ketentuan penyelenggara.
Melalui persiapan tersebut, pemerintah berharap guru SD memiliki waktu dan dukungan yang memadai sebelum penerapan kebijakan Bahasa Inggris wajib pada Tahun Ajaran 2027/2028.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir