Pendidikan
Al Fina

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD 2027, Kemendikdasmen Gandeng 101 Kampus untuk Latih Guru

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD 2027, Kemendikdasmen Gandeng 101 Kampus untuk Latih Guru

05 November 2026 | 20:39

KebonCinta.com - Penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 sekolah dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027/2028 membuat pemerintah harus menyiapkan tenaga pendidik sejak dini.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di berbagai daerah. Sebanyak 101 kampus dilibatkan dalam program Pengembangan Kompetensi Guru SD dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI).

Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru kelas 3 SD yang nantinya bertanggung jawab mendampingi peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani menjelaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dari persiapan pelaksanaan kebijakan tersebut.

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

Dari total 107 perguruan tinggi yang memiliki program studi pendidikan Bahasa Inggris, sebanyak 101 kampus menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam program pelatihan.

"Ini melibatkan semua perguruan tinggi yang memiliki prodi bahasa Inggris, baik negeri maupun swasta," tutur Nunuk dalam acara Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah PKGSD MBI di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).

Sebanyak 58.482 Guru dari 19 Provinsi Menjadi Sasaran

Skala pelaksanaan program PKGSD MBI terbilang luas. Pemerintah menargetkan 58.482 guru yang berasal dari jumlah sekolah yang sama untuk mengikuti pelatihan.

Para peserta tersebut tersebar di 19 provinsi, 227 kabupaten/kota, dan 2.717 kecamatan di Indonesia.

Setiap sekolah sasaran akan mengirimkan satu guru kelas 3 untuk mengikuti program peningkatan kompetensi tersebut.

Untuk menunjang pelaksanaannya, Kemendikdasmen juga telah menyiapkan 3.002 kelas pelatihan agar kegiatan dapat menjangkau peserta di berbagai wilayah.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib tidak hanya membutuhkan perubahan kurikulum, tetapi juga koordinasi sumber daya manusia dan lembaga pendidikan dalam skala nasional.

Empat Tanggung Jawab Perguruan Tinggi

Dalam program ini, perguruan tinggi tidak sekadar menjadi tempat penyelenggaraan kursus. Kampus juga mendapatkan tanggung jawab untuk memastikan pelatihan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Nunuk menjelaskan bahwa terdapat empat tugas utama perguruan tinggi yang terlibat dalam PKGSD MBI.

Pertama, mengelola bantuan pemerintah yang diberikan untuk mendukung pelaksanaan program. Kedua, menyiapkan fasilitator serta sumber daya yang dibutuhkan selama pelatihan berlangsung.

Ketiga, menyusun laporan mengenai pelaksanaan kegiatan. Keempat, mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran sesuai ketentuan.

Pembagian tanggung jawab tersebut diharapkan membuat pelaksanaan pelatihan lebih terarah, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan guru di setiap daerah.

Kemendikdasmen juga menyiapkan pemetaan sekolah sasaran serta pembagian wilayah pelaksanaan kepada kampus yang berpartisipasi.

Kampus Diharapkan Berkontribusi bagi Pendidikan Daerah

Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam program ini memiliki arti lebih luas daripada sekadar pelatihan tenaga pendidik.

Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik, tenaga pengajar, serta jaringan keilmuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar.

Nunuk berharap kerja sama tersebut dapat menjadi bentuk kontribusi berkelanjutan perguruan tinggi dalam membantu meningkatkan kompetensi guru.

Selain memanfaatkan dosen dan fasilitator, kampus juga dapat mengoptimalkan sumber daya serta alumni program PKGSD MBI sesuai kebutuhan dan ketersediaan di wilayah masing-masing.

"Kami berharap kerja sama ini tidak hanya mendukung terlaksananya pelatihan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui pendampingan kepada guru sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat," ucapnya.

Persiapan Menuju Bahasa Inggris Wajib Kelas 3 SD

Program PKGSD MBI menjadi salah satu langkah pemerintah sebelum menerapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027/2028.

Melalui pelibatan 101 perguruan tinggi, pemerintah berupaya memperluas jangkauan peningkatan kompetensi guru hingga berbagai daerah.

Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil pelatihan benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Sebab, keberhasilan kebijakan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh jumlah guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga kemampuan mereka mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Dengan dukungan perguruan tinggi dan koordinasi pemerintah daerah, program ini diharapkan menjadi fondasi bagi pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar secara lebih merata.***

Tags:
kemendikdasmen bahasa inggris

Komentar Pengguna