Pendidikan
Al Fina

Bahasa Indonesia Menuju Panggung Dunia, Kemendikdasmen Siapkan Strategi Besar Lewat 16 Produk Baru!

Bahasa Indonesia Menuju Panggung Dunia, Kemendikdasmen Siapkan Strategi Besar Lewat 16 Produk Baru!

04 November 2026 | 19:06

 

KebonCinta.com - Bahasa Indonesia memiliki peran yang semakin penting, bukan hanya sebagai identitas nasional, tetapi juga sebagai salah satu sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Tantangan pengembangan bahasa Indonesia kini tidak cukup diselesaikan dengan meningkatkan kemampuan berbahasa di dalam negeri. Diperlukan langkah yang lebih luas agar bahasa Indonesia semakin dikenal, dipelajari, dan digunakan dalam berbagai ruang internasional.

Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam momentum Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026.

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

Melalui Badan Bahasa, pemerintah meluncurkan 16 produk kebahasaan dan kesastraan. Inovasi tersebut mencakup bahan bacaan pendidikan, karya terjemahan, kamus pelajar, hingga dokumen strategis untuk mendukung pengembangan dan penginternasionalan bahasa Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa kebanggaan terhadap bahasa nasional perlu diwujudkan melalui penggunaan nyata dalam berbagai bidang kehidupan.

Menurutnya, bahasa Indonesia harus semakin kuat dalam komunikasi sehari-hari, kegiatan seni, hingga penulisan karya ilmiah.

Bahasa Indonesia Tidak Cukup Hanya Dibanggakan

Penguatan bahasa nasional membutuhkan keterlibatan masyarakat dari berbagai generasi. Kebanggaan terhadap bahasa Indonesia perlu tercermin dalam kemampuan menggunakannya secara produktif dan positif.

Abdul Mu'ti mengatakan, pemerintah ingin semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, memiliki kebanggaan terhadap bahasa Indonesia.

"Melalui peringatan dan puncak Bulan Bahasa ini, kami berusaha untuk makin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin bangga menggunakan bahasa Indonesia baik dalam komunikasi sehari-hari, ekspresi seni, penulisan karya ilmiah, dan berbagai hal yang positif lainnya," ujar Mu'ti, dikutip dari laman Kemendikdasmen, Selasa (3/11/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan bahasa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pelestarian kosakata, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas komunikasi dan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan pengetahuan.

Diplomasi Bahasa Dimulai dari Karya dan Bahan Bacaan

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah memperkuat ketersediaan karya terjemahan serta bahan bacaan lintas bahasa.

Dalam peluncuran 16 produk tersebut, terdapat 80 buku terjemahan cerita anak berbahasa asing untuk kepentingan diplomasi dan 130 buku terjemahan cerita anak berbahasa Indonesia.

Kehadiran karya terjemahan memiliki peran penting dalam mempertemukan pembaca dari latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda.

Melalui penerjemahan, masyarakat dapat mengenal cerita dari negara lain sekaligus memperluas ruang bagi karya Indonesia untuk diperkenalkan kepada pembaca yang lebih luas.

Pemerintah juga menghadirkan antologi terjemahan cerita anak karya pemenang sayembara, terjemahan karya sastra, serta dokumen strategis lembaga multilateral.

Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia Jadi Perhatian

Tidak hanya melalui karya sastra, pengembangan bahasa Indonesia juga diperkuat lewat penyusunan arah kebijakan.

Kemendikdasmen meluncurkan Buku Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia (PJBI) dan Buku Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia (IPBI).

Kedua produk tersebut menjadi bagian dari perangkat pengembangan bahasa Indonesia dalam konteks internasional.

Peta jalan diperlukan untuk memberikan arah bagi upaya penginternasionalan bahasa, sedangkan indeks menjadi salah satu instrumen untuk melihat perkembangan upaya tersebut.

Selain itu, pemerintah turut memperkenalkan Rekomendasi Kongres Bahasa Daerah dan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Indeks Pembangunan Kebahasaan.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa penguatan bahasa Indonesia perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap keberagaman bahasa daerah.

Bahasa Daerah Tetap Menjadi Bagian dari Identitas Bangsa

Di tengah upaya memperluas penggunaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah juga tidak boleh diabaikan.

Indonesia memiliki kekayaan bahasa daerah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat dan warisan budaya bangsa.

Karena itu, tema Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026, yakni "Bahasa Indonesia Bermartabat; Indonesia Berdaulat", membawa pesan mengenai pentingnya memperkuat bahasa nasional tanpa mengesampingkan keberadaan bahasa daerah.

Penguasaan bahasa asing juga tetap diperlukan untuk membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat internasional.

Dengan demikian, pengembangan kemampuan berbahasa perlu ditempatkan dalam keseimbangan antara penguatan identitas nasional, pelestarian bahasa daerah, dan keterbukaan terhadap dunia.

Literasi Menjadi Fondasi Pengembangan Bahasa

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa peluncuran berbagai produk kebahasaan dan kesastraan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas.

Menurutnya, penyediaan produk tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kompetensi serta kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia.

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai bahan bacaan, mulai dari kamus untuk pelajar, komik literasi dan numerasi, hingga 300 buku bermutu untuk peserta didik berkebutuhan khusus.

Keberagaman produk tersebut memperlihatkan bahwa penguatan bahasa perlu dimulai dari lingkungan pendidikan dengan memberikan akses belajar yang lebih luas kepada seluruh peserta didik.

Hafidz menyampaikan, "Peluncuran produk tersebut diharapkan dapat menjadi komitmen kita semuanya untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas serta meningkatkan kompetensi dan kesadaran berbahasa Indonesia dalam wujud pendidikan bermutu untuk semua."

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kemendikdasmen juga memberikan penghargaan kepada tokoh, lembaga, dan media yang berkontribusi dalam pengembangan bahasa dan sastra Indonesia.

Menjadikan Bahasa Indonesia Lebih Dikenal Dunia

Pengembangan bahasa Indonesia membutuhkan proses panjang yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas sastra, media, hingga masyarakat.

Penyediaan bahan bacaan, penerjemahan karya, penyusunan kebijakan, serta penguatan literasi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem bahasa yang lebih kuat.

Namun, keberhasilan penginternasionalan bahasa Indonesia tidak hanya ditentukan oleh banyaknya produk yang diterbitkan. Pemanfaatan karya, peningkatan kualitas pembelajaran, dan semakin luasnya ruang penggunaan bahasa Indonesia juga menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Melalui momentum Bulan Bahasa dan Sastra 2026, pemerintah berharap bahasa Indonesia semakin bermartabat di dalam negeri sekaligus memiliki posisi yang semakin kuat dalam pergaulan internasional.

Sebab, bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Di dalamnya terdapat identitas, pengetahuan, kebudayaan, dan cara sebuah bangsa memperkenalkan dirinya kepada dunia.***

Tags:
Bahasa Indonesia kemendikdasmen

Komentar Pengguna