Gaya Hidup
Rahman Abdullah

Bagaimana Kebiasaan Terbentuk? Kenali Siklus Otak dan Cara Membangun Kebiasaan Baik

Bagaimana Kebiasaan Terbentuk? Kenali Siklus Otak dan Cara Membangun Kebiasaan Baik

25 Oktober 2026 | 18:33

KebonCinta.com-- Pernahkah kamu refleks menyalakan lampu saat memasuki ruangan gelap? Atau terbiasa mengambil kopi setiap pagi sebelum mulai bekerja? Tindakan sederhana seperti itu sering dilakukan tanpa perlu berpikir panjang karena sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana sebuah kebiasaan terbentuk. Perilaku yang awalnya dilakukan secara sadar dapat berubah menjadi tindakan otomatis setelah diulang berkali-kali dalam situasi yang serupa.

Lantas, bagaimana otak membentuk kebiasaan hingga seseorang bisa melakukan sesuatu tanpa banyak pertimbangan? Memahami proses ini dapat membantu kita membangun rutinitas yang lebih positif sekaligus mengurangi kebiasaan yang kurang bermanfaat.

Baca Juga: 8 Makanan Pereda Stres yang Bisa Menjadi Bagian dari Pola Makan Sehat 

Proses Belajar Membuat Tindakan Menjadi Kebiasaan

Otak manusia terus belajar dari pengalaman. Ketika menghadapi suatu keadaan, seseorang dapat mencoba berbagai tindakan untuk menemukan respons yang dianggap berhasil. Jika tindakan tersebut memberikan hasil yang diharapkan, ada kemungkinan ia akan mengulanginya saat menghadapi situasi serupa.

Gambaran mengenai proses belajar ini pernah ditunjukkan melalui eksperimen psikolog Edward Thorndike pada akhir abad ke-19. Dalam penelitiannya, seekor kucing ditempatkan di dalam kotak teka-teki atau puzzle box. Kucing tersebut mencoba berbagai cara untuk keluar hingga akhirnya menemukan mekanisme yang dapat membuka pintu.

Ketika percobaan dilakukan kembali, kucing itu cenderung menemukan cara keluar dengan lebih cepat. Pengalaman sebelumnya membantu membentuk hubungan antara tindakan dan hasil yang diperoleh.

Eksperimen tersebut dikenal sebagai bagian dari kajian law of effect, yaitu gagasan bahwa perilaku yang diikuti hasil memuaskan cenderung lebih mungkin diulangi. Meski proses kebiasaan manusia jauh lebih kompleks, contoh ini memberikan gambaran bahwa pengalaman dan pengulangan berperan dalam proses belajar.

Tiga Tahap yang Membentuk Siklus Kebiasaan

Kebiasaan dapat dipahami melalui tiga unsur utama, yakni pemicu, respons, dan penghargaan. Ketiganya membentuk pola yang bisa terus berulang ketika seseorang menghadapi situasi yang sama.

1. Pemicu yang Mendorong Tindakan

Pemicu merupakan keadaan, waktu, tempat, atau kejadian yang membuat seseorang terdorong melakukan suatu tindakan. Misalnya, suasana pagi menjadi pengingat untuk membuat kopi, sedangkan ruangan gelap mendorong seseorang mencari saklar lampu.

Dalam membangun kebiasaan baru, pemicu dapat dibuat lebih jelas. Jika ingin membiasakan diri membaca buku, misalnya, kamu bisa menetapkan waktu membaca setelah sarapan atau sebelum tidur.

Baca Juga: Teman Terlihat Depresi? Ini 7 Cara Membantu agar Ia Merasa Tidak Sendirian 

2. Respons Berupa Tindakan

Setelah pemicu muncul, seseorang melakukan tindakan sebagai respons. Pada contoh ruangan gelap, responsnya adalah menyalakan lampu. Sementara itu, orang yang ingin membiasakan olahraga bisa menjadikan waktu setelah bangun tidur sebagai tanda untuk mulai melakukan peregangan.

Agar kebiasaan baru lebih mudah dijalankan, mulailah dari tindakan sederhana yang tidak terasa memberatkan. Jika targetnya membaca, kamu tidak harus langsung menyelesaikan satu bab.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 3
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Kebiasaan Baik Cara membentuk kebiasaan Siklus kebiasaan

Komentar Pengguna