KebonCinta.com — Masyarakat diminta berhati-hati terhadap unggahan media sosial yang mengatasnamakan pemerintah dan menawarkan bantuan handphone gratis beserta rekening bank baru dengan saldo awal Rp50 ribu.
Informasi tersebut beredar melalui Facebook dan mengajak masyarakat mendaftarkan data diri melalui sebuah tautan.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan fakta yang dipublikasikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Jumat, 23 Oktober 2026, tautan tersebut dinyatakan tidak benar dan terindikasi sebagai modus penipuan.
Klarifikasi serupa juga diterbitkan melalui kanal resmi kepolisian dan organisasi pemeriksa fakta.
BEREDAR AJAKAN DAFTAR BANTUAN HP GRATIS
Unggahan yang diperiksa pertama kali diketahui beredar pada 16 Oktober 2026.
Dalam unggahan itu, terdapat klaim bahwa pemerintah menyediakan bantuan telepon genggam gratis serta rekening baru dengan saldo awal Rp50 ribu bagi masyarakat.
Baca Juga: Mendikdasmen Minta Bahasa Daerah Dibiasakan di Rumah dan Sekolah, 490 Siswa Ikuti FTBI Jateng 2026
Unggahan tersebut meminta pengguna media sosial segera mengisi formulir agar dapat memperoleh bantuan.
Penyebaran informasi tersebut dinilai berisiko karena mencatut program pemerintah untuk menarik perhatian masyarakat.
TAUTAN MENGARAH KE FORMULIR DATA PRIBADI
Tim pemeriksa fakta menemukan bahwa tautan dalam unggahan mengarah ke halaman yang meminta sejumlah informasi pribadi.
Data yang diminta antara lain:
Pengumpulan data tersebut tidak didukung pengumuman resmi pemerintah mengenai pembagian HP gratis kepada masyarakat umum.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa tautan tersebut terindikasi merupakan modus phishing atau upaya memperoleh informasi pribadi melalui penyamaran sebagai layanan resmi.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak membuka atau mengisi formulir yang tidak jelas pengelolanya.
APA BENAR ADA PROGRAM REKENING BARU RP50 RIBU?
Pemerintah memang pernah menyampaikan rencana perluasan kepemilikan rekening melalui program Satu Orang Satu Rekening.
Namun, rencana program rekening tersebut berbeda dari unggahan bantuan HP gratis yang sedang beredar.
Berdasarkan penelusuran pemeriksa fakta, pemerintah sebelumnya merencanakan pengembangan rekening otomatis bagi kelompok masyarakat tertentu mulai 2027.
Rencana kebijakan tersebut tidak berarti pemerintah telah membuka pendaftaran bantuan HP gratis melalui Facebook.
Dengan demikian, keberadaan pembahasan program rekening baru tidak dapat digunakan untuk membenarkan tautan pendaftaran yang tidak resmi.
CARA MEMBEDAKAN PROGRAM RESMI DAN TAUTAN PALSU
Masyarakat dapat melakukan sejumlah pemeriksaan sebelum mengikuti informasi bantuan pemerintah.
Berikut langkah-langkahnya:
BAGAIMANA JIKA TERLANJUR MENGISI FORMULIR?
Masyarakat yang sudah memasukkan data ke tautan mencurigakan disarankan segera meningkatkan keamanan akun digitalnya.
Apabila menggunakan kata sandi yang sama pada berbagai layanan, segera ubah kata sandi tersebut.
Aktifkan autentikasi dua faktor untuk akun email, media sosial, dan layanan penting lainnya.
Jika sudah memberikan informasi rekening atau data transaksi, segera hubungi bank atau penyedia layanan yang bersangkutan melalui kanal resmi.
Masyarakat juga dapat menyimpan bukti tautan dan komunikasi apabila perlu melaporkan dugaan penipuan.
PEMERINTAH IMBAU MASYARAKAT TIDAK MUDAH PERCAYA
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengingatkan bahwa tidak terdapat program resmi pembagian HP gratis secara umum melalui tautan yang beredar tersebut.
Masyarakat sebaiknya tidak menyebarluaskan pesan yang belum diverifikasi karena dapat memperbesar risiko korban penipuan.
Informasi mengenai bantuan sosial, program rekening, maupun bantuan pendidikan harus diperoleh melalui penyelenggara resmi.
Kewaspadaan menjadi penting agar masyarakat tidak kehilangan data pribadi akibat modus penipuan yang memanfaatkan nama pemerintah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir