Penipuan digital dapat menargetkan siapa saja, termasuk orang yang belum terbiasa menggunakan teknologi.
Karena itu, penting untuk membagikan informasi mengenai bahaya QR code palsu kepada keluarga dan orang terdekat.
Ingatkan mereka agar tidak sembarangan memindai kode dari sumber yang tidak jelas, tidak memasukkan kata sandi pada halaman mencurigakan, serta tidak mengunduh aplikasi dari tautan yang tidak tepercaya.
Semakin banyak orang memahami modus penipuan ini, semakin kecil peluang pelaku memanfaatkan kelengahan pengguna.
Jika telanjur memindai QR code mencurigakan, jangan langsung panik. Risiko yang muncul bergantung pada tindakan yang dilakukan setelah pemindaian.
Apabila hanya memindai kode tanpa membuka tautan atau memasukkan informasi apa pun, belum tentu data pribadi sudah dicuri.
Namun, jika sudah membuka situs mencurigakan, segera tutup halaman tersebut dan jangan mengunduh file atau memberikan izin yang diminta.
Jika telanjur memasukkan kata sandi, segera ubah kata sandi akun melalui situs atau aplikasi resmi. Aktifkan autentikasi dua faktor dan periksa aktivitas login yang tidak dikenal.
Sementara itu, jika informasi perbankan atau data kartu telah dimasukkan, segera hubungi pihak bank melalui saluran resmi untuk meminta pengamanan rekening. Jangan menunggu sampai muncul transaksi yang tidak dikenal.
Baca Juga: Cara Membuat Daftar Hadir dengan Google Forms dan QR Code untuk Kegiatan Sekolah
QR code pertama kali dikembangkan pada 1994 oleh Masahiro Hara bersama timnya di perusahaan Denso Wave, Jepang.
Teknologi tersebut awalnya dirancang untuk membantu proses pelacakan suku cadang otomotif agar lebih efisien dibandingkan barcode konvensional. QR code mampu menyimpan lebih banyak informasi dan dapat dipindai dengan cepat.
Seiring perkembangan teknologi, penggunaannya meluas ke berbagai sektor, mulai dari pemasaran, pembayaran digital, tiket elektronik, hingga autentikasi layanan.
Popularitas QR code semakin meningkat pada 2010-an dan berkembang pesat selama pandemi COVID-19. Saat itu, teknologi ini banyak digunakan untuk menu restoran tanpa kontak fisik, proses check-in, serta pembayaran digital.
Namun, semakin luas penggunaannya, semakin besar pula peluang QR code disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber.
QR code memang memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai layanan digital. Namun, pengguna Android dan iPhone tetap harus berhati-hati karena kode palsu dapat menjadi sarana pencurian data dan penipuan keuangan.
Jangan sembarangan memindai QR code dari sumber yang tidak dikenal. Periksa alamat situs sebelum membukanya, jangan memasukkan informasi sensitif pada halaman mencurigakan, dan pastikan sistem keamanan smartphone selalu diperbarui.
Ingat, satu kali pemindaian mungkin terlihat sepele, tetapi tindakan lanjutan yang tidak hati-hati dapat membuka peluang bagi penjahat siber untuk menyalahgunakan informasi pribadi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir