Keboncinta.com – Proses autentikasi menjadi bagian penting bagi pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memastikan pembayaran manfaat pensiun tetap diterima oleh pihak yang berhak.
Kini proses tersebut dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi Andal by Taspen menggunakan teknologi pengenalan wajah. Peserta cukup melakukan swafoto melalui ponsel untuk menjalani verifikasi identitas.
Namun, dalam praktiknya sebagian pensiunan mungkin menghadapi kendala seperti wajah sulit terdeteksi, proses berulang kali gagal atau autentikasi tidak kunjung berhasil.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti terdapat masalah pada data pensiun. Ada beberapa faktor teknis yang dapat memengaruhi keberhasilan autentikasi.
Hal pertama yang perlu diperiksa adalah status enrollment.
Enrollment merupakan proses perekaman data biometrik peserta. Data tersebut digunakan sebagai acuan ketika sistem melakukan autentikasi.
TASPEN menjelaskan bahwa enrollment mencakup perekaman biometrik seperti wajah, suara dan sidik jari.
Apabila peserta belum melakukan enrollment, proses autentikasi digital dapat mengalami kegagalan.
Enrollment dapat dilakukan melalui aplikasi Andal by Taspen maupun secara langsung melalui Kantor Cabang TASPEN dan mitra bayar yang ditunjuk.
Kondisi cahaya memiliki pengaruh terhadap proses pengenalan wajah.
TASPEN menyarankan peserta melakukan swafoto di tempat dengan pencahayaan yang memadai.
Hindari ruangan yang terlalu gelap karena kamera dapat kesulitan menangkap detail wajah.
Sebaliknya, cahaya yang terlalu kuat dari belakang juga dapat membuat wajah terlihat gelap pada kamera.
Posisikan wajah di tempat dengan cahaya yang cukup dan merata sehingga seluruh bagian wajah terlihat dengan jelas.
Kondisi kamera juga perlu diperhatikan.
Sebelum melakukan autentikasi, pastikan lensa kamera depan tidak tertutup debu, minyak atau kotoran yang membuat gambar terlihat buram.
Bersihkan kamera secara perlahan kemudian coba kembali proses autentikasi.
Ketika melakukan swafoto, ikuti petunjuk yang muncul pada layar aplikasi dan pastikan wajah berada pada posisi yang diminta sistem.
Koneksi internet yang tidak stabil juga dapat menyebabkan proses autentikasi terganggu.
Peserta dapat mencoba berpindah ke jaringan Wi-Fi yang lebih stabil atau menggunakan jaringan seluler dengan kualitas sinyal yang baik.
Jika aplikasi berhenti ketika mengirim data atau proses berlangsung terlalu lama, jangan langsung melakukan percobaan berkali-kali dalam waktu sangat singkat.
Periksa terlebih dahulu kondisi jaringan kemudian ulangi proses.
Kegagalan autentikasi juga dapat terjadi ketika banyak peserta mengakses layanan secara bersamaan.
TASPEN sebelumnya menyarankan peserta menghindari waktu dengan trafik tinggi, terutama pagi hari pada tanggal 1 setiap bulan.
Jika proses terus gagal padahal kamera, pencahayaan dan internet sudah baik, peserta dapat menunggu beberapa saat kemudian mencoba kembali.
Dengan memilih waktu yang lebih sepi, beban layanan berpotensi lebih rendah sehingga proses autentikasi dapat berjalan lebih lancar.
Proses autentikasi melalui aplikasi Andal by Taspen relatif sederhana.
Peserta terlebih dahulu membuka aplikasi kemudian memilih menu Autentikasi pada halaman utama.
Setelah itu, masukkan Nomor Taspen atau NOTAS.
Peserta kemudian melakukan swafoto sesuai petunjuk yang muncul pada layar untuk proses verifikasi biometrik.
Tunggu sampai sistem memberikan notifikasi bahwa autentikasi berhasil.
TASPEN menyebut layanan tersebut dapat digunakan tanpa harus datang dan mengantre di kantor bayar apabila proses autentikasi digital berjalan normal.
Pensiunan tidak perlu memaksakan autentikasi melalui ponsel apabila berbagai langkah telah dicoba tetapi proses tetap gagal.
TASPEN masih menyediakan pilihan autentikasi secara manual bagi peserta yang mengalami kendala teknis dalam menggunakan layanan digital.
Peserta dapat mendatangi mitra bayar, seperti bank atau kantor pos yang digunakan untuk menerima manfaat pensiun, dan meminta bantuan petugas.
Pilihan ini penting terutama bagi pensiunan lanjut usia yang kesulitan menggunakan smartphone atau mengalami keterbatasan ketika menjalani autentikasi wajah.
TASPEN juga menyediakan mekanisme bagi penerima pensiun yang mengalami kendala atau keterbatasan sehingga tidak dapat melakukan autentikasi mandiri.
Peserta dapat mengajukan permohonan Perlakuan Khusus melalui Kantor Cabang TASPEN terdekat.
Karena itu, keluarga yang mendampingi pensiunan sebaiknya tidak hanya mencoba autentikasi berulang kali apabila terdapat kondisi yang memang membuat proses digital sulit dilakukan.
Hubungi atau datangi TASPEN untuk mendapatkan penyelesaian sesuai kondisi peserta.
Autentikasi bukan sekadar formalitas.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan penerima manfaat masih berhak memperoleh pembayaran pensiun sekaligus mencegah pembayaran kepada pihak yang tidak berhak.
TASPEN mengingatkan peserta melakukan autentikasi secara rutin agar pembayaran manfaat pensiun tetap berjalan lancar.
Karena itu, kendala autentikasi sebaiknya segera diselesaikan dan tidak dibiarkan terlalu lama.
Pensiunan dan keluarga juga perlu berhati-hati ketika mencari bantuan terkait autentikasi.
TASPEN menegaskan seluruh layanan perusahaan diberikan secara gratis.
Jangan memberikan data pribadi, kode OTP, informasi rekening maupun dokumen penting kepada pihak yang menghubungi melalui kanal tidak resmi dan mengaku dapat membantu meloloskan autentikasi.
Apabila membutuhkan bantuan, gunakan kanal resmi TASPEN, mitra bayar atau Kantor Cabang TASPEN.
Jadi, ketika autentikasi wajah gagal, pensiunan dapat memeriksa enrollment, memperbaiki pencahayaan, membersihkan kamera, memastikan koneksi internet stabil dan mencoba kembali di luar jam sibuk.
Jika tetap tidak berhasil, autentikasi manual melalui mitra bayar atau meminta bantuan Kantor Cabang TASPEN menjadi pilihan yang dapat dilakukan.