Keboncinta.com — Kebiasaan menunda pekerjaan di kantor sering kali dianggap sebagai bentuk kemalasan atau kurangnya kedisiplinan. Padahal, perilaku tersebut tidak selalu berkaitan dengan rendahnya motivasi. Dalam kondisi tertentu, menunda tugas justru bisa menjadi salah satu tanda seseorang mengalami kecemasan kerja.
Kecemasan di lingkungan pekerjaan dapat muncul ketika seseorang merasa kewalahan menghadapi beban tugas, tekanan dari atasan, tenggat waktu, atau tanggung jawab yang menumpuk.
Tanpa disadari, kondisi tersebut dapat memengaruhi respons tubuh dan pikiran. Akibatnya, seseorang memilih menghindari pekerjaan yang memicu rasa takut atau khawatir.
Psikolog klinis Cathy Ranieri menjelaskan bahwa banyak orang belum memahami besarnya peran sistem saraf dalam merespons berbagai situasi sehari-hari, termasuk tekanan di tempat kerja.
Dikutip dari HuffPost, Ranieri mengatakan bahwa ketika seseorang merasa kewalahan, terlalu banyak bekerja, atau gugup, sistem saraf dapat merespons keadaan tersebut sebagai potensi ancaman.
Menurut Ranieri, tekanan di lingkungan kerja dapat memicu respons fight or flight, yaitu reaksi alami tubuh ketika menghadapi situasi yang dianggap mengancam.
Respons tersebut membuat seseorang terdorong untuk menghadapi sumber tekanan atau justru menghindarinya.
Dalam dunia kerja, reaksi menghindar bisa terlihat melalui kebiasaan menunda tugas. Seseorang mungkin terus mencari alasan untuk tidak memulai pekerjaan, mengalihkan perhatian ke aktivitas lain, atau menunggu hingga mendekati tenggat waktu.
Padahal, tugas yang dihindari sebenarnya tetap harus diselesaikan.
Kondisi ini dapat menjadi lingkaran yang semakin membebani. Semakin lama pekerjaan ditunda, semakin dekat tenggat waktu. Tekanan pun bertambah dan memicu kecemasan yang lebih besar.
Dengan demikian, kebiasaan menunda pekerjaan tidak selalu berarti seseorang malas. Bisa jadi, perilaku tersebut merupakan cara yang tidak efektif untuk menghadapi tekanan emosional.
Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Stres dan Kecemasan agar Pikiran Lebih Tenang dan Hidup Terasa Ringan
Pekerja sosial klinis asal Florida, Amerika Serikat, Jordan White, menjelaskan bahwa orang yang mengalami kecemasan cenderung menghindari topik atau tugas yang membuat mereka merasa khawatir.
Menurut White, mengerjakan sesuatu yang memicu kecemasan dapat menimbulkan kekhawatiran mendalam. Karena itu, sebagian orang memilih menjauh sementara dari pekerjaan tersebut.
Misalnya, seorang karyawan memiliki tugas menyusun laporan penting yang harus diserahkan kepada atasan. Namun, ia merasa takut melakukan kesalahan atau menerima kritik.
Alih-alih mulai mengerjakan laporan, ia justru melakukan aktivitas lain yang terasa lebih mudah dan tidak menimbulkan tekanan.
Dalam jangka pendek, menghindari pekerjaan mungkin memberikan rasa lega. Akan tetapi, perasaan tersebut hanya bersifat sementara karena tanggung jawab yang belum diselesaikan tetap menunggu.
Akibatnya, kecemasan dapat muncul kembali ketika tenggat waktu semakin dekat.
Menunda pekerjaan karena kecemasan dapat membuat kondisi seseorang semakin tertekan. Pekerjaan yang menumpuk, waktu penyelesaian yang semakin sempit, serta kekhawatiran terhadap hasil kerja dapat memperburuk keadaan.
Siklus tersebut juga berpotensi memengaruhi produktivitas dan konsentrasi. Seseorang mungkin kesulitan menentukan prioritas, kehilangan motivasi, atau merasa bersalah karena tidak segera menyelesaikan tanggung jawabnya.
Jika terus berlangsung, tekanan pekerjaan dapat membuat aktivitas kantor terasa semakin berat.
Karena itu, penting untuk memahami penyebab kebiasaan menunda pekerjaan. Jangan langsung memberikan label malas kepada diri sendiri ketika mengalami kesulitan memulai tugas.
Cobalah mengenali apakah perilaku tersebut muncul karena kurang memahami pekerjaan, beban tugas terlalu banyak, takut melakukan kesalahan, atau tekanan dari lingkungan kerja.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola kecemasan kerja sekaligus mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan.
1. Buat jadwal pekerjaan secara teratur
Susun daftar tugas harian maupun mingguan berdasarkan tingkat kepentingan dan tenggat waktu. Pembagian pekerjaan menjadi beberapa bagian kecil dapat membuat tugas terasa lebih mudah diselesaikan.
2. Mulai dari pekerjaan paling sederhana
Ketika merasa kewalahan, jangan memaksakan diri menyelesaikan seluruh tugas sekaligus. Mulailah dari langkah kecil, seperti membuka dokumen, membuat kerangka laporan, atau mengumpulkan bahan yang diperlukan.
3. Berikan waktu untuk beristirahat
Bekerja tanpa jeda dapat meningkatkan kelelahan dan tekanan mental. Luangkan waktu sejenak untuk beristirahat agar pikiran kembali lebih segar sebelum melanjutkan pekerjaan.
4.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir