Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Apakah Hasil Sholat Istikharah Harus Dilihat Lewat Mimpi? Ini Fakta Sebenarnya

Apakah Hasil Sholat Istikharah Harus Dilihat Lewat Mimpi? Ini Fakta Sebenarnya

05 November 2026 | 12:01

Keboncinta.com — Rasa bimbang ketika harus mengambil keputusan besar merupakan hal yang wajar dialami setiap orang. Terlebih jika pilihan tersebut berkaitan dengan masa depan, seperti menentukan pasangan hidup, memilih jurusan kuliah, pekerjaan, atau arah karier.

Dalam situasi seperti ini, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya mengandalkan pertimbangan akal dan pengalaman, tetapi juga memohon petunjuk kepada Allah SWT melalui sholat istikharah.

Sholat istikharah merupakan ibadah sunnah dua rakaat yang dikerjakan untuk meminta pilihan terbaik kepada Allah ketika menghadapi suatu urusan yang memiliki beberapa alternatif.

Rasulullah SAW mengajarkan sholat istikharah kepada para sahabat sebagaimana diriwayatkan Jabir bin Abdullah RA. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, beliau menjelaskan bahwa seseorang yang hendak menentukan suatu urusan dianjurkan melaksanakan sholat dua rakaat di luar sholat wajib, kemudian membaca doa istikharah.

Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar juga menjelaskan bahwa sholat istikharah dianjurkan ketika seseorang menghadapi perkara yang memiliki beberapa pilihan dan tidak mengetahui mana yang lebih baik baginya.

Berikut tata cara sholat istikharah lengkap dengan niat, bacaan, doa, keutamaan, serta hal-hal yang perlu diketahui sebelum mengamalkannya.

Baca Juga: Cara Memahami Jawaban Shalat Istikharah Jodoh Menurut Ulama 

Niat dan Tata Cara Sholat Istikharah Lengkap

Sholat istikharah dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam. Pelaksanaannya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, tetapi disertai niat dan doa khusus untuk memohon petunjuk Allah SWT.

Sholat ini dapat dilakukan di luar waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat sunnah.

Berikut langkah-langkahnya.

1. Membaca Niat Sholat Istikharah

Niat sholat istikharah dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut bacaan niat yang umum digunakan:

Arab:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Ushallii sunnatal istikhaarati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya:

"Aku berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Niat pada dasarnya merupakan maksud di dalam hati untuk melaksanakan ibadah. Karena itu, melafalkannya bukan syarat sah sholat.

2. Takbiratul Ihram dan Membaca Doa Iftitah

Setelah berniat, angkat kedua tangan dan ucapkan takbiratul ihram dengan membaca:

Allahu Akbar.

Selanjutnya membaca doa iftitah sebagaimana dalam sholat pada umumnya, kemudian dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah.

3. Membaca Surah Al-Fatihah dan Al-Kafirun pada Rakaat Pertama

Setelah membaca Surah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama.

Anjuran membaca Surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam sholat istikharah disebutkan dalam sejumlah kitab panduan ibadah, termasuk pembahasan amalan sholat sunnah.

Namun, bacaan kedua surah tersebut bukan syarat sah sholat istikharah. Seseorang tetap dapat membaca surah lain setelah Al-Fatihah.

4. Melaksanakan Ruku', I'tidal, dan Sujud

Setelah membaca surah, lanjutkan gerakan sholat seperti biasa, yaitu ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.

Setelah itu, berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.

5. Membaca Surah Al-Fatihah dan Al-Ikhlas pada Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, baca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas.

Sebagaimana rakaat pertama, membaca Surah Al-Ikhlas bukan ketentuan wajib. Seseorang boleh membaca surah lain sesuai kemampuan.

Selanjutnya, lakukan ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti sholat pada umumnya.

6. Tasyahud Akhir dan Salam

Setelah menyelesaikan seluruh gerakan rakaat kedua, duduk untuk membaca tasyahud akhir dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Kemudian akhiri sholat dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

7. Membaca Doa Sholat Istikharah

Setelah salam, dianjurkan membaca doa istikharah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.

Doa ini berisi permohonan agar Allah memilihkan perkara terbaik jika urusan tersebut membawa kebaikan. Sebaliknya, jika perkara itu buruk, seorang hamba memohon agar dijauhkan darinya.

Doa Setelah Sholat Istikharah Lengkap dengan Latin dan Artinya

Doa istikharah diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA dalam hadis Shahih Bukhari.

Ketika sampai pada bagian yang menyebutkan urusan tertentu, seseorang dapat menyebutkan pilihan atau keperluan yang sedang dipertimbangkan.

Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ.

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ.

وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ.

Latin:

Allahumma inni astakhiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as'aluka min fadhlikal 'azhim. Fa innaka taqdiru wa la aqdiru, wa ta'lamu wa la a'lamu, wa anta 'allamul ghuyub.

Allahumma in kunta ta'lamu anna hadzal amra khairun li fi dini wa ma'asyi wa 'aqibati amri, faqdurhu li wa yassirhu li tsumma barik li fihi.

Wa in kunta ta'lamu anna hadzal amra syarrun li fi dini wa ma'asyi wa 'aqibati amri, fashrifhu 'anni washrifni 'anhu, waqdur liyal khaira haitsu kana tsumma ardhini bihi.

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedangkan aku tidak berkuasa. Engkau mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui segala perkara yang gaib.

Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka takdirkanlah perkara itu untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berikanlah keberkahan kepadaku di dalamnya.

Namun, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah perkara itu dariku dan jauhkanlah aku darinya.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 3
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:

Komentar Pengguna