Khazanah
Hilmi An Naufal

Apa Isi 139 Arsip Pendidikan yang Diserahkan Kemendikdasmen ke ANRI?

Apa Isi 139 Arsip Pendidikan yang Diserahkan Kemendikdasmen ke ANRI?

12 Agustus 2026 | 05:57

KebonCinta.com – Sebanyak 139 arsip milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini berpindah ke pengelolaan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Jumlahnya cukup banyak dan langsung memunculkan satu pertanyaan: apa sebenarnya isi dokumen-dokumen pendidikan tersebut?

Berdasarkan keterangan resmi ANRI dan Kemendikdasmen, arsip yang diserahkan bukan kumpulan dokumen “rahasia”. Sebanyak 137 nomor arsip merupakan produk hukum bidang pendidikan, sementara dua nomor arsip lainnya berkaitan dengan fungsi kebahasaan.

Penyerahan dilakukan pada 26 Mei 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyerahkan arsip tersebut kepada Kepala ANRI Mego Pinandito.

Mayoritas Berisi Rekam Jejak Produk Hukum Pendidikan

Porsi terbesar dari 139 arsip tersebut berasal dari bidang produk hukum.

Kemendikdasmen tidak mempublikasikan daftar lengkap nama atau nomor setiap regulasi yang masuk dalam penyerahan tersebut. Namun kementerian menjelaskan arsip itu mencerminkan perjalanan pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi, kebijakan strategis, program prioritas, hingga berbagai aktivitas penting yang mempunyai nilai informasi dan sejarah.

Artinya, dokumen-dokumen tersebut dapat menjadi rekam jejak untuk melihat bagaimana kebijakan pendidikan pernah dirancang dan dijalankan.

Produk hukum sangat penting dalam perjalanan pendidikan karena hampir setiap perubahan besar mempunyai dasar aturan. Kebijakan mengenai sekolah, kelembagaan, tata kelola maupun program pendidikan tidak muncul begitu saja, melainkan meninggalkan dokumen resmi yang suatu saat dapat menjadi bahan penelitian sejarah.

Ketika kebijakan sudah diganti dan pejabat yang membuatnya tidak lagi menjabat, arsip menjadi salah satu bukti yang masih bisa digunakan untuk menelusuri apa yang pernah terjadi.

Ada Dua Arsip dari Fungsi Kebahasaan

Selain produk hukum pendidikan, terdapat dua nomor arsip fungsi kebahasaan yang ikut diserahkan.

Keterangan pemerintah tidak merinci judul kedua arsip tersebut. Karena itu, tidak tepat menebak-nebak isi spesifik dokumennya.

Yang dapat dipastikan dari sumber resmi adalah bahwa arsip regulasi bidang pendidikan dan kebahasaan dianggap memiliki peran penting dalam merekam perjalanan kebijakan serta pembangunan pendidikan nasional.

Fungsi kebahasaan sendiri menjadi bagian yang relevan dalam sejarah pendidikan Indonesia. Perkembangan bahasa, pembakuan istilah, kebijakan kebahasaan dan penggunaannya dalam pendidikan merupakan hal yang dapat berubah mengikuti perkembangan masyarakat.

Dokumen resmi dari periode tertentu karena itu dapat menjadi sumber primer bagi peneliti pada masa mendatang.

Mengapa Dokumennya Diserahkan ke ANRI?

Penyerahan ini bukan berarti Kemendikdasmen sedang membuang dokumen yang sudah tidak digunakan.

Justru sebaliknya.

Arsip yang diserahkan telah ditetapkan sebagai arsip statis, yakni arsip yang mempunyai nilai kesejarahan dan pertanggungjawaban nasional serta perlu dipertahankan keberadaannya. Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012.

Sebelum diserahkan, dokumen melewati sejumlah tahapan.

Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikdasmen Herdiana menjelaskan arsip telah melalui proses penilaian, penataan, pendeskripsian, verifikasi hingga penetapan sebagai arsip statis sesuai kaidah kearsipan.

Jadi, bukan sembarang berkas lama yang kemudian dikirim ke ANRI.

Ada proses untuk menentukan dokumen mana yang mempunyai nilai jangka panjang.

Arsipnya Bisa Dipakai untuk Penelitian

Setelah berada di ANRI, dokumen-dokumen tersebut akan dikelola dan dilestarikan.

ANRI menyebut arsip dapat dimanfaatkan untuk riset, pendidikan, serta penguatan kebijakan publik pada masa mendatang.

Di sinilah nilai sebenarnya dari sebuah arsip mulai terlihat.

Bayangkan beberapa puluh tahun lagi seorang mahasiswa ingin meneliti bagaimana perubahan kebijakan pendidikan Indonesia terjadi pada suatu periode.

Berita lama mungkin bisa memberikan gambaran. Buku sejarah dapat menjelaskan konteks. Namun dokumen pemerintah yang dibuat langsung pada zamannya menjadi sumber yang sangat penting untuk melihat dasar kebijakan secara lebih dekat.

Arsip juga memungkinkan pemerintah belajar dari keputusan sebelumnya.

Sebuah kebijakan dapat dibandingkan dengan kebijakan lain yang muncul setelahnya sehingga proses perubahan pendidikan tidak hanya bergantung pada ingatan orang yang pernah terlibat.

Sudah 23 Kali Menyerahkan Arsip

Penyerahan pada 2026 bukan yang pertama.

ANRI mencatat kegiatan tersebut merupakan penyerahan arsip statis ke-23 yang dilakukan Kemendikdasmen sejak 2006. Kemendikdasmen juga disebut konsisten menyerahkan arsip statis secara rutin sejak 2008.

Artinya, proses menjaga rekam jejak pendidikan dilakukan secara berkala.

Cara seperti ini mengurangi risiko dokumen penting rusak, hilang atau tercecer karena terlalu lama berada di unit kerja yang awalnya membuat arsip tersebut.

Semakin lama sebuah institusi berdiri, semakin besar pula jumlah dokumen yang dihasilkan. Tanpa sistem pengelolaan, berkas yang sebenarnya bernilai sejarah bisa tenggelam di antara ribuan dokumen administratif lainnya.

Pengelolaan Arsip Kemendikdasmen Dapat Nilai Tinggi

ANRI juga memberikan apresiasi terhadap tata kelola kearsipan Kemendikdasmen.

Pada pengawasan kearsipan tahun 2025, Kemendikdasmen memperoleh nilai 98,14, sementara tingkat digitalisasi arsip tercatat 98,09. Keduanya masuk kategori sangat memuaskan.

Dalam kegiatan yang sama, Kemendikdasmen menerima piagam penghargaan dari Kepala ANRI atas perannya dalam penyelamatan dan pelestarian arsip yang memiliki nilai pertanggungjawaban nasional.

Meski digitalisasi sudah tinggi, tantangannya belum selesai.

Kemendikdasmen menyebut pengelolaan arsip elektronik membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan integrasi sistem informasi kearsipan. Transformasi dari dokumen fisik menuju elektronik karena itu bukan sekadar memindai kertas menjadi file PDF.

Jadi, Apa Sebenarnya Isi 139 Arsip Itu?

Dari informasi resmi yang sudah dibuka ke publik, jawabannya cukup jelas:

137 nomor arsip berisi produk hukum bidang pendidikan dan dua nomor arsip berasal dari fungsi kebahasaan.

Secara lebih luas, Kemendikdasmen menyebut keseluruhan arsip tersebut menggambarkan pelaksanaan tugas organisasi, kebijakan strategis, program prioritas dan berbagai kegiatan yang memiliki nilai sejarah.

Namun pemerintah belum mempublikasikan daftar terperinci seluruh judul dari 139 arsip tersebut dalam siaran pers yang tersedia.

Karena itu, menyebutnya sebagai “139 arsip rahasia” dapat menimbulkan kesan yang keliru.

Yang membuat dokumen tersebut istimewa bukan karena isinya dirahasiakan, melainkan karena arsip itu dinilai cukup penting untuk disimpan dalam jangka panjang sebagai bagian dari memori pendidikan Indonesia.

Hari ini ia mungkin terlihat seperti kumpulan regulasi dan dokumen administrasi.

Puluhan tahun kemudian, arsip yang sama bisa menjadi salah satu pintu untuk melihat bagaimana pendidikan Indonesia pada zaman kita pernah dirancang, dijalankan dan diubah.

Tags:
Khazanah Islam

Komentar Pengguna