KebonCinta.com-- Meminta anak membantu pekerjaan sederhana di rumah terkadang bukan perkara mudah. Alih-alih langsung bergerak, anak justru menjawab nanti, mengabaikan permintaan, atau kembali asyik bermain. Situasi seperti ini tentu bisa membuat orang tua merasa kesal, terlebih jika hal yang diminta sebenarnya ringan dan sesuai dengan kemampuan anak.
Namun, anak yang enggan membantu tidak selalu berarti malas atau tidak peduli. Bisa jadi ia belum memahami tanggung jawabnya, sedang asyik melakukan kegiatan lain, belum terbiasa menyelesaikan tugas, atau belum tahu cara membantu dengan benar.
Kemauan untuk membantu merupakan salah satu kebiasaan positif yang perlu dibentuk sejak dini. Anak tidak otomatis memahami bahwa pekerjaan rumah perlu dilakukan bersama. Mereka membutuhkan contoh, arahan, dan kesempatan untuk berlatih.
Daripada terus-menerus memarahi atau memaksa, orang tua dapat menggunakan pendekatan yang lebih sabar dan konsisten. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan agar anak perlahan terbiasa membantu.
Anak banyak belajar dengan mengamati perilaku orang-orang di sekitarnya. Karena itu, orang tua perlu menunjukkan secara langsung bagaimana cara membantu dan bekerja sama di rumah.
Misalnya, biasakan merapikan barang setelah digunakan, membereskan meja makan, atau membantu anggota keluarga yang sedang membutuhkan. Ketika anak melihat kebiasaan tersebut dilakukan secara rutin, ia akan lebih mudah memahami bahwa membantu merupakan bagian dari kehidupan bersama.
Sesekali ajak anak terlibat dalam kegiatan sederhana. Jangan hanya menyuruh, tetapi tunjukkan bagaimana pekerjaan itu dilakukan. Keteladanan akan lebih mudah dipahami daripada nasihat yang hanya disampaikan berulang kali.
Jangan langsung memberikan pekerjaan yang terlalu banyak atau sulit. Anak perlu mendapatkan tanggung jawab yang sesuai dengan usia dan kemampuannya.
Untuk anak yang masih kecil, misalnya, orang tua bisa meminta mereka memasukkan mainan ke dalam kotak, meletakkan pakaian kotor di keranjang, atau membawa barang ringan ke tempatnya.
Sementara itu, anak yang lebih besar dapat dilibatkan dalam kegiatan seperti menyapu bagian rumah tertentu, menata meja makan, atau membantu menyiapkan perlengkapan sekolah.
Mulailah dengan satu tugas sederhana. Setelah anak terbiasa, tanggung jawab dapat ditambah secara bertahap. Cara ini membuat anak tidak merasa terbebani sekaligus membangun rasa percaya diri.
Terkadang anak tidak segera membantu karena instruksi yang diberikan terlalu umum. Kalimat seperti "Ayo bantu Ibu" mungkin belum membuat anak memahami apa yang harus dilakukan.
Cobalah menyampaikan permintaan secara lebih jelas. Contohnya, "Tolong masukkan buku-buku itu ke rak" atau "Bisa bantu letakkan piring di meja makan?"
Gunakan kalimat singkat dan sesuai dengan usia anak. Pastikan ia memahami tugas yang diberikan sebelum meninggalkan kegiatan tersebut.
Jika anak belum mengetahui caranya, berikan contoh terlebih dahulu.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir