Parenting
Rahman Abdullah

Anak Sulit Fokus Saat Belajar? Ini 4 Cara Melatih Konsentrasi Sejak Dini agar Lebih Mudah Menyerap Pelajaran

Anak Sulit Fokus Saat Belajar? Ini 4 Cara Melatih Konsentrasi Sejak Dini agar Lebih Mudah Menyerap Pelajaran

21 Oktober 2026 | 20:41

KebonCinta.com-- Pernah melihat anak baru beberapa menit belajar, tetapi perhatiannya sudah beralih ke mainan, suara televisi, atau gadget? Kondisi seperti ini kerap membuat orang tua khawatir. Anak dianggap kurang serius, malas belajar, atau tidak memiliki kemampuan berkonsentrasi yang baik.

Padahal, kemampuan fokus bukan semata-mata bakat yang dimiliki sejak lahir. Konsentrasi merupakan keterampilan yang dapat berkembang melalui latihan, pengalaman, dan lingkungan yang mendukung. Anak membutuhkan kesempatan untuk belajar memusatkan perhatian secara bertahap, sesuai usia dan kemampuannya.

Karena itu, daripada terus-menerus meminta anak agar lebih fokus, orang tua bisa membantu membangun kebiasaan yang membuat kegiatan belajar terasa lebih nyaman. Latihan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kemampuan anak dalam menyelesaikan tugas dan mengikuti pelajaran.

Baca Juga: Anak Mudah Marah atau Menangis? Ini Cara Orang Tua Membantu Anak Mengelola Emosi dengan Sehat 

Mengapa Anak Mudah Kehilangan Konsentrasi?

Konsentrasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperhatikan sesuatu. Ada beberapa keterampilan yang bekerja bersama agar seseorang bisa tetap fokus pada kegiatan yang sedang dilakukan.

Pertama, anak perlu belajar mengarahkan perhatian pada hal yang penting. Misalnya, ketika mengerjakan soal matematika, ia perlu memusatkan perhatian pada pertanyaan yang sedang dibaca, bukan pada benda lain di sekitarnya.

Kedua, anak perlu mampu menyaring gangguan. Suara televisi, notifikasi ponsel, percakapan orang lain, atau mainan yang terlihat di dekatnya dapat mengalihkan perhatian. Kemampuan mengabaikan gangguan ini masih berkembang selama masa kanak-kanak.

Ketiga, anak perlu berlatih mempertahankan perhatian sampai suatu kegiatan selesai. Keterampilan ini membantu anak menyelesaikan pekerjaan secara bertahap, meskipun tugas tersebut membutuhkan waktu dan usaha.

Jika salah satu kemampuan tersebut belum berkembang optimal, anak mungkin terlihat mudah terdistraksi atau sering berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain. Namun, perilaku ini tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan tertentu. Usia, kondisi tubuh, kualitas tidur, tingkat kesulitan tugas, dan suasana lingkungan juga dapat memengaruhi fokus anak.

4 Cara Melatih Konsentrasi Anak di Rumah

Membantu anak berkonsentrasi tidak harus dilakukan melalui latihan yang rumit. Orang tua dapat memulainya dari rutinitas sehari-hari dengan menyesuaikan kegiatan pada usia, minat, dan kemampuan anak.

1. Siapkan tempat belajar yang nyaman dan minim gangguan

Lingkungan belajar memiliki peran penting dalam membantu anak memusatkan perhatian. Jika televisi menyala, orang-orang berlalu-lalang, atau gadget berada dalam jangkauan, anak akan lebih mudah tergoda untuk mengalihkan perhatiannya.

Cobalah menyediakan tempat belajar yang rapi, memiliki pencahayaan cukup, dan relatif tenang. Letakkan hanya perlengkapan yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut agar anak tidak terlalu banyak melihat benda yang dapat mengganggu fokusnya.

Jika gadget tidak digunakan untuk belajar, simpan terlebih dahulu selama waktu belajar berlangsung. Kebiasaan sederhana ini membantu anak memahami bahwa setiap kegiatan memiliki waktu dan tempatnya sendiri.

Baca Juga: Empat Kata Ajaib yang Perlu Diajarkan kepada Anak Sejak Dini, Bekal Penting Membentuk Akhlak Mulia 

2. Latih fokus melalui permainan yang menyenangkan

Anak tidak harus selalu duduk di depan buku untuk melatih konsentrasi.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 3
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Konsentrasi anak Fokus belajar Parenting Anak

Komentar Pengguna