Parenting
Rahman Abdullah

Anak Sulit Fokus Saat Belajar? Ini 4 Cara Melatih Konsentrasi Sejak Dini agar Lebih Mudah Menyerap Pelajaran

Anak Sulit Fokus Saat Belajar? Ini 4 Cara Melatih Konsentrasi Sejak Dini agar Lebih Mudah Menyerap Pelajaran

21 Oktober 2026 | 20:41

Berbagai permainan juga dapat membantu mereka belajar memperhatikan detail, mengikuti instruksi, dan menyelesaikan kegiatan sampai tuntas.

Orang tua bisa mengajak anak menyusun balok, bermain puzzle, menggambar, mencocokkan gambar, atau menyelesaikan permainan mencari perbedaan. Kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana latihan yang terasa menyenangkan bagi anak.

Mulailah dari permainan sederhana dengan durasi yang sesuai. Jika anak sudah terbiasa, tingkatkan tantangannya secara perlahan. Hindari memaksa anak bertahan terlalu lama ketika ia mulai lelah atau frustrasi.

Tujuan utamanya bukan membuat anak duduk diam selama mungkin, melainkan membantunya menikmati proses menyelesaikan sesuatu dengan perhatian yang lebih terarah.

3. Bagi tugas menjadi bagian-bagian kecil

Tugas yang terlalu panjang atau sulit bisa membuat anak cepat kehilangan semangat. Karena itu, orang tua dapat membantu membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian yang lebih mudah dikerjakan.

Sebagai contoh, daripada meminta anak menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah sekaligus, ajak ia mengerjakan beberapa soal terlebih dahulu. Setelah satu bagian selesai, anak dapat mengambil jeda singkat sebelum melanjutkan tugas berikutnya.

Metode Pomodoro, yang populer dengan pola kerja 25 menit dan istirahat 5 menit, dapat menjadi salah satu pilihan untuk anak yang lebih besar. Namun, durasi tersebut bukan aturan wajib bagi semua anak. Anak usia dini umumnya membutuhkan sesi yang jauh lebih singkat, sedangkan anak yang lebih besar dapat berlatih dengan durasi yang disesuaikan.

Gunakan pengatur waktu jika membantu anak memahami kapan harus belajar dan kapan waktunya beristirahat. Yang terpenting, pilih durasi yang realistis agar anak tidak menganggap belajar sebagai kegiatan yang melelahkan.

4. Berikan apresiasi terhadap usaha anak

Kemajuan dalam melatih konsentrasi tidak selalu terlihat dari nilai yang tinggi atau tugas yang selesai dengan cepat. Ada kalanya keberhasilan kecil, seperti mampu menyelesaikan satu halaman latihan tanpa sering beralih kegiatan, merupakan perkembangan yang patut dihargai.

Orang tua bisa memberikan pujian yang spesifik, misalnya, “Kamu tadi berusaha menyelesaikan soal sampai selesai. Bagus sekali.” Pujian seperti ini membantu anak memahami perilaku positif yang telah dilakukannya.

Hindari membandingkan kemampuan fokus anak dengan saudara atau teman sebayanya. Setiap anak memiliki perkembangan dan kebutuhan yang berbeda. Apresiasi yang tulus dapat membantu anak merasa lebih percaya diri untuk terus berlatih.

Baca Juga: 3 Cara Mengajarkan Kecerdasan Emosional pada Anak, Orang Tua Perlu Mulai dari Rumah 

Mengenal Dua Cara Kerja Perhatian pada Anak

Dalam memahami konsentrasi, ada dua jenis perhatian yang dapat membantu menjelaskan mengapa anak mampu fokus pada suatu kegiatan, tetapi kesulitan pada kegiatan lainnya.

Bottom-up attention adalah perhatian yang tertarik oleh rangsangan dari luar. Contohnya, anak langsung menoleh ketika mendengar suara menarik, melihat sesuatu bergerak, atau menemukan permainan yang disukainya. Perhatian jenis ini sering muncul secara spontan karena ada hal yang mencuri perhatian.

Sebaliknya, top-down attention melibatkan upaya sadar untuk mengarahkan dan mempertahankan perhatian sesuai tujuan. Misalnya, anak memilih menyelesaikan soal sekolah meskipun ada mainan yang ingin dimainkan.

Perhatian yang diarahkan secara sadar biasanya membutuhkan usaha mental lebih besar, terutama ketika tugas terasa sulit atau kurang menarik. Itulah sebabnya anak mungkin mampu bermain dalam waktu lama, tetapi lebih cepat kehilangan fokus saat mengerjakan pekerjaan rumah.

Perbedaan tersebut bukan berarti anak tidak mau belajar. Bisa jadi, ia masih membutuhkan latihan untuk mengatur perhatian dan menyelesaikan kegiatan yang menuntut usaha lebih besar.

Konsentrasi Anak Ibarat Baterai yang Perlu Dijaga

Kemampuan fokus juga dapat dibayangkan seperti baterai.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Konsentrasi anak Fokus belajar Parenting Anak

Komentar Pengguna