Pertumbuhan rambut tersebut dipengaruhi oleh perubahan hormon selama masa pubertas.
Perubahan suara merupakan salah satu ciri pubertas yang cukup mudah dikenali.
Hal ini terjadi karena laring atau kotak suara mengalami perkembangan, sementara pita suara menjadi lebih panjang dan tebal.
Pada masa transisi, suara anak mungkin terdengar berubah-ubah atau pecah ketika berbicara.
Kondisi tersebut merupakan bagian normal dari perkembangan tubuh dan biasanya akan semakin stabil seiring waktu.
Anak laki-laki biasanya mengalami percepatan pertumbuhan tinggi badan pada tahap pubertas yang lebih lanjut dibandingkan anak perempuan.
Selain tinggi badan, massa otot dan kekuatan fisik juga dapat meningkat.
Perubahan tersebut membuat postur tubuh anak mulai terlihat berbeda dibandingkan ketika masih berada pada masa kanak-kanak.
Peningkatan aktivitas hormon dapat merangsang kelenjar minyak pada kulit.
Akibatnya, wajah anak dapat menjadi lebih berminyak dan mulai muncul jerawat.
Orang tua dapat membantu anak membangun kebiasaan menjaga kebersihan kulit, seperti mencuci wajah secara teratur dan menggunakan produk perawatan yang sesuai.
Mimpi basah merupakan keluarnya air mani secara tidak disengaja ketika anak sedang tidur.
Peristiwa ini berkaitan dengan proses pematangan sistem reproduksi dan mulai aktifnya produksi sperma.
Tidak semua anak mengalami mimpi basah pada waktu yang sama. Sebagian mengalaminya ketika tidur, sedangkan sebagian lainnya mungkin tidak menyadari kapan ejakulasi pertama terjadi.
Orang tua perlu menjelaskan bahwa mimpi basah merupakan proses biologis yang normal dan bukan sesuatu yang harus membuat anak merasa malu atau bersalah.
Meskipun sama-sama mengalami pubertas, urutan dan waktu perubahan fisik pada anak laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan.
Berikut ringkasan perbedaannya.
| Aspek | Perempuan | Laki-laki |
|---|---|---|
| Awal pubertas | Umumnya 8–13 tahun | Umumnya 9–14 tahun |
| Tanda awal | Pertumbuhan payudara | Pembesaran testis |
| Perubahan tubuh | Pinggul dan payudara berkembang | Penis, testis, dan massa otot berkembang |
| Perubahan rambut | Ketiak dan kemaluan | Ketiak, kemaluan, kemudian wajah |
| Perubahan suara | Umumnya tidak terlalu mencolok | Suara menjadi lebih berat |
| Peristiwa reproduksi | Menstruasi pertama | Ejakulasi pertama atau mimpi basah |
| Pertumbuhan tinggi | Umumnya lebih awal | Umumnya lebih lambat, tetapi berlangsung lebih lama |
Perbedaan tersebut merupakan gambaran umum perkembangan biologis. Waktu dan urutan perubahan dapat bervariasi pada setiap anak.
Pubertas bukan hanya berkaitan dengan perubahan fisik. Anak juga mengalami perkembangan otak, kemampuan berpikir, pengaturan emosi, dan hubungan sosial.
Perubahan tersebut dapat membuat perilaku anak terlihat berbeda dibandingkan sebelumnya.
Berikut beberapa perubahan yang mungkin dialami.
Anak mungkin menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, atau mengalami perubahan suasana hati.
Perubahan hormonal, pengalaman sosial, tuntutan akademik, dan perkembangan psikologis dapat saling memengaruhi kondisi emosional anak.
Namun, tidak semua perubahan suasana hati harus dianggap sebagai akibat hormon. Orang tua tetap perlu memperhatikan kemungkinan adanya tekanan atau masalah lain.
Anak yang memasuki pubertas biasanya mulai lebih memperhatikan privasi dan batasan pribadi.
Misalnya, ingin mengganti pakaian sendiri, menutup pintu kamar, atau tidak ingin selalu ditemani ketika melakukan aktivitas tertentu.
Kebutuhan tersebut merupakan bagian dari perkembangan kemandirian.
Orang tua sebaiknya menghormati privasi anak sambil tetap memastikan keselamatan dan komunikasi keluarga terjaga.
Perubahan fisik dapat membuat anak semakin memperhatikan penampilan dirinya.
Anak mungkin mulai memilih pakaian, merawat rambut, menggunakan produk perawatan kulit, atau merasa kurang percaya diri terhadap bentuk tubuhnya.
Orang tua perlu menghindari komentar yang merendahkan penampilan anak.
Sebaliknya, bantu anak memahami bahwa setiap orang mempunyai proses perkembangan dan bentuk tubuh yang berbeda.
Hubungan pertemanan menjadi semakin penting ketika anak memasuki masa remaja.
Sebagian anak mulai lebih memperhatikan pendapat teman, ingin diterima dalam kelompok, atau merasa khawatir apabila berbeda dari lingkungan sekitarnya.
Kondisi ini dapat memengaruhi pilihan pergaulan, cara berpakaian, hingga kebiasaan sehari-hari.
Orang tua perlu tetap membangun komunikasi terbuka agar anak mempunyai tempat yang aman untuk bercerita.
Anak dapat mulai mempunyai pendapat sendiri dan mempertanyakan alasan di balik aturan yang diberikan orang tua.
Misalnya, anak meminta waktu lebih banyak untuk berkumpul dengan teman, menentukan pilihan pakaian, atau mengatur aktivitasnya sendiri.
Orang tua sebaiknya tidak langsung menganggap hal tersebut sebagai bentuk pembangkangan.
Gunakan kesempatan tersebut untuk mengajarkan tanggung jawab, batasan, dan kemampuan mengambil keputusan.
Sebelum anak mengalami menstruasi pertama, orang tua sebaiknya memberikan informasi mengenai perubahan tubuh yang akan terjadi.
Jangan menunggu sampai anak mengalami menstruasi untuk pertama kali baru menjelaskan proses tersebut.
Berikut beberapa hal yang perlu disampaikan.
Jelaskan bahwa menstruasi terjadi ketika lapisan dinding rahim meluruh dan keluar melalui vagina dalam bentuk darah.
Proses tersebut merupakan bagian dari siklus reproduksi perempuan.
Anak perlu memahami bahwa menstruasi bukan penyakit, bukan luka, dan bukan sesuatu yang harus disembunyikan karena rasa malu.
Orang tua dapat memperkenalkan pembalut sebelum menstruasi pertama.
Jelaskan cara memasang, mengganti, dan membuang pembalut dengan benar.
Ajarkan pula pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut serta menjaga kebersihan area genital.
Pada beberapa tahun pertama setelah menstruasi pertama, siklus dapat belum teratur karena sistem hormonal masih berkembang.
Anak juga perlu mengetahui bahwa lama dan banyaknya perdarahan dapat berbeda pada setiap orang.
Namun, apabila perdarahan sangat banyak, berlangsung terlalu lama, atau disertai nyeri berat hingga mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan dokter.
Anak dapat mengalami kram perut, nyeri pinggang, perubahan suasana hati, atau rasa tidak nyaman ketika menstruasi.
Orang tua perlu membantu anak memahami cara menjaga kesehatan selama periode tersebut.
Jika keluhan sangat berat atau terus berulang, jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang harus selalu ditahan.
Anak laki-laki juga membutuhkan edukasi yang tepat mengenai perubahan reproduksi dan tubuhnya.
Jangan menganggap bahwa anak laki-laki akan memahami seluruh perubahan tersebut dengan sendirinya.
Beberapa hal yang perlu dijelaskan meliputi:
Jelaskan bahwa suara menjadi lebih berat, pertumbuhan rambut, dan perubahan massa otot merupakan bagian dari proses pubertas.
Anak tidak perlu merasa malu apabila suaranya terkadang terdengar berbeda atau berubah ketika berbicara.
Terangkan bahwa mimpi basah merupakan proses keluarnya air mani ketika tidur dan dapat terjadi tanpa disengaja.
Anak perlu mengetahui cara membersihkan tubuh dan pakaian setelah mengalaminya.
Jika keluarga mengajarkan ketentuan bersuci menurut agama Islam, orang tua juga dapat menjelaskan tata cara mandi wajib dengan bahasa yang sesuai usia.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir