Anak yang sering mendapat ejekan mungkin mulai mempercayai perkataan negatif yang diterimanya.
Karena itu, orang tua perlu membantu anak melihat kemampuan dan kualitas dirinya secara lebih utuh.
Berikan kesempatan melakukan kegiatan yang disukai, mempertahankan pertemanan yang sehat, dan mengembangkan keterampilan tertentu.
Hindari menggunakan pujian berlebihan yang tidak sesuai kenyataan.
Lebih baik berikan pengakuan terhadap usaha nyata, misalnya keberanian anak bercerita atau kemampuannya meminta bantuan.
Orang tua juga perlu menghindari menyuruh anak mengubah seluruh penampilan atau kepribadiannya hanya untuk menghindari ejekan.
Pesan yang penting adalah setiap anak berhak diperlakukan dengan hormat.
Setelah melaporkan masalah, orang tua perlu memantau perkembangan.
Tanyakan apakah ejekan masih berlangsung, apakah anak sudah merasa lebih aman, dan apakah terdapat perubahan dalam interaksi sosial.
Jika kejadian berulang atau sekolah belum memberikan penanganan yang memadai, gunakan jalur pelaporan yang tersedia sesuai ketentuan perlindungan anak dan kebijakan pendidikan.
Tidak semua masalah selesai hanya melalui permintaan maaf.
Pada kasus perundungan, diperlukan langkah yang benar-benar menghentikan perilaku serta melindungi anak dari pembalasan atau tekanan lanjutan.
Ketika anak mengalami ejekan dari teman, kehadiran orang tua sebagai pendengar yang tenang merupakan langkah awal yang penting.
Anak membutuhkan dukungan untuk memahami perasaannya, mengenali perilaku yang tidak pantas, dan mengetahui bahwa ia dapat meminta bantuan.
Melalui komunikasi terbuka serta kerja sama dengan sekolah, orang tua dapat membantu anak menghadapi persoalan tanpa mempermalukannya atau menambah konflik yang sebenarnya bisa diselesaikan secara lebih aman.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir