Khazanah
Al Fina

Amalan Surat Al-Waqi’ah untuk Rezeki, Nyai Shobihah Ungkap Cara Membacanya Setiap Hari

Amalan Surat Al-Waqi’ah untuk Rezeki, Nyai Shobihah Ungkap Cara Membacanya Setiap Hari

10 Oktober 2026 | 20:51

Seseorang tidak hanya dinilai dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari manfaat yang dapat diteruskan kepada orang lain.

Ilmu, pendidikan, dan pengabdian menjadi beberapa bentuk kontribusi yang dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.

Istikamah Membaca Al-Waqi’ah dan Memohon Keberkahan

Kiai Musthofa juga menyinggung kebiasaan Nyai Shobihah dalam menjaga kesinambungan amalan. Ia mengaitkan istikamah dengan harapan agar ibadah menjadi bagian dari kehidupan hingga akhir hayat.

Dalam kegiatan tersebut, membaca Surat Al-Waqi’ah secara konsisten juga dikaitkan dengan harapan terhindar dari kefakiran, memperoleh kelapangan rezeki, dan mendapatkan keberkahan hidup.

Harapan lainnya mencakup kesempatan berziarah ke Makkah dan Madinah serta menunaikan ibadah haji. Namun, berbagai harapan tersebut merupakan doa dan ikhtiar spiritual, bukan kepastian hasil yang dijamin oleh jumlah bacaan tertentu.

Kiai Musthofa menyampaikan doa agar umat Islam memperoleh kehidupan yang berkah, rezeki yang melimpah, kesempatan berziarah ke Tanah Suci, dan akhir kehidupan yang baik.

“Semoga hidup kita semoga penuh keberkahan, rezeki kita semoga melimpah, bolak-balik ziarah, semoga ke Makkah dan Madinah (haji), membacanya secara istikamah, meninggal dalam keadaan husnul khatimah,” pungkas Kiai Musthofa.

Penjelasan Nyai Shobihah menekankan pentingnya menjaga amalan Surat Al-Waqi’ah secara rutin. Pembacaan sekali sehari dan penyesuaian waktu dengan aktivitas menjadi bagian dari cara pengamalan yang ia sampaikan dalam kegiatan ijazah tersebut.

Selain dikaitkan dengan harapan memperoleh kelancaran rezeki, Surat Al-Waqi’ah juga mengandung pengingat tentang hari kiamat dan kehidupan akhirat.

Karena itu, pengamalan surat ini dapat ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual yang disertai doa, rasa syukur, dan konsistensi beribadah. Rezeki pun dapat dimaknai secara luas, termasuk ilmu, keluarga yang saleh, serta kesempatan memberikan manfaat bagi sesama.**

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Alzheimer

Komentar Pengguna