Berita
Hilmi An Naufal

Aksi PPPK 7 September Batal, Forum Pilih Kawal Kepastian Status dan Pengembangan Karier ASN

Aksi PPPK 7 September Batal, Forum Pilih Kawal Kepastian Status dan Pengembangan Karier ASN

07 September 2026 | 06:05

KEBONCINTA.COM – Rencana aksi besar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK dan PPPK paruh waktu yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Senin, 7 September 2026, mengalami perkembangan terbaru.

Sejumlah forum yang sebelumnya berencana mengikuti aksi menyatakan kegiatan tersebut dibatalkan setelah perwakilan organisasi melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR.

Sebelumnya, aksi di kawasan Istana Negara diperkirakan dapat diikuti puluhan ribu PPPK dari berbagai daerah.

Pesertanya berasal dari sejumlah kelompok jabatan, antara lain guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Ketua Umum Aliansi Merah Putih Fadlun Abdillah sebelumnya menyebut lebih dari 20 ribu orang telah mendaftar dan jumlah peserta diperkirakan dapat mencapai sekitar 35 ribu orang.

Aksi tersebut dirancang untuk membawa sejumlah aspirasi berkaitan dengan masa depan PPPK dan PPPK paruh waktu.

Empat poin yang selama ini disuarakan antara lain percepatan perubahan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu untuk berbagai jabatan.

Forum juga menginginkan adanya jalur pengembangan karier bagi PPPK, peluang mengikuti proses menuju PNS sesuai kebijakan pemerintah, serta perubahan skema pembiayaan gaji PPPK dari daerah ke pemerintah pusat.

Namun perkembangan berubah setelah sejumlah pimpinan forum bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada 3 September 2026.

Perwakilan forum menyatakan aspirasi mereka telah diterima dan mendapat komitmen untuk ditindaklanjuti.

Setelah pertemuan tersebut, rencana aksi besar 7 September kemudian dibatalkan.

DPP Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia juga disebut menerbitkan surat mengenai pembatalan kegiatan tersebut.

Keputusan tersebut kemudian mulai diteruskan kepada anggota organisasi di berbagai daerah.

Salah satunya terjadi di Kabupaten Karawang.

Lebih dari 100 anggota PPPK paruh waktu asal Karawang yang sebelumnya mempersiapkan keberangkatan ke Jakarta akhirnya tidak jadi mengikuti aksi.

Bahkan dua bus disebut sebelumnya sudah disiapkan untuk membawa peserta.

Setelah pembatalan, perhatian organisasi kini diarahkan kepada pengawalan kebijakan pemerintah agar aspirasi yang telah disampaikan benar-benar mempunyai tindak lanjut yang jelas.

Hal tersebut penting karena perubahan status PPPK tidak cukup hanya berdasarkan kesepakatan dalam pertemuan.

Pelaksanaannya tetap membutuhkan regulasi, mekanisme administrasi, kesiapan formasi hingga dukungan anggaran.

Karena itu, PPPK dan PPPK paruh waktu masih perlu menunggu kebijakan resmi dari kementerian dan lembaga pemerintah terkait.

Informasi mengenai perubahan status menjadi penuh waktu maupun kesempatan mengikuti seleksi PNS juga sebaiknya mengacu pada regulasi resmi.

Tidak semua perubahan status dapat dilakukan secara otomatis.

Persyaratan kompetensi, kebutuhan pegawai dan mekanisme seleksi masih dapat menjadi bagian dari kebijakan pemerintah.

Pengembangan karier juga menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian.

PPPK berharap status sebagai ASN diikuti dengan jalur peningkatan kompetensi dan karier yang lebih jelas.

Sementara bagi PPPK paruh waktu, persoalan yang paling banyak disoroti adalah kesempatan memperoleh status penuh waktu dan kepastian penghasilan.

Pembatalan aksi 7 September membuat perjuangan aspirasi beralih dari mobilisasi massa menuju pengawalan proses kebijakan.

Forum PPPK menyatakan akan terus melihat perkembangan setelah komunikasi dengan pimpinan DPR dan pemerintah.

Bagi para pegawai, hal yang perlu dilakukan sekarang adalah mengikuti informasi resmi serta tidak terburu-buru menganggap perubahan status telah berlaku sebelum aturan pelaksanaannya diterbitkan.

Keputusan atau regulasi resmi tetap menjadi dasar utama dalam setiap perubahan status dan pengembangan karier ASN.

Tags:
pendidikan politik

Komentar Pengguna