Kesehatan
Rahman Abdullah

8 Penyakit Sistem Gerak Manusia yang Perlu Dikenali, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

8 Penyakit Sistem Gerak Manusia yang Perlu Dikenali, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

30 Oktober 2026 | 09:22

Namun, skoliosis juga dapat berkaitan dengan kelainan bawaan, gangguan saraf dan otot, atau kondisi medis tertentu.

Tanda yang bisa terlihat antara lain tinggi bahu tidak sama, posisi pinggang berbeda, atau salah satu sisi punggung tampak lebih menonjol. Meski begitu, tanda tersebut tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Pemeriksaan tenaga kesehatan penting dilakukan jika muncul dugaan skoliosis, terutama pada anak dan remaja yang masih mengalami pertumbuhan.

5. Kekurangan Vitamin D, Berdampak pada Tulang dan Otot

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium yang diperlukan untuk menjaga kekuatan tulang. Jika kebutuhan vitamin ini tidak terpenuhi dalam waktu lama, kesehatan tulang dapat terganggu.

Pada anak-anak, kekurangan vitamin D yang berat dapat menyebabkan rakitis, sedangkan pada orang dewasa dapat menyebabkan osteomalasia, yaitu kondisi tulang menjadi kurang termineralisasi. Keluhan yang mungkin muncul meliputi nyeri tulang dan kelemahan otot.

Sumber vitamin D antara lain ikan berlemak, telur, serta makanan yang diperkaya vitamin D. Tubuh juga dapat memproduksinya ketika kulit terpapar sinar matahari. Kebutuhan paparan matahari berbeda-beda menurut kondisi individu dan lingkungan.

Suplemen dapat diperlukan pada kondisi tertentu, tetapi sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan dan saran tenaga kesehatan. Kram otot saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kekurangan vitamin D.

6. Tetanus, Infeksi yang Menyebabkan Otot Kaku

Tetanus merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini dapat masuk melalui luka yang terkontaminasi, termasuk luka tusuk atau luka yang tampak kecil.

Racun tersebut dapat memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan kekakuan otot, kejang yang menyakitkan, serta kesulitan menelan. Tetanus bukan sekadar gangguan otot biasa dan dapat mengancam nyawa.

Pencegahan paling penting adalah vaksinasi tetanus sesuai jadwal dan penanganan luka yang tepat. Jika mengalami luka berisiko, segera minta penilaian tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah diperlukan perawatan tambahan atau vaksinasi.

Apabila muncul rahang kaku, kejang otot, atau kesulitan menelan setelah mengalami luka, segera cari pertolongan medis darurat.

7. Kram Otot, Kontraksi Mendadak yang Menimbulkan Nyeri

Kram otot terjadi ketika otot berkontraksi secara tiba-tiba tanpa disengaja dan menimbulkan rasa sakit. Kondisi ini sering dialami pada betis, telapak kaki, atau paha, termasuk ketika berolahraga maupun saat tidur.

Pemicu kram dapat berupa kelelahan otot, aktivitas fisik yang berat, kondisi tertentu, atau penggunaan beberapa jenis obat. Pada sebagian kasus, faktor penyebabnya tidak diketahui dengan jelas.

Ketika kram terjadi, hentikan aktivitas dan regangkan otot secara perlahan. Memijat bagian yang terasa tegang dengan lembut juga dapat membantu meredakan keluhan.

Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi, terutama saat beraktivitas dalam cuaca panas. Jika kram sering berulang, berlangsung lama, atau disertai pembengkakan dan kelemahan otot, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Baca Juga: 3 Mindset Belajar yang Bisa Menghambat Kemajuan, Mahasiswa dan Pelajar Perlu Menghindarinya 

8. Keseleo, Cedera pada Ligamen di Sekitar Sendi

Keseleo atau sprain terjadi ketika ligamen, yaitu jaringan yang menghubungkan tulang pada sendi, meregang berlebihan atau mengalami robekan. Cedera ini sering terjadi pada pergelangan kaki, tetapi juga dapat mengenai lutut, pergelangan tangan, dan bagian tubuh lainnya.

Keseleo dapat disebabkan oleh salah pijakan, terjatuh, perubahan arah gerakan secara mendadak, atau aktivitas olahraga. Gejalanya meliputi nyeri, pembengkakan, memar, dan kesulitan menggerakkan atau menumpu pada bagian yang cedera.

Untuk cedera ringan, istirahat relatif dan kompres dingin yang dibungkus kain dapat membantu mengurangi keluhan.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Sistem gerak Penyakit tulang Gangguan otot

Komentar Pengguna