Namun, jika teman tersebut mengancam, menguntit, atau berpotensi melakukan kekerasan, jangan menghadapi situasi itu sendirian. Libatkan orang tua, guru, atau pihak sekolah agar langkah yang diambil tetap aman.
Menghindari pertemanan toxic di sekolah bukan berarti harus menjauhi semua orang yang pernah berbeda pendapat denganmu. Perbedaan dan perselisihan merupakan bagian wajar dari hubungan sosial. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana setiap orang menyelesaikan masalah dan menghormati batasan satu sama lain.
Pertemanan yang sehat memberi ruang bagi setiap orang untuk berkembang, berani menyampaikan pendapat, dan tetap menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut. Teman yang baik tidak harus selalu setuju denganmu, tetapi mampu menyampaikan kritik tanpa merendahkan dan menghargai keputusanmu.
Mulailah dengan mengenali perilaku yang merugikan, menetapkan batasan, memperluas pergaulan, dan mencari bantuan ketika diperlukan. Ingat, kamu berhak memiliki lingkungan pertemanan yang saling menghargai, mendukung, dan memberikan rasa aman.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir