Gaya Hidup
Rahman Abdullah

8 Cara Menghindari Pertemanan Toxic di Sekolah agar Hidup Lebih Tenang dan Percaya Diri

8 Cara Menghindari Pertemanan Toxic di Sekolah agar Hidup Lebih Tenang dan Percaya Diri

01 November 2026 | 19:51

KebonCinta.com-- Memiliki teman yang bisa diajak berbagi cerita, saling mendukung, dan tumbuh bersama merupakan bagian menyenangkan dari kehidupan sekolah. Namun, tidak semua hubungan pertemanan memberikan pengaruh baik. Ada kalanya, seseorang justru merasa tertekan, kehilangan kepercayaan diri, atau takut menjadi dirinya sendiri karena sikap teman-temannya.

Situasi seperti ini kerap disebut sebagai toxic friendship atau pertemanan yang tidak sehat. Hubungan tersebut bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kebiasaan mengejek, menyebarkan rahasia, memanipulasi perasaan, hingga memaksa seseorang melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan.

Bagi remaja, mengenali pertemanan yang tidak sehat menjadi hal penting karena lingkungan pergaulan dapat memengaruhi perkembangan karakter, semangat belajar, dan kesejahteraan emosional. Meski tidak selalu mudah menjauh dari teman yang sudah dekat, setiap orang berhak memiliki hubungan yang membuatnya merasa aman dan dihargai.

Lantas, bagaimana cara menghindari pertemanan toxic di sekolah? Berikut delapan langkah yang bisa diterapkan untuk membangun pergaulan yang lebih positif.

Baca Juga: Sering Belajar tapi Sulit Paham? Kenali 4 Gaya Belajar yang Bisa Dicoba Siswa! 

1. Kenali Tanda-Tanda Pertemanan yang Tidak Sehat

Langkah pertama adalah memahami perilaku yang membuat sebuah hubungan terasa tidak nyaman. Teman yang toxic mungkin sering meremehkan kemampuanmu, mengejek kekuranganmu di depan orang lain, atau justru merasa terganggu ketika kamu meraih prestasi.

Tanda lainnya adalah kebiasaan membocorkan rahasia, menyebarkan gosip, dan membuatmu merasa bersalah setiap kali menolak permintaannya. Ada pula teman yang hanya datang ketika membutuhkan bantuan, tetapi menghilang saat kamu sedang mengalami kesulitan.

Namun, penting untuk tidak langsung memberi label toxic hanya karena seseorang pernah melakukan kesalahan. Perhatikan pola perilakunya, dampaknya terhadap dirimu, serta apakah ia bersedia memperbaiki sikap setelah diajak berbicara.

Jika perilaku yang merugikan terus berulang dan batasanmu tidak dihormati, hubungan tersebut perlu dievaluasi.

2. Berani Menetapkan Batasan dalam Pertemanan

Menjadi teman yang baik bukan berarti harus selalu menuruti keinginan orang lain. Kamu tetap berhak menentukan hal-hal yang membuatmu nyaman dan tidak nyaman.

Misalnya, jika seorang teman terus mengomentari penampilanmu dengan cara yang menyakitkan, sampaikan bahwa kamu tidak menyukai perlakuan tersebut. Begitu pula ketika ada teman yang meminta kata sandi akun pribadi, memaksa meminjam barang, atau menyuruhmu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsipmu.

Sampaikan batasan dengan bahasa yang sopan, tetapi tegas. Kamu bisa mengatakan, "Aku tidak nyaman kalau masalah pribadiku diceritakan kepada orang lain. Tolong hargai privasiku."

Batasan yang jelas membantu orang lain memahami cara memperlakukanmu. Jika batasan itu terus dilanggar, kamu dapat mempertimbangkan untuk mengurangi interaksi dengannya.

3. Jangan Mudah Terpancing Provokasi

Sebagian konflik pertemanan berawal dari ejekan, sindiran, atau perkataan yang sengaja memancing emosi. Ketika menghadapi situasi tersebut, membalas dengan kemarahan terkadang justru membuat masalah semakin panjang.

Cobalah berhenti sejenak sebelum merespons. Tarik napas, tenangkan diri, lalu pikirkan apakah persoalan tersebut perlu ditanggapi saat itu juga.

Kamu tidak harus memenangkan setiap perdebatan untuk membuktikan bahwa dirimu benar.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 3
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Pertemanan toxic Toxic Friendship Pertemanan Sehat

Komentar Pengguna