Pendidikan
Hilmi An Naufal

70 Guru SD Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris BGTK Sulawesi Utara pada 3–4 November 2026, Ini Materi dan Tujuannya

70 Guru SD Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris BGTK Sulawesi Utara pada 3–4 November 2026, Ini Materi dan Tujuannya

04 November 2026 | 07:08

KebonCinta.com — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan pelatihan Practical English for Young Learners (PEYL) untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarkan Bahasa Inggris kepada peserta didik usia dini dan sekolah dasar.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 3–4 November 2026 di kantor BGTK Provinsi Sulawesi Utara, Manado, dengan melibatkan 70 guru sekolah dasar dari berbagai kabupaten dan kota.

Informasi tersebut disampaikan melalui Siaran Pers BGTK Sulawesi Utara Nomor 006/Sipers/B7.21/XI/2026 yang diterbitkan pada Selasa, 3 November 2026.

DIIKUTI 70 GURU DARI TUJUH WILAYAH

Baca Juga: Insentif 2.347 Guru PAUD dan TK Indramayu Rp900 Ribu Mulai Cair, Disdikbud Jelaskan Kendala Rekening Penerima 

Peserta pelatihan berasal dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Minahasa Utara.

Selain itu, kegiatan juga diikuti guru dari Kota Kotamobagu, Kota Tomohon, serta Kota Manado.

Pelibatan guru dari berbagai wilayah bertujuan memperkuat kemampuan pendidik dalam mengembangkan kegiatan belajar Bahasa Inggris sesuai karakteristik anak.

Kepala BGTK Sulawesi Utara, Arianto Batara, menekankan pentingnya kontribusi berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Menurutnya, pengembangan kompetensi guru merupakan salah satu bagian dari upaya menghadirkan pendidikan berkualitas.

BEKERJA SAMA DENGAN RELO DAN TEFLIN

Pelatihan PEYL diselenggarakan melalui kerja sama BGTK Sulawesi Utara dengan Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan TEFLIN.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak.

Peserta tidak hanya diberikan pemahaman secara teoretis, tetapi juga mengikuti kegiatan simulasi dan praktik pembelajaran.

Pendekatan ini diharapkan membuat guru lebih percaya diri ketika menyusun kegiatan belajar yang komunikatif dan menyenangkan.

MATERI HARI PERTAMA PELATIHAN

Pada Selasa, 3 November, peserta mengikuti beberapa sesi yang berfokus pada pengelolaan kelas dan perencanaan pembelajaran.

Materi tersebut meliputi Model Lesson and Debrief, Managing Learners in EYL Classroom, serta EYL Lesson Flow and Scaffolding.

Peserta juga mempelajari Activate Games untuk mengenal pemanfaatan permainan edukatif dalam meningkatkan keterlibatan anak.

Melalui sesi tersebut, guru mendapatkan pengalaman mengenai penyusunan alur kegiatan yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan peserta didik.

Pembelajaran berbasis permainan menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu anak mengenal kosakata dan komunikasi sederhana.

MATERI HARI KEDUA PADA 4 NOVEMBER

Pada Rabu, 4 November 2026, pelatihan dijadwalkan berlanjut dengan materi Say Less, Do More: Clear Instructions.

Materi tersebut menekankan pentingnya memberikan instruksi yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak.

Peserta juga dijadwalkan mengikuti sesi English in Action: Making Learning Visible dan Feedback That Opens Up Choice.

Sesi lainnya adalah One Lesson, Many Learners yang membahas bagaimana satu kegiatan belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan murid yang berbeda-beda.

Jadwal tersebut merupakan agenda yang diumumkan penyelenggara, bukan pernyataan bahwa seluruh sesi hari kedua telah selesai pada pagi 4 November.

GURU DILATIH MEMBUAT SISWA AKTIF

Salah satu prinsip utama PEYL adalah memastikan seluruh peserta didik mempunyai kesempatan untuk melakukan aktivitas selama pembelajaran.

Guru didorong tidak hanya menjelaskan materi secara lisan, tetapi juga mengembangkan kegiatan yang memungkinkan anak mendengar, berbicara, bergerak, dan mempraktikkan kemampuan Bahasa Inggris.

Hasil aktivitas tersebut diharapkan dapat diamati atau didengar agar guru lebih mudah memberikan umpan balik.

Pendekatan yang digunakan juga memperhatikan perbedaan kemampuan dan kebutuhan setiap peserta didik.

MELIBATKAN EMPAT PELATIH

Kegiatan PEYL menghadirkan Prof. Nihta Vera Frelly Liando dan Endang Nandiasari sebagai PEYL Trainer.

Selain itu, Ady Shiswady bertugas sebagai BGTK Trainer dan Selfi Walesasi sebagai School Trainer.

Tim pelatih mendampingi peserta untuk mengenal strategi pembelajaran melalui simulasi dan praktik langsung.

BGTK berharap guru dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing-masing sehingga kegiatan belajar Bahasa Inggris menjadi lebih interaktif.

Pelatihan ini merupakan kegiatan bagi 70 peserta yang telah ditetapkan. Pengumuman tidak menyebutkan adanya pembukaan pendaftaran umum baru untuk seluruh guru Indonesia.

Informasi pengembangan kompetensi dapat dipantau melalui https://bgtksulut.kemendikdasmen.go.id.

Tags:
Pelatihan guru Bahasa Inggris 2026 BGTK Sulawesi Utara Practical English for Young Learners PEYL kompetensi guru SD pelatihan guru metode belajar Bahasa Inggris RELO TEFLIN.

Komentar Pengguna