Keboncinta — Sebanyak 65 mahasiswa Universitas Teuku Umar yang tercatat sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia mengikuti Capacity Building Generasi Baru Indonesia Aceh di Universitas Muhammadiyah Aceh. Pelatihan selama dua hari pada 27–28 Agustus 2026 itu diarahkan untuk memperkuat kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan mahasiswa mengolah gagasan menjadi aksi sosial.
Mahasiswa UTU mengikuti kegiatan bersama penerima beasiswa dari Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Universitas Abulyatama, Universitas Muhammadiyah Aceh, serta Universitas Serambi Mekkah. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti 415 mahasiswa dari enam perguruan tinggi.
Pertemuan lintas kampus memberikan kesempatan kepada peserta untuk membangun jejaring yang lebih luas. Selain bertukar pengalaman mengenai kegiatan di lingkungan universitas, mahasiswa dapat merancang kolaborasi yang menjangkau masyarakat di luar kampus.
Capacity building tahun ini mengangkat tema “Creative, Connect, Inspire: Turning Ideas into Impactful Content”. Melalui tema tersebut, peserta didorong untuk tidak berhenti pada kemampuan membuat konten yang menarik, tetapi juga memahami tujuan, pesan, dan dampak sosial dari konten yang mereka publikasikan.
Keterampilan komunikasi semakin penting ketika mahasiswa harus menjelaskan persoalan ekonomi, kebijakan publik, atau literasi keuangan kepada masyarakat. Informasi yang kompleks perlu diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami tanpa menghilangkan ketepatan maknanya.
Dalam catatan UTU, program Beasiswa Bank Indonesia di Aceh telah berjalan sejak 2016 dan menjangkau sekitar 2.900 mahasiswa. Penerima beasiswa tidak hanya memperoleh dukungan pendidikan, tetapi juga mengikuti pembinaan untuk mengembangkan kapasitas pribadi dan kepedulian sosial.
Pelatihan ini juga dirangkai dengan pelantikan kepengurusan baru GenBI Aceh. Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTU, Suhaila Julia Husen, terpilih memimpin kepengurusan GenBI Universitas Teuku Umar untuk periode berjalan.
Kehadiran pengurus baru menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Organisasi GenBI di tingkat kampus diharapkan mampu menyusun kegiatan yang relevan, membangun kerja sama, serta melibatkan anggota dalam program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Pihak UTU turut mendampingi para mahasiswa selama kegiatan. Pendampingan kampus dibutuhkan agar pengalaman yang diperoleh peserta dapat diterjemahkan menjadi program konkret setelah mereka kembali ke universitas.
Bank Indonesia sebelumnya menjelaskan bahwa capacity building merupakan bagian dari pengembangan kompetensi penerima beasiswa. Dalam publikasi BI pada November 2025, program GenBI diarahkan untuk mengembangkan integritas, kapasitas diri, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial mahasiswa.
Dengan bekal tersebut, penerima beasiswa diharapkan dapat berperan lebih luas daripada sekadar memperoleh capaian akademik. Mereka juga dituntut mampu menjadi penggerak kegiatan positif, menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Tantangan berikutnya bagi peserta adalah memastikan hasil pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan. Gagasan yang muncul selama forum perlu dikembangkan menjadi kegiatan terukur, mulai dari edukasi literasi keuangan hingga konten digital yang membantu masyarakat memahami isu ekonomi secara lebih sederhana.