Pendidikan
Hilmi An Naufal

58.482 Guru SD Disiapkan Mengajar Bahasa Inggris Wajib 2027, Kemendikdasmen Gandeng 101 Perguruan Tinggi

58.482 Guru SD Disiapkan Mengajar Bahasa Inggris Wajib 2027, Kemendikdasmen Gandeng 101 Perguruan Tinggi

05 November 2026 | 19:20

KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan program pelatihan bagi 58.482 guru sekolah dasar (SD) menjelang pemberlakuan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas III SD pada tahun ajaran 2027/2028.

Program tersebut disampaikan dalam kegiatan koordinasi dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa pemerintah menggandeng 101 perguruan tinggi untuk membantu meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarkan Bahasa Inggris.

58.482 GURU DARI 19 PROVINSI MENJADI SASARAN

Baca Juga: 7 Fakta Unik Danau Baikal di Rusia, Danau Tertua dan Terdalam yang Menyimpan 20 Persen Cadangan Air Tawar Bumi 

Berdasarkan data Kemendikdasmen, program pelatihan dirancang menjangkau 58.482 guru dari hampir 60.000 sekolah dasar.

Peserta berasal dari 19 provinsi, 227 kabupaten atau kota, serta 2.717 kecamatan di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, setiap sekolah yang termasuk sasaran program akan mengirimkan satu guru yang mengajar kelas III.

Guru tersebut nantinya mengikuti peningkatan kemampuan agar lebih siap menghadapi perubahan pembelajaran Bahasa Inggris pada tahun ajaran mendatang.

Jumlah 58.482 merupakan sasaran program yang diumumkan pemerintah, bukan jumlah guru yang sudah dinyatakan menyelesaikan seluruh pelatihan pada 5 November.

101 PERGURUAN TINGGI MENJADI MITRA

Kemendikdasmen melibatkan 101 perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Perguruan tinggi tersebut akan membantu pelaksanaan pelatihan melalui pengaturan lokasi dan pembagian kelompok peserta.

Sebanyak 3.002 kelas pelatihan disiapkan, dengan jumlah peserta pada setiap kelas berkisar antara 10 sampai 33 guru.

Kemitraan ini dirancang agar pelaksanaan program menjangkau banyak wilayah tanpa mengharuskan seluruh peserta datang ke Jakarta.

PELATIHAN BERLANGSUNG 80 JAM PELAJARAN

Nunuk menjelaskan bahwa pelatihan akan dilaksanakan selama sepuluh hari dengan total 80 jam pelajaran.

Jumlah tersebut terdiri atas 40 jam pelajaran tatap muka dan 40 jam pelajaran mandiri melalui aplikasi Ruang GTK.

Pada kegiatan tatap muka, peserta akan mempelajari materi Bahasa Inggris, penyusunan perangkat pembelajaran, simulasi mengajar, dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik murid SD.

Sementara itu, pembelajaran mandiri memberikan kesempatan kepada guru memperdalam materi melalui layanan digital.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga keterampilan mengajarkannya kepada anak-anak.

GURU TIDAK HARUS MENINGGALKAN SEKOLAH

Kemendikdasmen berupaya merancang pelatihan agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Salah satu pendekatannya adalah mendekatkan pengajar dari perguruan tinggi ke wilayah tempat guru bertugas.

Dengan pengaturan tersebut, para guru diharapkan tetap dapat melaksanakan kewajiban mengajar sebelum mengikuti sesi pelatihan.

Pemerintah menilai keberlanjutan pembelajaran murid harus tetap diperhatikan meskipun guru sedang mengikuti peningkatan kompetensi.

GURU NONJURUSAN BAHASA INGGRIS JUGA DIPERSIAPKAN

Nunuk menyampaikan bahwa pelatihan turut memperhatikan guru SD yang tidak memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.

Kelompok guru tersebut membutuhkan dukungan agar lebih percaya diri dalam menyampaikan materi.

Kemendikdasmen ingin pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar berlangsung secara menyenangkan, komunikatif, dan bermakna.

Karena itu, kemampuan pedagogik atau keterampilan mengajar menjadi bagian penting dalam program.

BAHASA INGGRIS WAJIB MULAI TAHUN AJARAN 2027/2028

Penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib pada kelas III SD dijadwalkan mulai tahun ajaran 2027/2028.

Dengan demikian, pemerintah masih mempunyai waktu untuk mempersiapkan pendidik dan kebutuhan pembelajaran.

Namun, pelaksanaan program pelatihan bukan berarti seluruh sekolah wajib langsung menerapkan perubahan tersebut pada November 2026.

Sekolah perlu mengikuti ketentuan kurikulum dan pengumuman resmi yang berlaku.

CARA GURU MENGETAHUI INFORMASI PESERTA

Guru yang ingin memastikan keikutsertaan dapat berkoordinasi dengan kepala sekolah, dinas pendidikan, dan instansi penyelenggara.

Informasi lebih lanjut dapat dipantau melalui https://www.kemendikdasmen.go.id dan layanan Ruang GTK.

Hingga 5 November, publikasi yang diperiksa belum memuat formulir pendaftaran mandiri nasional untuk semua guru di luar sekolah sasaran.

Guru diimbau tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang mengaku menyediakan pendaftaran berbayar.

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berharap lebih banyak guru SD siap menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.

Tags:
Bahasa Inggris SD 2027 pelatihan guru SD 2026 kemendikdasmen PKGSD MBI 58.482 guru SD Ruang GTK Nunuk Suryani kurikulum Bahasa Inggris SD.

Komentar Pengguna