Khazanah
Rahman Abdullah

5 Keutamaan Sholat Dhuha yang Sayang Dilewatkan, dari Sedekah hingga Ganjaran Surga

5 Keutamaan Sholat Dhuha yang Sayang Dilewatkan, dari Sedekah hingga Ganjaran Surga

26 Oktober 2026 | 19:22

Sholat dhuha juga dapat menjadi waktu untuk berhenti sejenak dari kesibukan, mengingat Allah SWT, serta menata kembali niat sebelum melanjutkan aktivitas.

Baca Juga: Doa Setelah Shalat Dhuha agar Rezeki Berkah, Lengkap dengan Niat dan Bacaan Arab 

5. Keutamaan Sholat Dhuha Disebutkan dalam Berbagai Jumlah Rakaat

Sholat dhuha dapat dikerjakan dengan jumlah rakaat yang berbeda sesuai kemampuan. Dua rakaat merupakan jumlah yang dapat dijadikan permulaan, sedangkan sebagian riwayat menjelaskan keutamaan pada jumlah rakaat yang lebih banyak.

Dalam riwayat yang dinukil Imam Al-Baihaqi dari Abdullah bin Amr, terdapat keterangan mengenai keutamaan sholat dhuha dua, empat, enam, delapan, sepuluh, hingga dua belas rakaat.

Riwayat tersebut menggambarkan beberapa ganjaran, mulai dari tidak dicatat sebagai orang yang lalai hingga kabar tentang rumah di surga bagi orang yang mengerjakan dua belas rakaat.

Keterangan ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan ibadah sunah secara bertahap. Namun, umat Islam tidak perlu memaksakan diri mengerjakan banyak rakaat jika belum mampu. Menjaga ibadah sesuai kemampuan dan memahami dalil yang menjadi landasannya juga penting.

Perlu diketahui, rincian keutamaan pada setiap jumlah rakaat tersebut berasal dari riwayat tertentu. Karena itu, penyebutan ganjarannya sebaiknya tidak digeneralisasi sebagai jaminan yang terlepas dari konteks dan penilaian hadis.

Membiasakan Sholat Dhuha sebagai Bentuk Syukur

Berbagai keutamaan sholat dhuha menunjukkan bahwa ibadah sunah ini memiliki tempat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Mulai dari nilai sedekah bagi persendian, dorongan untuk memohon ampunan, hingga kabar tentang ganjaran di surga, semuanya dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Sholat dhuha juga mengajarkan bahwa mendekatkan diri kepada Allah SWT dapat dilakukan melalui amalan yang sederhana tetapi dijaga secara konsisten. Tidak harus langsung mengerjakan banyak rakaat, seseorang bisa memulainya dengan dua rakaat sesuai kemampuan.

Dengan memahami keutamaannya sekaligus memperhatikan dasar riwayat yang digunakan, umat Islam diharapkan dapat menjalankan sholat dhuha dengan lebih baik. Bukan semata-mata mengejar ganjaran, melainkan juga sebagai wujud syukur, ketaatan, dan usaha menjaga hubungan dengan Allah SWT.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Sholat Dhuha Keutamaan dhuha Rakaat Dhuha

Komentar Pengguna