Keboncinta.com – Hubungan antara karyawan dan atasan tidak selalu berjalan harmonis. Sikap atasan yang keras, mudah marah, atau sulit menerima masukan terkadang membuat suasana kerja terasa penuh tekanan.
Dalam Islam, seorang Muslim diajarkan menjaga adab, kesabaran, dan komunikasi ketika menghadapi orang lain. Selain berusaha memperbaiki hubungan, doa dapat menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah agar hati lebih tenang dan urusan pekerjaan dipermudah.
Tidak ada doa khusus dari Rasulullah SAW yang secara sahih ditetapkan untuk meluluhkan hati atasan. Namun, terdapat doa dari Al-Qur'an dan hadis yang dapat diamalkan sesuai kebutuhan.
Doa ini dibaca Nabi Musa AS ketika mendapat perintah untuk menghadapi Fir'aun. Bacaan tersebut relevan diamalkan sebelum bertemu atasan, menyampaikan pendapat, atau membicarakan persoalan pekerjaan.
Arab:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin:
Rabbisyrah lii shadrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaanii, yafqahuu qaulii.
Artinya:
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”
Doa ini terdapat dalam QS Thaha ayat 25–28. Kandungannya mengajarkan pentingnya memohon ketenangan, kemudahan, dan kemampuan menyampaikan sesuatu dengan jelas.
Baca Juga: Doa agar Dijauhkan dari Penyakit dan Diberi Kesehatan Jasmani serta Rohani
Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk memohon perlindungan dari kesedihan, kelemahan, dan tekanan orang lain.
Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin:
Allahumma inni a‘udzu bika minal-hammi wal-hazan, wal-‘ajzi wal-kasal, wal-jubni wal-bukhli, wa dhala‘id-daini wa ghalabatir-rijal.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir, lilitan utang, serta tekanan orang lain.”
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari Anas bin Malik. Seorang karyawan dapat mengamalkannya ketika merasa tertekan menghadapi sikap atasan atau persoalan pekerjaan.
Selain doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis, seorang Muslim boleh memohon dengan kalimat sendiri selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan syariat.
Berikut contoh doa yang dapat dibaca:
Arab:
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ مَا بَيْنِي وَبَيْنَ رَئِيسِي، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخُلُقِ وَالْعَدْلَ وَالْحِكْمَةَ
Latin:
Allahumma ashlih maa bainii wa baina ra’iisii, wa allif baina quluubinaa, warzuqnaa husnal-khuluqi wal-‘adli wal-hikmah.
Artinya:
“Ya Allah, perbaikilah hubungan antara aku dan atasanku, satukanlah hati kami, serta anugerahkanlah kepada kami akhlak yang baik, keadilan, dan kebijaksanaan.”
Bacaan ini merupakan doa umum yang disusun untuk memohon kebaikan hubungan kerja, bukan doa khusus yang dinisbatkan kepada Rasulullah SAW.
Baca Juga: Kumpulan Doa agar Anak Terhindar dari Pergaulan Buruk dan Pengaruh Negatif, Ini Bacaannya
Membaca doa perlu disertai usaha nyata. Beberapa sikap yang dapat diterapkan antara lain:
Doa mengingatkan seseorang bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan kekuatan sendiri. Melalui doa, seorang Muslim belajar bersabar, mengendalikan emosi, dan menyerahkan hasil usahanya kepada Allah.
Selain itu, doa Nabi Musa mengajarkan pentingnya kesiapan mental dan komunikasi yang baik. Sementara doa perlindungan dari kegelisahan menjadi pengingat agar tekanan pekerjaan tidak membuat seseorang kehilangan ketenangan.
Pada akhirnya, tujuan berdoa bukan sekadar mengubah sikap atasan, tetapi juga memohon agar diri sendiri diberi kebijaksanaan dalam menghadapi setiap persoalan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir