Keboncinta.com – Bogor. Sebanyak 4.025 pendidik mengikuti Program Membuat Konten Digital untuk Pembelajaran atau MODULAR SMA 2026. Program tersebut mendorong guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan media pembelajaran digital yang sesuai dengan kebutuhan murid.
Rangkaian program ditutup melalui MODULAR Summit 2026 yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 20 Agustus 2026.
Program tersebut menghasilkan ratusan konten digital berupa media pembelajaran interaktif, gim edukasi, laboratorium maya, serta materi yang memanfaatkan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence.
Direktur Sekolah Menengah Atas Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, menjelaskan bahwa 4.025 peserta mengikuti program melalui lima sesi pendampingan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 692 peserta berhasil menghasilkan 2.052 konten pembelajaran digital. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 874 konten dinyatakan lolos ke tahap penilaian.
Kemendikdasmen selanjutnya menetapkan 200 peserta untuk mengikuti MODULAR Summit 2026. Mereka terdiri atas 100 peserta yang hadir secara langsung dan 100 peserta secara daring.
Pada tahap finalisasi, para peserta terpilih menghasilkan 362 konten pembelajaran. Berdasarkan keterangan resmi Kemendikdasmen, seluruh konten tersebut direncanakan diunggah dan dimanfaatkan melalui platform Ruang Murid.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menilai perkembangan teknologi menuntut perubahan pendekatan pembelajaran di sekolah.
Murid jenjang SMA saat ini sangat dekat dengan perangkat digital. Karena itu, materi pembelajaran perlu disajikan secara lebih visual, interaktif, kolaboratif, dan tetap memiliki tujuan pendidikan yang jelas.
Digitalisasi pendidikan tidak cukup dilakukan dengan menyediakan perangkat atau memindahkan isi buku ke layar. Perubahan tersebut juga harus menyentuh cara guru merancang dan menyampaikan pembelajaran agar lebih kontekstual serta berpusat pada murid.
Melalui MODULAR, pendidik didorong untuk mengembangkan konten sendiri berdasarkan karakteristik mata pelajaran, kebutuhan murid, dan kondisi sekolah masing-masing.
Konten yang dibuat dapat berbentuk permainan edukasi, simulasi, video interaktif, laboratorium virtual, maupun media yang memanfaatkan teknologi AI.
Kemunculan teknologi dan AI di lingkungan sekolah kerap menimbulkan kekhawatiran mengenai berkurangnya peran guru. Namun, Kemendikdasmen menegaskan bahwa teknologi tetap berfungsi sebagai alat pendukung pembelajaran.
Guru masih memiliki peran utama dalam mendidik, membimbing, memberikan keteladanan, memahami kondisi emosional murid, dan menanamkan nilai-nilai yang tidak dapat sepenuhnya dilakukan oleh mesin.
Teknologi dapat membantu guru menyiapkan bahan ajar, membuat visualisasi, menyusun latihan, atau menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik. Akan tetapi, keputusan mengenai kesesuaian materi dan cara penggunaannya tetap berada di tangan pendidik.
Atip juga mengingatkan bahwa guru dan murid perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menilai, serta menggunakan AI secara bertanggung jawab. Setiap informasi yang dihasilkan teknologi harus diperiksa kembali sebelum dipakai sebagai bahan pembelajaran.
MODULAR Summit 2026 turut melibatkan fasilitator, kurator, validator, praktisi pendidikan, dan 11 mitra pembelajaran.
Keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memastikan konten yang dibuat tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga benar secara materi, mudah digunakan, serta memiliki manfaat nyata bagi proses belajar.
Peserta yang telah mengikuti program diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Mereka mendapat mandat untuk membagikan pengetahuan dan keterampilannya kepada pendidik lain, baik di sekolah sendiri maupun satuan pendidikan lain di wilayahnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jumlah guru yang mampu membuat media pembelajaran digital secara mandiri.
Penyediaan perangkat seperti Papan Interaktif Digital perlu diimbangi dengan konten berkualitas dan peningkatan kompetensi guru. Tanpa materi yang tepat, perangkat teknologi berpotensi hanya digunakan sebagai layar pengganti papan tulis.
Program MODULAR menunjukkan bahwa transformasi pendidikan digital harus berjalan melalui tiga unsur yang saling berkaitan, yakni ketersediaan perangkat, kemampuan pendidik, dan kualitas konten pembelajaran.
Keberadaan 362 konten yang akan dimanfaatkan melalui Ruang Murid menjadi salah satu hasil konkret program tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan konten dapat diakses secara mudah, digunakan secara berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan sekolah di berbagai daerah.