KebonCinta.com-- Belajar dengan tekun memang menjadi salah satu kunci untuk meraih prestasi. Namun, mengejar hasil akademik tanpa memperhatikan kondisi tubuh dan pikiran justru bisa membuat kegiatan belajar menjadi kurang efektif.
Tidak sedikit pelajar yang rela menghabiskan waktu berjam-jam di depan buku, mengurangi waktu tidur, bahkan merasa tertekan ketika mendapatkan nilai yang tidak sesuai harapan. Padahal, belajar yang baik bukan sekadar tentang seberapa lama seseorang membaca materi, melainkan juga bagaimana informasi tersebut dipahami dan diingat.
Ada sejumlah kebiasaan belajar yang terlihat produktif, tetapi jika dilakukan secara berlebihan justru dapat mengganggu konsentrasi, kesehatan, dan semangat belajar. Karena itu, penting bagi pelajar untuk mengenali cara belajar yang sebaiknya dihindari agar usaha yang dilakukan memberikan hasil lebih optimal.
Baca Juga: 6 Manfaat Madu untuk Kesehatan, dari Meredakan Batuk hingga Sumber Energi
Sebagian pelajar menganggap bahwa semakin lama waktu yang dihabiskan untuk belajar, semakin besar pula peluang mendapatkan nilai tinggi. Anggapan ini tidak sepenuhnya tepat, terutama jika kegiatan belajar dilakukan terus-menerus tanpa jeda.
Ketika otak dipaksa menerima banyak informasi dalam waktu panjang, rasa lelah dapat muncul dan perhatian menjadi lebih mudah teralihkan. Akibatnya, materi yang dipelajari belum tentu dapat dipahami dengan baik, meskipun waktu belajar sudah cukup lama.
Salah satu cara untuk mengatasinya adalah membagi waktu belajar menjadi beberapa sesi. Pelajar bisa mencoba teknik Pomodoro, yaitu belajar selama sekitar 25 menit, kemudian beristirahat selama 5 menit sebelum melanjutkan sesi berikutnya. Durasi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Istirahat singkat memberi kesempatan untuk menyegarkan pikiran sehingga kegiatan belajar dapat dilanjutkan dengan konsentrasi yang lebih baik. Dengan begitu, pelajar tidak harus mengorbankan seluruh waktunya untuk terus membaca atau mengerjakan soal.
Kebiasaan lain yang perlu diwaspadai adalah mengurangi waktu tidur atau melewatkan makan karena ingin menyelesaikan tugas maupun mempersiapkan ujian. Sekilas, cara ini mungkin terasa seperti bentuk kesungguhan. Namun, jika dilakukan berulang kali, dampaknya dapat merugikan kesehatan.
Tidur memiliki peran penting dalam menjaga perhatian, kemampuan berpikir, dan proses mengingat informasi. Ketika waktu tidur tidak mencukupi, seseorang bisa lebih mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan mengalami penurunan kemampuan dalam menyelesaikan masalah.
Begitu pula dengan pola makan yang tidak teratur. Tubuh membutuhkan asupan nutrisi dan energi agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk belajar. Melewatkan waktu makan secara terus-menerus dapat membuat tubuh terasa lemas dan kegiatan belajar menjadi tidak nyaman.
Karena itu, menyusun jadwal belajar sebaiknya tetap mempertimbangkan waktu makan, tidur, dan aktivitas fisik. Menyelesaikan satu bab tambahan tidak selalu lebih bermanfaat daripada beristirahat ketika tubuh sudah kelelahan.
Pelajar perlu memahami bahwa menjaga kesehatan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Sebaliknya, tubuh dan pikiran yang terjaga dapat membantu proses belajar berjalan lebih baik.
Mendapatkan nilai bagus tentu menjadi harapan banyak pelajar. Akan tetapi, masalah dapat muncul ketika angka di rapor atau hasil ujian menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan.
Pelajar yang terlalu berorientasi pada nilai terkadang hanya berusaha menghafal materi demi menjawab soal, tanpa benar-benar memahami konsep yang dipelajari.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir