Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

244 Kebakaran Terjadi di Majalengka hingga September 2026, Hanya Dua Mobil Damkar Siap Beroperasi

244 Kebakaran Terjadi di Majalengka hingga September 2026, Hanya Dua Mobil Damkar Siap Beroperasi

31 Oktober 2026 | 13:41

KebonCinta.com — Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menghadapi persoalan keterbatasan armada pemadam kebakaran di tengah tingginya jumlah kejadian kebakaran sepanjang 2026. Hingga September tahun ini, tercatat sebanyak 244 kejadian kebakaran yang ditangani petugas pemadam kebakaran di wilayah tersebut.

Kondisi tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Majalengka, Puja Gustian, sebagaimana diberitakan ANTARA pada Kamis, 29 Oktober 2026. Dari enam unit mobil pemadam kebakaran yang tersedia, hanya dua unit yang dilaporkan dapat digunakan untuk operasional.

KEBAKARAN MENINGKAT SEJAK JULI

Baca Juga: BPVP Banyuwangi Buka Pelatihan Barista dan Practical Office hingga 9 November 2026, Ini Syarat dan Cara Daftar 

Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah kejadian kebakaran mengalami peningkatan tajam sejak pertengahan tahun. Pada Juli 2026, petugas mencatat sebanyak 45 kejadian kebakaran di wilayah Majalengka.

Angka tersebut meningkat menjadi 54 kejadian pada Agustus dan kembali melonjak menjadi 99 kejadian pada September. Dengan demikian, September merupakan bulan dengan jumlah kejadian tertinggi selama periode Januari hingga September 2026.

Peningkatan kasus ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Selain menangani kebakaran bangunan dan permukiman, pemadam kebakaran juga harus menghadapi ancaman kebakaran lahan yang tersebar di sejumlah kawasan.

HANYA DUA ARMADA YANG DAPAT DIGUNAKAN

Puja Gustian menjelaskan bahwa keterbatasan kendaraan menjadi salah satu kendala utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kabupaten Majalengka memiliki wilayah cukup luas sehingga jarak antarlokasi kejadian dapat memengaruhi kecepatan penanganan.

Dari enam mobil pemadam kebakaran yang tersedia, empat unit tidak dapat digunakan untuk mendukung operasi saat data tersebut disampaikan. Akibatnya, penanganan harus menyesuaikan kesiapan armada yang masih berfungsi.

Kondisi ini terutama menjadi tantangan dalam pelayanan wilayah selatan Majalengka. Petugas tetap berupaya menjangkau masyarakat sesuai kemampuan operasional, tetapi keterbatasan kendaraan dapat memengaruhi waktu respons.

Selain masalah armada, jumlah personel juga menjadi perhatian. Puja menyebut sekitar 32 personel mendukung pelayanan pemadam kebakaran, termasuk dengan bantuan penugasan dari Satpol PP melalui mekanisme bawah kendali operasi atau BKO.

KEBAKARAN LAHAN JUGA MENJADI ANCAMAN

Data yang disampaikan Damkar Majalengka menunjukkan kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah. Luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 500 meter persegi di wilayah utara, 1,8 hektare di selatan, 10,5 hektare di barat, serta 19,3 hektare di timur.

Sebaran tersebut memperlihatkan bahwa ancaman kebakaran tidak hanya terkonsentrasi pada satu kawasan. Kesiapan kendaraan, peralatan, dan personel menjadi penting agar pelayanan dapat menjangkau berbagai wilayah secara lebih merata.

HARAPAN PERBAIKAN ARMADA

Puja berharap dukungan terhadap sarana operasional pemadam kebakaran dapat ditingkatkan. Kebutuhan tersebut mencakup kesiapan kendaraan, kelengkapan peralatan, serta dukungan personel dalam melaksanakan tugas.

Abduh, salah seorang warga Majalengka, juga berharap pemerintah daerah memperhatikan kondisi kendaraan yang tidak dapat beroperasi. Perbaikan armada dan pertimbangan penambahan kendaraan dinilai penting untuk mempercepat penanganan kejadian darurat.

IMBAUAN PENCEGAHAN KEBAKARAN

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya ketika cuaca kering. Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan kompor secara aman, dan menghindari pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan menjadi langkah pencegahan yang perlu diperhatikan.

Warga juga perlu segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas berwenang dan mengutamakan keselamatan diri ketika menemukan api yang sulit dikendalikan. Upaya pencegahan menjadi semakin penting ketika kemampuan operasional pemadam kebakaran masih terbatas.

Hingga pemberitaan akhir Oktober 2026, belum terdapat konfirmasi dalam sumber yang diperiksa mengenai penyelesaian perbaikan seluruh armada yang tidak beroperasi. Kondisi kesiapan kendaraan dan upaya peningkatan layanan masih perlu dipantau melalui perkembangan resmi berikutnya.

Tags:
kebakaran Majalengka 2026 Damkar Majalengka 244 kebakaran Majalengka mobil pemadam kebakaran Puja Gustian berita Majalengka terbaru kebakaran lahan Jawa Barat.

Komentar Pengguna