Daerah
Hilmi An Naufal

2,4 Juta Genteng Jatiwangi Majalengka Disiapkan untuk Program Nasional, 34 UMKM Lokal Dilibatkan

2,4 Juta Genteng Jatiwangi Majalengka Disiapkan untuk Program Nasional, 34 UMKM Lokal Dilibatkan

28 Oktober 2026 | 21:38

KebonCinta.com — Industri genteng tanah liat di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendapatkan peluang pasar baru melalui Program Gentengisasi Nasional. Pemerintah menyiapkan sekitar 2,4 juta keping genteng untuk mendukung pembangunan dan perbaikan rumah masyarakat.

Persiapan tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait pada Rabu, 28 Oktober 2026. Program dijadwalkan memasuki tahap peluncuran pada 8 November 2026.

34 UMKM GENTENG DILIBATKAN

Berdasarkan informasi terbaru, sebanyak 34 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari sentra genteng Jatiwangi dilibatkan dalam penyediaan material.

Pelaku usaha yang menjadi bagian dari program disebut telah memenuhi persyaratan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pemenuhan standar tersebut menjadi perhatian pemerintah agar material yang digunakan dalam program perumahan memiliki kualitas sesuai ketentuan.

Keterlibatan pelaku UMKM lokal diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi pengusaha dan pekerja di kawasan sentra industri genteng.

PEMERINTAH SIAPKAN 600 TRUK

Untuk mendukung pengiriman material, pemerintah menyiapkan sekitar 600 truk pengangkut genteng.

Kendaraan tersebut direncanakan mendistribusikan produk dari Majalengka secara bertahap menuju lokasi pembangunan dan perbaikan perumahan sesuai kebutuhan.

Namun, jumlah 600 truk merupakan bagian dari rencana pengangkutan. Tidak berarti seluruh kendaraan telah berangkat atau semua 2,4 juta keping genteng sudah diterima di lokasi tujuan pada 28 Oktober.

PENGIRIMAN DIJADWALKAN 8 NOVEMBER

Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan bahwa persiapan Program Gentengisasi Nasional diarahkan menuju agenda pada 8 November 2026.

Pemerintah juga telah menyampaikan undangan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri kegiatan terkait pengembangan program perumahan di Majalengka.

Meski demikian, kehadiran Presiden dan rincian akhir kegiatan tetap perlu menunggu kepastian agenda resmi.

Sejumlah pengiriman awal genteng dari sentra Jatiwangi sebelumnya dilaporkan telah dilakukan menuju proyek perumahan.

PELUANG BAGI INDUSTRI GENTENG LOKAL

Jatiwangi dikenal sebagai salah satu kawasan industri genteng tanah liat di Majalengka. Kegiatan produksi di wilayah tersebut menjadi bagian dari mata pencaharian masyarakat.

Melalui Program Gentengisasi Nasional, pemerintah ingin memperluas pemanfaatan produk lokal dalam kegiatan pembangunan rumah.

Maruarar menekankan pentingnya penggunaan material dari UMKM setempat. Pendekatan tersebut diharapkan menghubungkan kebutuhan pembangunan perumahan dengan peningkatan aktivitas ekonomi daerah.

Selain memperluas pasar, permintaan dalam jumlah besar juga berpotensi mendorong kapasitas produksi.

HUBUNGAN DENGAN PROGRAM BEDAH RUMAH

Program gentengisasi menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Kementerian PKP juga menyiapkan penguatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bantuan perbaikan rumah.

Maruarar menyampaikan adanya peningkatan target program perbaikan rumah dari 45 ribu unit pada 2025 menjadi 400 ribu unit pada 2026.

Namun, target tersebut harus dibedakan dari realisasi pembangunan. Angka target bukan jumlah seluruh rumah yang sudah selesai diperbaiki.

PENTINGNYA KUALITAS PRODUK

Pengembangan pasar bagi UMKM genteng juga memerlukan peningkatan kualitas serta kemampuan menjaga pasokan.

Standar produk penting untuk memastikan material dapat digunakan sesuai kebutuhan konstruksi.

Pelaku usaha perlu memperhatikan keseragaman ukuran, kekuatan, ketahanan, serta kemampuan memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

Tantangan tersebut perlu diimbangi dengan dukungan pembinaan, pengelolaan usaha, dan akses pasar.

HARAPAN BAGI PEREKONOMIAN MAJALENGKA

Program gentengisasi diproyeksikan memberikan manfaat bagi industri material bangunan di Majalengka dan sekitarnya.

Namun, dampak ekonomi yang sesungguhnya masih harus dilihat dari realisasi pembelian, distribusi, dan keterlibatan tenaga kerja.

Pemerintah berharap penggunaan produk UMKM dalam pembangunan rumah dapat membantu memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Perkembangan kegiatan pada 8 November 2026 perlu terus dipantau untuk memastikan pelaksanaan sesuai rencana yang telah diumumkan.

Tags:
genteng Jatiwangi 2026 program gentengisasi Majalengka UMKM genteng Maruarar Sirait perumahan rakyat BSPS 2026 ekonomi Majalengka.

Komentar Pengguna