Berita
Rahman Abdullah

209 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan, Ini Layanan untuk Penumpang Terdampak

209 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan, Ini Layanan untuk Penumpang Terdampak

07 September 2026 | 10:16

Keboncinta.com-- Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat perjalanan para calon penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami perubahan.

Pada Minggu, 6 September 2026, sebanyak 209 penerbangan terjadwal dibatalkan dalam rentang waktu pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB. Pembatalan tersebut meliputi penerbangan domestik, internasional, maupun layanan angkutan kargo.

Situasi ini membuat sejumlah penumpang harus menunda perjalanan dan menunggu informasi mengenai jadwal penerbangan selanjutnya. Untuk membantu penumpang yang terdampak, pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyiapkan sejumlah layanan pendukung.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jam Belajar Sekolah Bisa Disesuaikan demi Keselamatan

Layanan Pemulihan untuk Penumpang

Sebagai bagian dari penanganan gangguan operasional, Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA).

Melalui skema tersebut, penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan memperoleh dukungan berupa makanan dan minuman ringan. Fasilitas ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan penumpang selama menunggu kepastian perjalanan.

Pengaktifan layanan pemulihan menjadi salah satu langkah yang dilakukan pengelola bandara di tengah kondisi operasional yang belum sepenuhnya normal.

Bus Disiapkan di Setiap Terminal

Dukungan bagi penumpang tidak hanya diberikan dalam bentuk konsumsi. Pengelola bandara juga menyediakan bus di setiap terminal untuk membantu penumpang yang membutuhkan akomodasi selama gangguan penerbangan berlangsung.

Bus tersebut dapat digunakan untuk mengantar penumpang menuju hotel. Pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi antara pihak bandara dengan maskapai yang bersangkutan.

Dengan adanya fasilitas transportasi ini, penumpang yang harus bermalam karena penerbangannya terganggu tetap mendapatkan dukungan mobilitas dari pihak terkait.

Baca Juga: Guru Madrasah Dapat Penguatan Numerasi lewat Program KREASI Kemenag dan Save the Children

Posko Penanganan Dibuka di Terminal 1B

Untuk memperkuat koordinasi dan memudahkan penumpang memperoleh informasi, posko penanganan juga dibuka di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta.

Posko tersebut menjadi salah satu pusat informasi bagi penumpang yang membutuhkan penjelasan mengenai perkembangan penerbangan maupun penanganan akibat pembatalan.

Keberadaan pusat koordinasi dinilai penting karena perubahan kondisi ruang udara dapat memengaruhi jadwal penerbangan dalam waktu yang relatif cepat.

Tenant Diarahkan Tetap Beroperasi 24 Jam

Pengelola bandara turut berkoordinasi dengan tenant yang berada di kawasan terminal. Selama kondisi penerbangan belum kembali sepenuhnya normal, layanan komersial diarahkan untuk tetap beroperasi selama 24 jam.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan kebutuhan penumpang yang masih berada di area bandara.

Dengan layanan yang tetap tersedia, penumpang memiliki akses terhadap kebutuhan pendukung meskipun aktivitas penerbangan mengalami gangguan.

Baca Juga: Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Boleh PJJ, Jam Belajar Bisa Disesuaikan

Kapan Penerbangan Kembali Normal?

Belum dapat dipastikan kapan seluruh penerbangan dapat kembali beroperasi sesuai jadwal normal. Pemulihan penerbangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan sebaran abu vulkanik.

Selain Bandara Soekarno-Hatta, AirNav Indonesia juga melakukan penyesuaian operasional di sejumlah bandara lain yang turut terdampak.

Kondisi ruang udara menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah penerbangan dapat dilanjutkan. Karena itu, pemulihan tidak semata-mata bergantung pada kesiapan bandara atau maskapai, tetapi juga pada aspek keselamatan penerbangan.

Penumpang Diminta Rutin Cek Informasi Maskapai

Di tengah gangguan penerbangan seperti ini, calon penumpang disarankan tidak hanya mengandalkan jadwal yang tercantum pada tiket.

Perubahan jadwal, penundaan, maupun pembatalan dapat terjadi mengikuti perkembangan kondisi operasional dan keselamatan penerbangan. Karena itu, penumpang perlu secara aktif memantau informasi terbaru dari maskapai.

Informasi resmi dari pengelola bandara dan pihak terkait juga penting untuk diperhatikan agar penumpang memperoleh perkembangan yang akurat.

Baca Juga: Mahasiswa KIP Kuliah Wajib Tahu, Perubahan Desil Tak Otomatis Hentikan Bantuan

Meski pembatalan atau penundaan dapat mengubah rencana perjalanan, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelanjutan operasional penerbangan.***

Tags:
berita nasional bencana

Komentar Pengguna