Presiden mempertimbangkan rekomendasi Dewan GTK dan menetapkan penerima gelar melalui keputusan resmi.
Tahapan tersebut menjelaskan mengapa seseorang yang telah diusulkan atau masuk dalam daftar rekomendasi belum tentu langsung memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
Berdasarkan keterangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 6 November 2026, pengumuman penerima gelar Pahlawan Nasional dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Masyarakat dapat memantau pengumuman melalui kanal resmi pemerintah, terutama:
Setelah keputusan resmi diterbitkan, daftar penerima gelar dapat diperiksa berdasarkan nama lengkap, asal daerah, serta jasa dan bidang perjuangan masing-masing tokoh.
Baca Juga: Hari Pahlawan 2026 Usung Tema Melanjutkan Perjuangan, Ini Makna Logo dan Sejarahnya
Pemilihan 18 tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional 2026 menjadi salah satu agenda penting menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November.
Sejumlah nama telah muncul dalam proses pengusulan, termasuk Raden Mas Margono Djojohadikusumo dan KH Sholeh Darat. Selain itu, terdapat tokoh lain yang kembali diajukan oleh pemerintah daerah setelah melalui proses pengkajian sebelumnya.
Namun, masyarakat perlu membedakan antara nama yang baru diusulkan, nama yang sedang menjalani proses seleksi, dan nama yang benar-benar telah ditetapkan sebagai penerima gelar.
Pengumuman resmi pada 10 November 2026 akan menjadi dasar untuk memastikan siapa saja tokoh yang memperoleh penghargaan negara tersebut.
Terlepas dari hasil penetapan, kisah perjuangan para tokoh tersebut tetap menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia. Pengabdian mereka dalam bidang perjuangan kemerdekaan, pendidikan, ekonomi, agama, kesehatan, dan kehidupan sosial merupakan bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam membangun negara.
Melalui peringatan Hari Pahlawan 2026, masyarakat diharapkan tidak hanya menunggu nama-nama penerima gelar, tetapi juga mengenal dan mengambil teladan dari perjuangan para tokoh bangsa.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir