Khazanah
Hilmi An Naufal

17.115 Siswa Daftar Lomba Debat Indonesia 2026, Naik 34 Persen dan 234 Finalis Bertarung di Tingkat Nasional

17.115 Siswa Daftar Lomba Debat Indonesia 2026, Naik 34 Persen dan 234 Finalis Bertarung di Tingkat Nasional

03 September 2026 | 14:27

KEBONCINTA.COM – Antusiasme siswa terhadap Lomba Debat Indonesia atau LDI 2026 meningkat tajam. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat sebanyak 17.115 peserta mendaftarkan diri dalam kompetisi tahun ini atau naik sekitar 34 persen dibandingkan penyelenggaraan 2025.

Dari belasan ribu peserta tersebut, sebanyak 234 murid akhirnya berhasil mencapai tingkat nasional.

LDI 2026 diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional atau Puspresnas.

Kompetisi tingkat nasional berlangsung mulai 31 Agustus hingga 6 September 2026 secara daring.

Ajang tersebut diperuntukkan bagi peserta didik jenjang pendidikan menengah yang mempunyai kemampuan dan minat dalam bidang debat.

Dua cabang dipertandingkan, yakni Debat Bahasa Indonesia dan Debat Bahasa Inggris.

Peserta tidak sekadar diuji mengenai kemampuan berbicara di depan umum.

Mereka harus mampu memahami persoalan, mencari informasi, menyusun argumentasi, mempertahankan pendapat serta merespons argumen lawan secara cepat dan logis.

Karena itu, Kemendikdasmen melihat debat sebagai salah satu sarana untuk membangun kemampuan berpikir kritis siswa.

LDI juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 mengenai Manajemen Talenta Murid.

Melalui kebijakan tersebut, prestasi peserta didik tidak hanya dipandang sebagai hasil kompetisi.

Potensi siswa perlu diidentifikasi, dikembangkan dan mendapatkan kesempatan pembinaan secara berkelanjutan.

Kepala Pusat Prestasi Nasional Maria Veronica Irene Herdjiono menyampaikan bahwa LDI merupakan bagian dari ekosistem manajemen talenta.

Ajang kompetisi menjadi ruang untuk menemukan siswa yang mempunyai kemampuan komunikasi dan debat serta membantu mereka terus berkembang.

Besarnya minat peserta terlihat dari peningkatan pendaftaran.

Pada 2025 terdapat 12.780 peserta yang mendaftar.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 17.115 orang pada 2026.

Kenaikannya mencapai sekitar 34 persen.

Angka itu menunjukkan semakin banyak siswa tertarik mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan serta berdebat mengenai berbagai isu.

Kompetisi tingkat nasional diikuti perwakilan dari seluruh 38 provinsi Indonesia.

LDI juga menjangkau siswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Sekolah Indonesia Luar Negeri atau SILN di Arab Saudi, Malaysia, Thailand dan Singapura turut menjadi bagian dari penyelenggaraan.

Setiap provinsi mengirimkan tiga siswa untuk Debat Bahasa Indonesia.

Tiga siswa lainnya mengikuti Debat Bahasa Inggris.

Dengan mekanisme tersebut, jumlah keseluruhan finalis tingkat nasional mencapai 234 peserta.

Para finalis telah melalui proses kompetisi sebelumnya sebelum berhasil memperoleh kesempatan tampil pada tingkat nasional.

Persiapan setiap tim juga membutuhkan proses yang serius.

Siswa perlu memperdalam pengetahuan mengenai berbagai isu terkini karena topik dalam debat dapat berkaitan dengan persoalan nasional maupun global.

Riset menjadi kemampuan penting.

Argumentasi yang kuat tidak dapat hanya dibangun melalui pendapat pribadi, tetapi membutuhkan informasi dan logika yang dapat dipertanggungjawabkan.

Peserta juga perlu berlatih melalui sparring atau simulasi debat.

Latihan membantu siswa mengembangkan kemampuan memberikan respons dalam waktu terbatas sekaligus menjaga struktur argumentasi.

Salah satu peserta tingkat nasional berasal dari Sulawesi Utara, yakni Neil Delen Walandow dari SMA Negeri 9 Manado.

Neil bersama tim melakukan persiapan dengan memperdalam isu aktual, melakukan riset dan latihan debat.

Sementara DKI Jakarta diwakili antara lain Allesia Keiran The dari SMA Bina Bangsa School Pantai Indah Kapuk.

Menurut peserta, latihan dilakukan secara rutin agar performa tim terus berkembang.

LDI tahun ini juga menawarkan kesempatan lanjutan bagi peserta terbaik.

Sebanyak 15 Best Speakers dari cabang Debat Bahasa Inggris akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dan pembinaan melalui MUN Academy.

Program tersebut difasilitasi oleh International Global Network.

Kesempatan ini membuat kompetisi tidak berhenti ketika pemenang LDI tingkat nasional ditetapkan.

Dari 15 Best Speakers tersebut nantinya akan kembali dipilih tiga siswa terbaik.

Ketiganya diproyeksikan menjadi delegasi Indonesia pada AYIMUN 24 di Malaysia.

Kegiatan internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 18 Januari 2027.

Skema tersebut menjadi contoh pendekatan pembinaan talenta secara berkelanjutan.

Siswa yang menunjukkan kemampuan pada tingkat nasional memperoleh peluang untuk mengembangkan pengalaman pada tingkat internasional.

Pengalaman berdebat juga mempunyai manfaat yang lebih luas dibandingkan pencapaian medali.

Siswa belajar mengomunikasikan gagasan dengan jelas.

Mereka juga belajar melihat sebuah persoalan dari berbagai sisi.

Dalam kompetisi debat, peserta terkadang harus mempertahankan posisi yang ditentukan dalam pertandingan, bukan sekadar pandangan pribadinya.

Kondisi itu menuntut siswa memahami dasar argumentasi dari sudut pandang yang berbeda.

Kemampuan semacam ini dapat membantu siswa ketika menjalani pendidikan tinggi maupun memasuki kehidupan profesional.

Kemampuan melakukan riset, menyusun argumentasi dan berbicara secara terstruktur diperlukan dalam banyak bidang.

LDI juga memberikan ruang interaksi bagi siswa dari berbagai wilayah.

Meski pelaksanaan nasional tahun ini berlangsung secara daring, para peserta tetap berhadapan dengan tim yang memiliki pengalaman dan latar belakang berbeda.

Kompetisi menjadi kesempatan untuk melihat kualitas siswa dari berbagai provinsi sekaligus meningkatkan standar kemampuan masing-masing.

Peningkatan jumlah peserta dari 12.780 menjadi 17.115 dalam setahun menjadi perkembangan yang cukup signifikan.

Kemendikdasmen berharap minat tersebut dapat terus diikuti dengan sistem pembinaan yang baik.

Tidak semua peserta akan menjadi juara.

Namun pengalaman menjalani latihan dan kompetisi tetap dapat memberikan manfaat dalam pengembangan kemampuan siswa.

Puspresnas menempatkan LDI bersama berbagai ajang talenta nasional lainnya sebagai bagian dari upaya menemukan potensi peserta didik.

Sekolah dan guru juga mempunyai peranan dalam mendukung proses tersebut.

Siswa yang memiliki minat di bidang debat membutuhkan kesempatan berlatih, pembinaan dan ruang untuk mengikuti kompetisi.

Dukungan sekolah memungkinkan talenta peserta didik berkembang tidak hanya pada bidang akademik konvensional.

Komunikasi, seni, olahraga, penelitian dan berbagai keterampilan lainnya juga dapat menjadi jalur prestasi.

Pelaksanaan LDI tingkat nasional masih berlangsung hingga 6 September 2026.

Sebanyak 234 finalis kini berkompetisi untuk mendapatkan hasil terbaik dalam Debat Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

Perhatian khusus juga tertuju kepada Best Speakers cabang Bahasa Inggris.

Bagi tiga peserta terbaik nantinya, perjalanan tidak berhenti pada LDI karena kesempatan menjadi delegasi Indonesia di Malaysia telah menunggu pada Januari 2027.

Dengan jumlah pendaftar mencapai 17.115 siswa, LDI 2026 menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap debat dan kemampuan berpikir kritis terus berkembang.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna