KEBONCINTA.COM — Pemerintah Kabupaten Rembang menetapkan 106 mahasiswa sebagai penerima Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi tahun 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan kuliah sekaligus meningkatkan jumlah lulusan perguruan tinggi di wilayah perdesaan.
Penyerahan simbolis dan penandatanganan perjanjian berlangsung di Aula Lantai 4 Kantor Bupati Rembang pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan ini merupakan tahap pemberian bantuan kepada peserta yang telah melalui seleksi, bukan pengumuman pembukaan pendaftaran baru.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, menjelaskan bahwa terdapat 236 pendaftar pada tahun ini. Dari proses tersebut, 106 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima.
Sebanyak 98 penerima menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri, sedangkan delapan lainnya berkuliah di perguruan tinggi swasta. Mereka tersebar di kampus dalam maupun luar Kabupaten Rembang.
Beberapa perguruan tinggi yang disebut antara lain Universitas Terbuka, Universitas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro PSDKU Rembang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Indonesia.
Penerima dari perguruan tinggi swasta juga mencakup mahasiswa sejumlah kampus lokal, seperti STAI Al Anwar Sarang, STAI Al Hidayat Lasem, dan Universitas YPPI Rembang. Sebaran tersebut menunjukkan program menjangkau mahasiswa melalui beragam pilihan perguruan tinggi.
Selain menyeleksi mahasiswa berprestasi, Pemkab Rembang menerapkan pendekatan desa prioritas. Pada 2026, terdapat 11 desa yang mendapat perhatian karena jumlah penduduk bergelar sarjana masih relatif rendah.
Setiap desa prioritas ditargetkan memiliki dua penerima beasiswa. Namun, menurut penjelasan pemerintah, baru delapan desa yang memiliki pendaftar dengan jumlah keseluruhan 14 orang.
Tiga desa prioritas yang belum memiliki pendaftar adalah Ngargomulyo di Kecamatan Lasem, Blimbing di Kecamatan Sluke, dan Baturno di Kecamatan Sarang. Pemerintah berharap skema tersebut dapat membantu pemerataan kesempatan pendidikan tinggi.
Program beasiswa Kabupaten Rembang telah berjalan sejak 2017. Hingga 2026, pemerintah mencatat 1.543 orang pernah mendaftar, 600 mahasiswa menerima bantuan, dan 284 penerima telah menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana.
Bupati Rembang Harno menekankan bahwa bantuan pendidikan merupakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri. Ia meminta penerima menjaga kepercayaan pemerintah melalui prestasi dan karya yang kelak dapat memberikan manfaat bagi daerah.
Bagi mahasiswa dan keluarga, program ini menjadi dukungan dalam menempuh pendidikan tinggi. Sementara bagi pemerintah daerah, pendekatan desa prioritas menjadi bagian dari upaya memperluas persebaran lulusan perguruan tinggi.
Sumber yang diperiksa tidak mencantumkan pembukaan seleksi tambahan. Masyarakat yang ingin mengikuti program berikutnya perlu menunggu pengumuman resmi Pemkab Rembang mengenai jadwal, persyaratan, serta mekanisme pendaftaran.