KebonCinta.com — Demam Berdarah Dengue masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat.
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan mencatat sebanyak 1.314 kasus DBD sepanjang Januari hingga September 2026.
Angka tersebut menunjukkan penularan penyakit yang disebabkan virus dengue masih membutuhkan perhatian serius.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudinkes Jakarta Selatan Fitria Ramdhita mengatakan pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama.
“PSN perlu dilakukan secara rutin, serentak, dan berkelanjutan, setidaknya satu kali dalam sepekan,” ujar Fitria.
Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN menjadi salah satu cara utama memutus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Masyarakat kembali diingatkan melakukan gerakan 3M Plus.
Langkah pertama adalah menguras tempat penampungan air secara rutin.
Bak mandi, ember maupun tempat lain yang dapat menampung air perlu dibersihkan agar tidak menjadi tempat berkembangnya jentik.
Langkah kedua adalah menutup rapat tempat penampungan air.
Sementara langkah ketiga adalah mendaur ulang atau membuang barang yang dapat menjadi tempat air menggenang.
Gerakan tersebut perlu dilengkapi dengan upaya mencegah gigitan nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.
Sudinkes Jakarta Selatan juga mendorong gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik atau jumantik.
Anggota keluarga dapat secara rutin memeriksa lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Baca Juga: Alasan Kenapa Hidupmu Stres
Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika sudah ada warga yang sakit.
Telur dan jentik nyamuk dapat berkembang pada genangan air bersih yang terkadang luput dari perhatian.
Pot bunga, tempat minum hewan, talang air hingga wadah bekas di halaman dapat menjadi lokasi berkembang biak.
Pemerintah juga menjalankan surveilans epidemiologi dan entomologi untuk memantau perkembangan kasus.
Pemantauan dilakukan untuk melihat pola penularan serta kepadatan populasi nyamuk yang menjadi pembawa virus dengue.
Masyarakat perlu mengenali gejala yang dapat mengarah pada DBD.
Demam tinggi, nyeri badan, sakit kepala dan kondisi tubuh yang memburuk perlu mendapatkan perhatian.
Apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan sebaiknya tidak ditunda.
DBD tidak dapat dianggap sebagai demam biasa karena pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi keadaan yang serius.
Anak-anak maupun orang dewasa sama-sama dapat terinfeksi.
Upaya terbaik karena itu adalah menekan jumlah nyamuk sebelum penularan terjadi.
Pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh rumah dalam satu lingkungan.
Membersihkan satu rumah saja tidak cukup apabila masih banyak lokasi perkembangbiakan nyamuk di sekitarnya.
Dengan 1.314 kasus tercatat hingga September, Sudinkes meminta masyarakat menjadikan pemeriksaan jentik sebagai kebiasaan rutin.
Beberapa menit memeriksa genangan air setiap pekan dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu melindungi keluarga dari DBD.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir