Utang Jangka Pendek dan Jangka Panjang, Bagaimana Membedakannya dalam Akuntansi?

Utang Jangka Pendek dan Jangka Panjang, Bagaimana Membedakannya dalam Akuntansi?

16 Oktober 2026 | 20:04

KebonCinta.com - Perusahaan dapat memiliki tagihan pemasok yang harus dibayar bulan depan sekaligus pinjaman bank yang dicicil selama beberapa tahun. Keduanya merupakan kewajiban, tetapi penyajiannya dalam laporan keuangan bisa berbeda.

Dalam akuntansi, kewajiban atau liabilitas dikelompokkan menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Pengelompokan ini membantu pembaca laporan memahami kapan perusahaan perlu menyelesaikan kewajibannya.

Lantas, bagaimana cara membedakan keduanya? Perhatikan waktu penyelesaian, siklus operasi, dan ketentuan kewajiban tersebut.

Pengertian Utang Jangka Pendek dalam Akuntansi

Utang jangka pendek merupakan kewajiban yang umumnya harus diselesaikan dalam waktu paling lama 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Dalam laporan keuangan, kelompok ini disebut liabilitas jangka pendek.

Baca Juga: Latihan Soal Penggolongan Akun dalam Akuntansi, Lengkap dengan Pembahasannya 

Contohnya meliputi:

  • Utang usaha kepada pemasok.
  • Utang gaji yang belum dibayarkan.
  • Utang bunga yang sudah menjadi kewajiban.
  • Pinjaman yang jatuh tempo dalam beberapa bulan.
  • Bagian pinjaman jangka panjang yang segera jatuh tempo.

Selain batas 12 bulan, kewajiban yang diselesaikan dalam siklus operasi normal juga dapat termasuk liabilitas jangka pendek. Jadi, pengelompokannya tidak semata-mata berdasarkan hitungan satu tahun.

Pengertian Utang Jangka Panjang dalam Akuntansi

Utang jangka panjang merupakan kewajiban yang memenuhi kriteria untuk disajikan sebagai liabilitas jangka panjang, termasuk adanya hak pada tanggal pelaporan untuk menunda penyelesaian setidaknya selama 12 bulan.

Contohnya dapat berupa pinjaman bank berjangka beberapa tahun dan utang obligasi yang jatuh temponya masih lama.

Namun, jangan langsung mengelompokkan seluruh saldo pinjaman sebagai jangka panjang hanya karena kontrak awalnya berlangsung lima tahun. Perusahaan tetap perlu memeriksa jadwal pembayaran dan ketentuan perjanjiannya.

Baca Juga: Mengenal Lima Penggolongan Akun dalam Akuntansi, dari Aset hingga Beban 

Perbedaan Utang Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Perbedaan keduanya dapat dilihat melalui tabel berikut.

AspekUtang jangka pendekUtang jangka panjang
Waktu penyelesaianUmumnya dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan atau dalam siklus operasi normalPenyelesaiannya dapat ditunda setidaknya 12 bulan sesuai hak yang dimiliki pada tanggal pelaporan
ContohUtang pemasok dan utang gajiBagian pinjaman bank atau obligasi yang memenuhi kriteria jangka panjang
Kegunaan informasiMembantu menilai kebutuhan pembayaran dalam waktu dekatMembantu menilai kewajiban pendanaan untuk periode berikutnya

Besar kecilnya nominal bukan penentu utama. Utang Rp2 juta dapat termasuk jangka panjang, sedangkan utang Rp200 juta dapat termasuk jangka pendek.

Contoh Pengelompokan Utang Berdasarkan Jatuh Tempo

Pada 31 Desember, sebuah perusahaan memiliki sisa pokok pinjaman bank Rp120 juta. Berdasarkan jadwal pembayaran, Rp30 juta harus dilunasi dalam 12 bulan berikutnya.

Dengan asumsi tidak ada ketentuan lain yang mengubah klasifikasinya, penyajiannya adalah:

Liabilitas jangka pendek: Rp30 juta

Liabilitas jangka panjang: Rp90 juta

Bagian Rp30 juta biasa disebut bagian lancar utang jangka panjang. Pengelompokan ini tidak mengubah total utang, tetapi memperjelas waktu pembayarannya.

Baca Juga: Akun Riil dan Akun Nominal dalam Akuntansi, Apa Perbedaannya? 

Mengapa Penggolongan Utang Perlu Diperiksa Setiap Periode?

Seiring berjalannya waktu, kewajiban yang sebelumnya tergolong jangka panjang dapat mendekati jatuh tempo dan menjadi jangka pendek.

Karena itu, perusahaan perlu memeriksa kembali jadwal angsuran, tanggal jatuh tempo, serta ketentuan pinjaman pada setiap tanggal pelaporan. Informasi tersebut membantu penyajian kewajiban mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Tags:
Akuntansi Hutang Jangka Pendek Hutang Jangka Panjang

Komentar Pengguna