News
Audy

Usai Bertemu MSCI, BEI Siapkan Keterbukaan Afiliasi Saham dan Penataan IHSG

Usai Bertemu MSCI, BEI Siapkan Keterbukaan Afiliasi Saham dan Penataan IHSG

20 Oktober 2026 | 18:04

KebonCinta.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan dua inisiatif untuk memperkuat keterbukaan informasi dan integritas pasar modal setelah pertemuan dengan MSCI pada 19 Oktober 2026.

Menurut laporan beberapa Media, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan rencana penambahan informasi afiliasi pemegang saham serta pengeluaran saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi dari IHSG.

Kedua langkah tersebut masih perlu dibaca sebagai rencana kebijakan dengan waktu efektif yang akan diumumkan lebih lanjut.

BEI Siapkan Informasi Afiliasi Pemegang Saham

Inisiatif pertama berupa penambahan keterangan afiliasi atau nonafiliasi dalam publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan satu persen.

Informasi tersebut direncanakan melengkapi publikasi kepemilikan saham. Dengan demikian, pembaca memperoleh keterangan tambahan mengenai hubungan afiliasi pihak yang dicantumkan.

Baca Juga: BEI Turunkan Batas ARB Saham Jadi 7 Persen, Berlaku hingga 31 Desember 2026 

Saham Berkonsentrasi Tinggi Direncanakan Keluar dari IHSG

Inisiatif kedua adalah mengeluarkan saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari Indeks Harga Saham Gabungan.

Dalam laporan tersebut, Jeffrey mengaitkan rencana itu dengan upaya memperkuat kredibilitas dan integritas indeks.

Namun, keluar dari suatu indeks perlu dibedakan dari penghapusan pencatatan saham di bursa. Informasi mengenai perubahan komposisi indeks tidak dengan sendirinya berarti saham perusahaan berhenti diperdagangkan.

Jadwal Penerapan Menunggu Pengumuman

Dalam pemberitaan tertanggal 19 Oktober 2026, BEI menyatakan waktu efektif kedua inisiatif akan disampaikan kemudian. Karena itu, laporan tersebut belum menjadi dasar untuk menyebut seluruh perubahan telah berlaku.

Bagi investor, tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah memantau pengumuman resmi mengenai jadwal, kriteria, dan daftar saham yang terdampak.

Sebagai contoh, apabila nantinya terdapat daftar perubahan konstituen indeks, cocokkan kode saham dan tanggal berlakunya sebelum menarik kesimpulan mengenai portofolio.

Baca Juga: Transparansi Kepemilikan Saham Disorot MSCI, Reformasi Pasar Modal Jadi Perhatian 

Pengumuman kebijakan juga perlu dibedakan dari perkiraan dampak harga. Rencana penataan indeks belum memberikan kepastian mengenai arah pergerakan setiap saham.

Keterbukaan informasi yang lebih terperinci dapat menjadi bahan pemeriksaan investor. Penilaian terhadap perusahaan tetap perlu memperhatikan kondisi usaha dan informasi resmi lain yang relevan.

Tags:
BEI Jeffrey Hendrik MSCI IHSG

Komentar Pengguna